Alissa Wahid Ungkap Tiga Wilayah Rawan Konflik Jelang Pilkada Koordinator Jaringan Gusdurian Alissa Wahid. (MP/Teresa Ika)

MerahPutih.com - Menjelang pelaksanaan Pilkada 2018 dan Pilpres 2019, Jaringan Gusdurian mengungkapkan beberapa wilayah yang dinilai rawan konflik akibat ujaran kebencian.

Koordinator Jaringan Gusdurian Alissa Wahid mengatakan, ketiga wilayah tersebut adalah Provinsi Jawa Barat, Kota Pontianak, dan sepanjang pantai timur Sumatera.

"Jawa Barat adalah wilayah yang paling rawan (konflik) karena banyak penyebaran konten ujaran kebencian dan sentimen hate speech tinggi," ujar Allisa di Yogyakarta, Kamis (4/1).

Pemetaan tersebut dilakukan melihat pada konten-konten di dunia maya. Para Gusdurian mencontohkan arus pembicaraan online, yang kemudian mengalisis zona rawan tersebut.

Wilayah kedua yang rawan dipecah belah hate speech adalah sepanjang timur pulau Sumatera dimulai dari Lampung, hingga Kepulauan Riau. Sedangkan peringkat ketiga diduduki di Kota Pontianak di Kalimantan Barat.

Putri pertama mantan presiden Abdurrahman Wahid ini menjelaskan, hampir seluruh ujaran kebencian tersebut berbau agama dan saling menjelekkan antaragama.

"Ada juga unsur memecah suku dan etnis tapi pakai ayat-ayat agama," tandasnya.

Ia melanjutkan, daerah dengan tingkat kerawanan sedang adalah Kota Makkasar di Sulsel, serta di daerah tapal kuda di Provinsi Jawa Timur.

Selain itu, Alissa juga mengatakan bahwa Twitter menjadi media sosial yang paling banyak dipakai pelaku untuk menyebarkan hoax dan ujaran kebencian. Dalam seminggu, Gusdurian mencatat ada belasan ribu informasi sesat dan penuh kebencian disebarkan di Twitter.

"Mungkin karena Twitter media yang paling cepat memviralkan informasi dibanding Facebook. Maka itu, lebih sering dipakai," pungkasnya.

Seperti diketahui, pada 2018 ada 171 daerah yang akan mengadakan pemilihan pimpinan daerah baik tingkat kota, kabupaten hingga provinsi. (Teresa Ika)


Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH