Alur Penyerahan Duit Suap Djoko Tjandra ke Tommy Buat Irjen Napoleon Djoko Tjandra. (Foto: ANTARA)

MerahPutih.com - Sekretaris pribadi Djoko Tjandra, Nurmawan Fransisca mengaku, mendapat perintah dari bosnya menyerahkan uang kepada pengusaha Tommy Sumardi.

Hal itu disampaikan Fransisca saat bersaksi untuk terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte dalam sidang lanjutan perkara suap penghapusan red notice.

Karyawan Mulia Group itu mengungkapkan, dirinya telah menyerahkan uang sebanyak lima kali dalam bentuk pecahan mata uang asing melalui koleganya di Mulia Group, Nurdin.

Baca Juga:

Kasus Djoko Tjandra dan Perang Para Jenderal Rebut Posisi Calon Kapolri

Pada April 2020, Fransisca mengaku, mendapat perintah melalui sambungan telepon dari Djoko Tjandra untuk menyiapkan uang senilai USD100 ribu. Djoko Tjandra meminta agar uang tersebut diserahkan kepada Nurdin.

"Saat itu, pak Djoko minta siapkan dana untuk kasih ke Nurdin. Pak Djoko juga sebut nama Pak Tommy," kata Fransisca saat bersaksi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (30/11).

Kemudian pada 28 April 2020, saat hendak menuju kantor di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Fransisca kembali dihubungi Djoko Tjandra. Kepada Fransisca, Djoko Tjandra meminta agar berpindah tujuan menuju Hotel Mulia Senayan untuk bertemu Tommy.

Dalam pertemuannya dengan Tommy, Fransisca mengaku menyerahkan uang senilai SGD200. Menurutnya, uang itu diserahkan kepada Tommy di dalam ruangan di Bisnis Centre.

"Saya ketemu di lobi Hotel Mulia, karena bentuknya uang, saya ajak ke Bisnis Centre. Saya ajak ke ruang meeting. Uang berada dalam amplop terus saya kasih ke Pak Tommy," ungkap Fransisca.

Lebih lanjut, Fransisca mengatakan, sempat meminjam komputer pada Bisnis Center untuk membuat tanda terima. Bahkan Tommy langsung menghitung uang titipan dari Djoko Tjandra tersebut.

"Dalam pertemuan, dia bilang, 'Sisca, saya Tommy'. Saya bilang, ada titipan dari bapak (Djoko Tjandra). Lalu Pak Tommy hitung," kata Fransisca.

Irjen Napoleon
Irjen Napoleon Bonaparte. (Foto: MP/ Ponco).

Selain itu, Fransisca kembali diperintah oleh Djoko Tjandra, untuk menyerahkan uang kepada Tommy pada 29 April 2020. Fransisca saat itu bertemu dengan Nurdin dan langsung menyerahkan uang senilai USD100 ribu.

"Pada 29 April itu sebesar USD100 ribu. Karena saya ada di kantor, saya ambil dari brankas. Setelah itu saya kasih ke Nurdin untuk kemudian ke Tommy," ujar Fransisca.

Kemudian pada 12 Mei 2020, Djoko Tjandra kembali meminta Fransisca menyerahkan uang senilai USD100 ribu. Selanjutnya, pada 22 Mei 2020, dia kembali diperintahkan menyerahkan uang sebesar USD50 ribu.

Uang tersebut kembali diserahkan kepada Nurdin untuk selanjurnya dikirim ke Tommy Sumardi. Setelah menyerahkan seluruh uang yang diperintan Bos Mulia Group, Fransisca langsung mengirimkan bukti tanda terima penyerahan uang melalui email.

"Tanda terima saya scan lalu kirim ke Bapak (Djoko Tjandra) lewat email," tutup Fransisca. (Pon)

Baca Juga:

Djoko Tjandra Diduga Punya "Kaki Tangan" yang Urus Segala Keperluan di Indonesia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Misa Natal Dengan Paus Fransiskus Hanya Dihadiri 100 Orang
Indonesia
Misa Natal Dengan Paus Fransiskus Hanya Dihadiri 100 Orang

Natal harus membuat setiap orang merenungkan "ketidakadilan terhadap begitu banyak saudara dan saudari.

Dua Kubu Demokrat Sama-Sama Yakin Jelang Pengumuman Resmi Pemerintah
Indonesia
Dua Kubu Demokrat Sama-Sama Yakin Jelang Pengumuman Resmi Pemerintah

Herzaky meyakini Kemenkumham bersandar pada perundang-undangan yang berlaku

Tahun Baru, Polresta Surakarta Tidak Berikan Izin Acara Berpotensi Timbulkan Kerumunan
Indonesia
Tahun Baru, Polresta Surakarta Tidak Berikan Izin Acara Berpotensi Timbulkan Kerumunan

Polresta Surakarta memastikan tidak mengeluarkan izin kegiatan acara yang dapat berpotensi menimbulkan kerumunan saat malam pergantian tahun.

Mulai Besok, KRL Layani Penumpang hingga Pukul 24.00
Indonesia
Mulai Besok, KRL Layani Penumpang hingga Pukul 24.00

"Jam operasional KRL Commuter Line mulai Senin (19/10) akan kembali normal melayani pengguna sebagaimana sebelum pandemi," ucapnya

KPK Minta Kejagung Terbuka Saat Gelar Perkara Jaksa Pinangki
Indonesia
KPK Minta Kejagung Terbuka Saat Gelar Perkara Jaksa Pinangki

Ali mengatakan dalam gelar perkara itu lembaga antirasuah akan mengirim tim dari Kedeputian Penindakan.

Tidak Ada Lagi Zona Hijau di Sulawesi Selatan
Indonesia
Tidak Ada Lagi Zona Hijau di Sulawesi Selatan

Penyebaran kasus COVID-19 di Sulawesi Selatan sudah dalam taraf mengkhawatirkan. Kini, tidak ada lagi zona hijau di Sulsel sejak per 20 Desember 2020.

Bacakan Pledoi, Kuasa Hukum Minta Christian Halim Dilepaskan dari Tuntutan Hukum
Indonesia
Bacakan Pledoi, Kuasa Hukum Minta Christian Halim Dilepaskan dari Tuntutan Hukum

Agenda sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana penipuan terdakwa Christian Halim kembali digelar di PN Surabaya, Senin (19/4)

SKB Tiga Menteri Soal Seragam di Sekolah Lindungi Bangsa dari Intoleransi
Indonesia
SKB Tiga Menteri Soal Seragam di Sekolah Lindungi Bangsa dari Intoleransi

Penggunaan jilbab merupakan pilihan individu dari umat Islam sehingga hal itu tidak perlu diatur dalam suatu peraturan daerah (perda).

Jawaban Masalah Darurat Sampah Makanan Indonesia
Indonesia
Jawaban Masalah Darurat Sampah Makanan Indonesia

11,5 persen sampah makanan dihasilkan pada proses konsumsi

Terjadi Lonjakan Jumlah Penumpang Kereta ke Luar Jakarta Saat Libur Panjang
Indonesia
Terjadi Lonjakan Jumlah Penumpang Kereta ke Luar Jakarta Saat Libur Panjang

Sedangkan jumlah kereta api yang berangkat dari Stasiun Gambir adalah 9 KA dengan 2.513 penumpang