Amankah Ibu Hamil di Tengah Pandemi Virus Corona? Ibu hamil (Foto: Pixabay/tasha)

PENYEBARAN virus corona baru atau COVID-19 memang cukup mengkhawatirkan. Di Indonesia sendiri jumlah kasus dan korban meninggal selalu meningkat hampir di setiap hari. Pemerintah pun mengimbau agar setiap masyarakat menjaga kondisi tubuhnya.

Lantas bagaimana jadinya ketika pandemi virus corona merajalela namun kamu hamil? Seperti yang diketahui, ketika hamil, sistem kekebalan tubuh perempuan umumnya berubah dan rentan terserang komplikasi dari virus seperti flu.

Baca juga:

Mumpung 'Libur' Traveling Karena Virus Corona, Yuk Bersihkan Koper

Amankah ibu hamil di tengah pandemi virus corona (Foto: Pixabay/dw-lifestylefotografie)
Amankah ibu hamil di tengah pandemi virus corona (Foto: Pixabay/dw-lifestylefotografie)

Kamu tak usah khawatir. Dilansir dari Medical Daily dan Science Alert, para ahli kesehatan mengatakan COVID-19 sedikit bahkan tak berpengaruh terhadap perempuan hamil dan janin mereka. Pendapat ini juga diakui oleh pejabat kesehatan di Inggris.

Hingga saat ini, tak ada negara yang melaporkan perempuan hamil meninggal karena infeksi virus corona. Bahkan menurut pihak Royal College of Obstetricians and Gynecologists (RCOG), Royal College of Midwives and Royal College of Paediatrics dan Child Health (RCPCH), ketika perempuan hamil positif COVID-19, bayi yang ada di perutnya tidak akan terinfeksi.

Baca juga:

Tangani Wabah Corona, Australia Tutup Semua Bioskop

Tak pernah ada laporan ibu hamil meninggal karena corona (Foto: Pixabay/StockSnap)
Tak pernah ada laporan ibu hamil meninggal karena corona (Foto: Pixabay/StockSnap)

Laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukan hanya delapan persen perempuan hamil di Tiongkok yang tertular COVID-19 mengalami gejala parah. mayoritas hanya menunjukan gejala ringan atau sedang.

Bukan hanya itu saja, pejabat kesehatan Inggris juga mengatakan COVID-19 tak meningkatkan risiko keguguran. Studi ini juga dilakukan untuk meneliti SARS dan Mers. Para perepuan bisa terus menyusui dan dekat dengan bayi baru lahir di masa pandemi virus corona.

“Berdasarkan bukti saat ini, kami tidak percaya bayi yang lahir dari wanita yang dites positif corona harus dipisahkan,” ucap Russell Viner, presiden RCPCH.

Namun, semua itu berlaku ketika perempuan tak memiliki penyakit seperti diabetes dan lupus. Ketika ibu hamil punya penyakit yang disebutkan, maka harus berkonsultasi dengan dokter. (Yni)

Baca juga:

Tetap Romantis, 5 Cara Menunjukkan Kasih Sayang Ketika LDR


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH