Alumni Kampus di Sumut, Eksekutor Klinik Aborsi Ilegal di Cempaka Putih tak Bersertifikat Dokter Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus memberikan keterangan terkait penggerebekan klinik aborsi ilegal di Jakarta Pusat dalam konferensi pers di Mako Polda Metro Jaya, Rabu (23/9). ANTARA/F

MerahPutih.com - Seorang berinisial DK yang berperan sebagai dokter di klinik aborsi ilegal Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat, bukanlah dokter yang punya sertifikasi resmi sebagai dokter.

DK disebut pernah melakukan koas atau co-asisten di sebuah Rumah Sakit. Tapi, DK tidak menyelesaikan koas itu sehingga dirinya tidak memiliki sertifikasi sebagai dokter.

Baca Juga

Diotaki Dokter Abal-abal, Klinik Aborsi di Cempaka Putih Gugurkan 32 Ribu Janin

"Dia pernah melakukan koas di rumah sakit dan berlangsung dua bulan disana sehingga yang bersangkutan belum memiliki sertifikasi sebagai dokter karena dia tidak selesai," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Kamis (24/9).

Polisi lantas merinci latar belakang DK. Kata polisi, DK merupakan lulusan dari salah satu universitas di Sumatera Utara. PDK lantas direkrut oleh pemilik klinik berinisial LA yang juga telah ditetapkan jadi tersangka dalam kasus ini.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Yusri Yunus (tengah) memberikan keterangan terkait penggerebekan klinik aborsi ilegal di Jakarta Pusat dalam konferensi pers di Mako Polda Metro Jaya, Rabu (23/9/2020). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Yusri Yunus (tengah) memberikan keterangan terkait penggerebekan klinik aborsi ilegal di Jakarta Pusat dalam konferensi pers di Mako Polda Metro Jaya, Rabu (23/9/2020). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

DK pun setuju bergabung dalam klinik aborsi ilegal milik LA dan mengambil peran sebagai dokter yang melakukan aborsi.

"Dokter ini inisialnya DK lulusan universitas di Sumatera Utara," katanya.

Untuk diketahui, sepuluh orang tersangka dalam kasus ini, yaitu LA (52), DK (30), NA (30), MM (38), YA (51), RA (52), LL (50), ED (28), SM (62), dan RS (25). Mereka berperan mulai dari pemilik, dokter hingga petugas kebersihan klinik tersebut.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 346 dan atau Pasal 348 ayat 1 dan atau Pasal 349 Kitab Undang-undang Hukum Pidana atau KUHP dan atau Pasal 194 juncto Pasal 75 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan atau Pasal 77A.

Baca Juga

Polda Metro Jaya Gerebek Klinik Aborsi di Cempaka Putih Beromset Rp10,9 Miliar

Kemudian, juncto Pasal 45A UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Mereka terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemenhub Gelar Rapid Test Untuk Pengemudi Angkutan Umum
Foto
Kemenhub Gelar Rapid Test Untuk Pengemudi Angkutan Umum

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melakukan rapid test secara drive thru untuk para pengemudi angkutan umum

Mempertanyakan 'Kenekatan' Megawati Ajukan Harun Penyuap Komisioner KPU
Indonesia
Mempertanyakan 'Kenekatan' Megawati Ajukan Harun Penyuap Komisioner KPU

"Kuat dugaan di balik semua itu, ada uang besar yang bermain di luar jatah uang yang diminta Wahyu," jelas Petrus.

Debat Publik Kedua Pilkada Makassar Tetap di Jakarta
Indonesia
Debat Publik Kedua Pilkada Makassar Tetap di Jakarta

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Witnu Urip Laksana mengatakan, salah satu alasan pihaknya merekomendasikan debat kandidat kedua di luar Makassar dengan melihat kondisi saat ini.

Perusahaan Biofarmasi Jepang Mulai Uji Vaksin Corona pada Hewan
Dunia
Perusahaan Biofarmasi Jepang Mulai Uji Vaksin Corona pada Hewan

Saham Anges melonjak sebanyak 17% dalam perdagangan pagi di Tokyo, dibandingkan dengan kenaikan 5,3% di pasar yang lebih luas.

Rekor, Kasus Corona Tambah 5.444 Kasus
Indonesia
Rekor, Kasus Corona Tambah 5.444 Kasus

Pemerintah kembali melaporkan terjadinya penambahan jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia sebanyak 5.444 kasus pada hari ini, Jumat (13/11).

Pemprov DKI Beberkan Penyebab Penghuni DP 0 Rupiah Klapa Village Rendah
Indonesia
Pemprov DKI Beberkan Penyebab Penghuni DP 0 Rupiah Klapa Village Rendah

Pemprov DKI menetapkan regulasi yang sangat ketat dalam menyaring calon penghuni.

Jokowi Sentil Kapolri dan Mendagri Soal Penegakan Protokol Kesehatan
Indonesia
Jokowi Sentil Kapolri dan Mendagri Soal Penegakan Protokol Kesehatan

“Jadi jangan hanya sekadar imbauan, tapi harus diikuti dengan pengawasan dan penegakan aturan secara konkret di lapangan,” kata Jokowi.

Asman Abnur Tak Gentar meski Kandidat Caketum PAN Lain Didukung Amien Rais
Indonesia
Asman Abnur Tak Gentar meski Kandidat Caketum PAN Lain Didukung Amien Rais

Dukungan dari pendiri PAN Amien Rais disebut sebagai salah satu cara untuk meraih kursi PAN 1.

 Masih Terus Diburu, Polisi Berharap Tidak Ada Spekulasi Aneh-Aneh Soal Harun Masiku
Indonesia
Masih Terus Diburu, Polisi Berharap Tidak Ada Spekulasi Aneh-Aneh Soal Harun Masiku

Asep meminta tak ada pihak yang berspekulasi terkait keberadaan Harun. Dia juga menekankan, Polri berkomitmen membantu KPK untuk menangkap tersangka Harun Masiku.

Nyaris 1.700 Kendaraan Disuruh Putar Balik Dalam Sehari
Indonesia
Nyaris 1.700 Kendaraan Disuruh Putar Balik Dalam Sehari

Polda Metro Jaya secara resmi memulai Operasi Ketupat Jaya 2020 pada Jumat (24/4), pukul 00.00 WIB