Aliran Uang Panas e-KTP ke Anggota DPR Gunakan Kode Minuman Alkohol Irvanto Hendra Pambudi mengenakan baju tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/3). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

MerahPutih.com - ‎Karyawan PT Murakabi Sejahtera Muhammad Nur alias Ahmad menjadi salah satu saksi untuk terdakwa Setya Novanto dalam sidang perkara korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin (12/3).

Dalam kesaksiannya, Ahmad mengungkapkan kode yang digunakan untuk menyamarkan uang panas proyek e-KTP. Uang tersebut disamarkan menggunakan kode dengan nama-nama merk minuman alkohol.

Menurut Ahmad, kode tersebut digunakan untuk menyamarkan uang panas proyek e-KTP yang diduga akan diberikan kepada sejumlah anggota DPR di Senayan.

Saat itu, kata Ahmad, Direktur Utama PT Murakabi Sejahtera, yang juga keponakan Setnov, Irvanto Hendra Pambudi meminta mengubah sebutan biru, kuning dan merah dengan nama-nama merk minuman alkohol.

"Waktu itu terakhir Pak Irvanto (ngasih) kertas selembar, dia bilang ini buat senayan dan mengganti dengan kode-kode biru dan kuning dengan nama minuman (alkohol)," kata Ahmad.

Awalnya, jelas Ahmad, Irvanto memberikan sejumlah uang kepada dirinya. Kemudian, setelah uang itu diterima, Irvanto menunjukkan secarik kertas yang berisi sejumlah catatan uang dengan menggunakan kode minuman alkohol.

"Saya melihat agak sekilas, dia bilang sih pokoknya merah dengan Macwayer, kuning dengan Chivas Regal, ‎dan biru dengan Vodka. Ditulis Irvanto di kertas selembar," ungkapnya.

Selain itu, kata Ahmad, Irvanto juga mencacat pembagian uang yang diduga untuk fraksi-fraksi di DPR. Namun, Ahmad mengaku lupa dengan jumlah uang yang diduga akan dibagikan ke tiga fraksi di DPR tersebut.

"Saya agak lupa. Saya enggak terlalui lihat ada pembagian cuma kode-kode saja," pungkasnya.

Dalam persidangan dua mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto, ada tiga partai besar yang disebut menerima uang panas e-KTP. Tiga partai besar tersebut yakni, Partai Golkar sebesar Rp 150 miliar, Partai Demokrat sebesar Rp 150 miliar, dan untuk PDIP, sejumlah Rp 80 miliar.

Masih dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, ketiga partai besar tersebut disamarkan menggunakan kode warna. Warna merah sendiri ditujukan untuk PDIP, kuning untuk Golkar, dan biru untuk Partai Demokrat. (Pon)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Sidang Lanjutan e-KTP Hadirkan Lima Orang Saksi Ahli


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH