Alat Bantu Pasien Kaki Bengkok Tersedia di RSUD Tangerang, Ditanggung BPJS
Bengkel Ortotik Prostetik di RSUD Kota Tangerang Banten. (Foto: ANTARA/HO-Dinkes)
MerahPutih.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang Banten siap membantu pasien kaki bengkok. Rumah sakit tersebut menyediakan alat bantu penyangga kaki bagi pasien, tepatnya di Bengkel Ortotik Prostetik rumah sakit tersebut.
“Selain pembuatan kaki palsu, kami pun menyediakan alat bantu penyangga tubuh seperti sepatu AFO -Ankle Foot Orthosis- dan KAFO -Knee Ankle Foot Orthosis-. Untuk kaki pasien bengkok yang disebut Conginetal Talipes Equines Varus -CTEV-,” kata Direktur RSUD Kota Tangerang, dr O.U Taty Damayanti dalam keterangannya di Tangerang, Rabu (28/2) seperti dilansir Antara.
Baca Juga:
Data Kemenkes 114 Petugas Pemilu Wafat, BPJS Hanya Cairkan Santunan 44 Ahli Waris
Bengkel Ortotik Prostetik sudah menangani pasien sejak April 2023. Tujuannya untuk membantu penyandang disabilitas dengan cara membuat kaki palsu dan alat penunjang lainnya.
BPJS Kesehatan juga sudah menanggung layanan tersebut, sehingga memudahkan pasien dalam berkonsultasi, berobat dan menerima layanan.
Pembuatan kaki palsu memakan waktu dua minggu. Akan dilakukan juga pemeriksaan terhadap pasien untuk mengetahui ukuran kaki agar hasilnya tepat.
Baca Juga:
Masyarakat Tangerang cukup membawa surat rujukan dari faskes pertama apabila ingin mendapatkan layanan ini. Kaki palsu tersebut dapat diperbarui tiap lima tahun sekali, dan ditanggung juga oleh BPJS atau gratis.
“Layanan Bengkel Ortotik Prostetik ini juga terbuka untuk pasien umum dengan pilihan jenis kaki palsu. Kami akan melayani pasien BPJS sama dengan pasien umum lainnya,” tutupnya. (ikh)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo