Alat Pendeteksi COVID-19 Bakal Dipasang di Sejumlah Bioskop Ilustrasi. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

MerahPutih.com - Pemerintah berencana memasang alat deteksi COVID-19 GeNose C19 di sejumlah bioskop.

Rencana ini sudah dibicarakan oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dengan Menparekraf Sandiaga Uno.

"Soal teknisnya nanti dibicarakan dengan Pak Menparekraf," kata Muhadjir dalam keterangan di situs resmi Kemenko PMK, Rabu (10/3).

Baca Juga:

Perpanjang PPKM Mikro, Pemkot Solo Buka Bioskop dan Izinkan Turnamen Piala Menpora

Muhadjir menuturkan, ini adalah upaya menjamin keamanan penonton film. Dia berharap dengan adanya GeNose C19, penikmat film tak ragu untuk datang ke bioskop.

"Sehingga industri perfilman juga para artis, para awak perfilman juga bisa bekerja lebih aman, lebih nyaman," katanya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menjadi plt Menteri Sosial menggantikan Juliari Batubara yang menjadi tersangka korupsi bansos COVID-19. ANTARA/HO-Kemenko PMK
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. ANTARA/HO-Kemenko PMK

Muhadjir juga berbincang dengan aktor dan aktris kawakan yang tengah mengikuti vaksinasi untuk lansia.

Muhadjir menjelaskan, vaksinasi untuk aktor dan aktris kawakan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah. Yaitu untuk menghidupkan industri perfilman nasional yang terhenti di masa pandemi COVID-19.

Baca Juga:

Bioskop di Kota Kupang Kembali Dibuka

Tidak hanya untuk aktor dan aktris lansia, Muhadjir mengatakan, setelah ini pemerintah akan mengupayakan seluruh insan perfilman untuk mendapatkan prioritas vaksin.

"Kami upayakan mereka-mereka yang berusia lebih muda juga akan kita beri prioritas untuk masuk bersama tenaga-tenaga pelayan publik," ungkapnya. (Knu)

Baca Juga:

Pengamat: Industri Film Sebaiknya Tak Lagi Andalkan Bioskop

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Operasi Ketupat Tahun Ini Menyesuaikan Kebijakan Pemerintah Soal Mudik
Indonesia
Pleno Hasil Penelitian Administrasi Persyaratan Calon, Bajo Kurang LHKPN dan Teguh Surat PAW
Indonesia
Pleno Hasil Penelitian Administrasi Persyaratan Calon, Bajo Kurang LHKPN dan Teguh Surat PAW

"Hasil pleno penelitian administrasi persyaratan keempat calon yang maju Pilwakot Solo, hanya milik Gibran yang dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat," kata dia.

Pergub Kerap Jadi Macan Ompong, Perda PSBB DKI Mendesak Diterbitkan
Indonesia
Pergub Kerap Jadi Macan Ompong, Perda PSBB DKI Mendesak Diterbitkan

Perda PSBB mendesak diterbitkan karena sisi penegakan hukumnya sangat kuat.

Pinangki Divonis 10 Tahun, Hakim: Tuntutan Jaksa Terlalu Rendah
Indonesia
Pinangki Divonis 10 Tahun, Hakim: Tuntutan Jaksa Terlalu Rendah

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis 10 tahun penjara dan denda Rp600 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap jaksa Pinangki Sirna Malasari.

[HOAKS atau FAKTA]: Setelah COVID-19, Umat Islam Arab Banyak Yang Murtad
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Setelah COVID-19, Umat Islam Arab Banyak Yang Murtad

Pencarian juga dilakukan menggunakan kata kunci berbahasa Arab

Jokowi Larang Pejabat Gelar Bukber Hingga Open House
Indonesia
Jokowi Larang Pejabat Gelar Bukber Hingga Open House

Dua kegiatan itu diminta untuk ditiadakan oleh Jokowi bukan tanpa sebab

Jawaban Masalah Darurat Sampah Makanan Indonesia
Indonesia
Jawaban Masalah Darurat Sampah Makanan Indonesia

11,5 persen sampah makanan dihasilkan pada proses konsumsi

DPR Kritik Rencana Hilangnya Lowongan CPNS Guru
Indonesia
DPR Kritik Rencana Hilangnya Lowongan CPNS Guru

rekrutmen P3K guru sebelumnya, sudah membuat trauma para guru yang dijanjikan karena yang sudah diterima lulus tes, faktanya sudah 1 tahun lebih belum terima SK.

Bencana Melanda, Pemerintah Harus Cermat Bikin Mitigasi
Indonesia
Bencana Melanda, Pemerintah Harus Cermat Bikin Mitigasi

Pemerintah pusat harus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah guna mengoptimalkan kewaspadaan.

49 Hari Operasi Yustisi, Tim Gabungan Lakukan Penutupan Tempat Usaha 1.925 Kali
Indonesia
49 Hari Operasi Yustisi, Tim Gabungan Lakukan Penutupan Tempat Usaha 1.925 Kali

Ada sebanyak 73.806 personel gabungan yang diterjunkan dalam rangka Operasi Yustisi ini