Alumni 212 Sebut Polisi Beraninya Sama Emak-emak Ilustrasi. (Foto: pixabay.com)

MerahPutih.com - Presidium Tamasya Almaidah menegaskan penangkapan Asma Dewi oleh polisi merupakan pembungkaman terhadap aktivis Islam yang berupaya kritis terhadap kebijakan pemerintah. Ketua Presidium Tamasya Almaidah Ansufri Idrus Sambo menilai hal itu jelas terlihat dari diskriminasi hukum yang dilakukan kepolisian.

"Jelas ini diskriminasi, Victor Laiskodat yang sudah jelas menyebar kebencian tidak ditangkap, justru polisi menangkap emak-emak," kata Sambo saat gelar konferensi pers di Masjid Baiturahman, Tebet Jakarta Selatan, Kamis (14/9).

Untuk itu kami akan membela Asma Dewi melalui jalur hukum dan jalur lainnya. "Kami akan bela, akan kita siapkan pengacara untuk membebaskan Asma Dewi," ujarnya.

Disinggung apakah akan ada demo besar-besaran untuk solidaritas Asma Dewi, mantan Ketua Presidium Alumni 212 itu mengatakan masih dipertimbangkan. “Kami serahkan kepada emak-emak dari Barisan Emak-Emak Militan (BEM). Tapi untuk sementara masih berupa pembelaan hukum," pungkasnya.

Asma Dewi ditangkap Polisi karena diduga telah mentransfer puluhan juta untuk pengelola akun Saracen.

Sejumlah pengelola Saracen sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka penyebar berita hoax berkonten ujaran kebencian dan SARA oleh penyidik kepolisian. (Fdi)



Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH