Aliansi BEM Minta Masyarakat Hormati Keputusan Presiden Jokowi Tak Terbitkan Perppu KPK Presiden Jokowi. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Ratusan mahasiswa dan pemuda tergabung dalam Aliansi BEM Menggugat (ABM) menggelar aksi unjuk rasa didepan Istana Negara, Senin (11/11)

Dalam aksinya, para mahasiswa dan pemuda mengajak masyarakat menghormati sikap Presiden yang tidak mau dipaksa-paksa dalam menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) terhadap UU KPK yang baru. Sebab, kata ABM, hak itu merupakan konstitusional.

Baca Juga

Perlu Tidaknya Perppu KPK, Presiden Jokowi Disarankan Lakukan Jajak Pendapat

"Kami tidak ingin ada kegaduhan politik terjadi lagi akibat adanya pihak-pihak yang ingin membangun narasi yang saling membenturkan antar lembaga negara. Tidak ada urgensinya menerbitkan Perppu, kita hormati masyarakat yang menempuh jalur yang digaransi proses hukum secara konstitusi yaitu Judicial Review melalui MK," ungkap Korlap Aksi Muhammad Nur.

Menurutnya, sebagai agent of control, mahasiswa harus mengedepankan nilai-nilai intelektualitas dalam menyampaikan kritik yang membangun dan memberikan solusi atas kondisi kekinian. ABM bersama pemuda Indonesia sangat mendukung jika ada pihak yang melakukan kajian-kajian dan menempuh jalur Judicial Review atas UU KPK yang baru tersebut.

Baca Juga

Jokowi Ogah Teken Perppu KPK karena Alasan Sopan Santun

Kendati demikian, ABM mendukung juga upaya Presiden Jokowi yang sudah menyiapkan nama-nama Dewan Pengawas KPK yang potensial, kredibel, dan mengerti benar persoalan internal KPK.

"Hasil vonis Sofyan Basir di Pengadilan Tipikor yang dinyatakan tidak bersalah bukti KPK sembrono dan perlu di evaluasi. Makanya penting sekali adanya Dewan Pengawas, dan jangan suudzon dulu, kehadiran dewan pengawas tidak akan melemahkan KPK dalam upaya memberantas dan mencegah tindak pidana korupsi," kata Nur.

Ratusan mahasiswa dan pemuda tergabung dalam Aliansi BEM Menggugat (ABM) menggelar aksi unjuk rasa didepan Istana Negara, Senin (11/11)
Ratusan mahasiswa dan pemuda tergabung dalam Aliansi BEM Menggugat (ABM) menggelar aksi unjuk rasa didepan Istana Negara, Senin (11/11). Foto: MP/Kanu

Selain itu, aktivis ABM lainnya Ismail mengajak masyarakat mendukung bersatunya Jokowi dan Prabowo yang memiliki tujuan mulia agar Indonesia semakin maju dan menjaga situasi kembali kondusif.

"Ini adalah sinyal persatuan, sudahi pertikaian yang terjadi saat Pilpres 2019 lalu. Mari dukung Bapak Jokowi dan Prabowo agar bisa mewujudkan Indonesia semakin maju," katanya

Baca Juga

Tak Terbitkan Perppu KPK, Jokowi Sedang Ditekan Partai?

Disela-sela aksinya, massa membawa alat peraga berupa spanduk sebagai sindiran kepada pihak-pihak yang mengklaim kelompok antikorupsi dengan tulisan 'Perppu KPK Ribut ? Giliran Aibon Gate Diem Aje !!'

Di momentum hari Pahlawan ini, massa aksi juga melakukan aksi tabur bunga sebagai pesan agar pemuda Indonesia tidak melupakan jasa para pahlawan.

Baca Juga

Belum Terbitnya Perppu KPK Dianggap Kemunduran Demokrasi

"Teladani perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan. Mereka telah memberikan pengorbanan terbaik untuk bangsa dan negara. Kita doakan NKRI semakin jaya," tandasnya. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH