Alasan Warga yang Pernah Positif COVID-19 Tak Divaksin dr Dante Saksono Harbuwono. Foto: Istimewa

Merahputih.com - Pemberian vaksin COVID-19 sudah mulai dilakukan di Indonesia dengan tenaga kesehatan menjadi penerima awal. Salah satu syarat untuk menerima vaksinasi saat ini adalah tidak pernah terinfeksi virus corona.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan, orang yang pernah positif COVID-19 biasanya sudah mempunyai antibodi. Antibodi tersebut adalah kekebalan atau imunitas terhadap COVID-19.

"Jadi tidak perlu lagi," kata Dante kepada wartawan usai mendapatkan vaksin corona di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta pada Kamis (14/1).

Baca Juga

Istana Cuma Nasehati Raffi Ahmad yang Hadiri Acara Pesta Usai Vaksinasi COVID-19

Walaupun antibodi tersebut bisa turun, tetapi pemberian vaksin diprioritaskan yang belum terkena. "Sehingga mempunyai imunitas," lanjut dia.

Ia juga menjelaskan vaksin COVID-19 yang disuntikkan ini akan membentuk imunitas buatan agar tubuh bisa membentuk antibodi.

Menkes dan Wamenkes baru, Jakarta, Rabu (23/12/2020). (Humas Kemenkes)
Menkes dan Wamenkes baru, Jakarta, Rabu (23/12/2020). (Humas Kemenkes)

Imunitas sendiri ada dua jenis. Yaitu imunitas alamiah atau imunitas yang terbentuk setelah mengalami infeksi COVID-19 dan imunitas buatan seperti vaksin yang distimulasi menggunakan antigen tertentu.

"Nah ini makannya kenapa kita pilih orang-orang yang belum terkena COVID-19, karena terbentuknya imunitas ini dilakukan secara buatan," lanjutnya.

Baca Juga

Setelah Raffi, Giliran Ariel Noah Disuntik Vaksin COVID-19

Ia juga memastikan, pemerintah belum menetapkan aturan khusus terkait sanksi bagi penolak vaksinasi COVID-19. "Sekarang belum ada sanksi atau belum ditetapkan punishment (hukuman) kepada orang yang tidak mau divaksin," ujar Dante.

Kemenkes akan mengupayakan pendekatan persuasif untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang urgensi vaksinasi. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anak dan Lansia Penuhi CFD, Polisi Bakal Lakukan Evaluasi
Indonesia
Anak dan Lansia Penuhi CFD, Polisi Bakal Lakukan Evaluasi

Maraknya anak-anak dan lansia ini yang bakal jadi bahan evaluasi. Apalagi sampai ada anak yang hilang dari orang tuanya.

1.362 Pegawai KPK Jalani Proses Alih Status Jadi ASN
Indonesia
1.362 Pegawai KPK Jalani Proses Alih Status Jadi ASN

Ribuan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menjalani proses pergantian status menjadi aparatur sipil negara (ASN).

UU Nomor 5 Tentang ASN Paling Sering Diuji di MK
Indonesia
UU Nomor 5 Tentang ASN Paling Sering Diuji di MK

Regulasi manajemen ASN yang saat ini sudah berlaku memang memerlukan waktu yang cukup untuk dapat dipahami

 Kapolri Beberkan Sejumlah Polwan yang Bakal Jabat Kepala Kepolisian
Indonesia
Kapolri Beberkan Sejumlah Polwan yang Bakal Jabat Kepala Kepolisian

Argo mengatakan, Kapolri pada awal Maret 2020 menyampaikan rencana untuk menunjuk Polwan yang berprestasi dan ditempatkan pada jabatan strategis di Polri dalam waktu satu hingga tiga bulan mendatang.

Selain COVID-19, Kasus DBD di Indonesia Alami Lonjakan
Indonesia
Selain COVID-19, Kasus DBD di Indonesia Alami Lonjakan

"Artinya angka ini sesuatu yang agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya," katanya

Flyover Tanjung Barat-Lenteng Agung Pangkas Jarak dan Waktu Tempuh
Indonesia
Flyover Tanjung Barat-Lenteng Agung Pangkas Jarak dan Waktu Tempuh

"Flyover U Turn (berputar) dapat memangkas baik dari segi jarak maupun waktu tempuh," kata Hari

125 Ribu Jamaah Laksanakan Umrah di Arab Saudi, Tak Ada yang Terinfeksi COVID-19
Indonesia
125 Ribu Jamaah Laksanakan Umrah di Arab Saudi, Tak Ada yang Terinfeksi COVID-19

Pelaksanaan umrah sendiri akan dimulai pada 1 November mendatang

Kasus COVID-19 di AS Capai Angka 1.122.486, Kematian 65.735
Dunia
Kasus COVID-19 di AS Capai Angka 1.122.486, Kematian 65.735

Trump menyebut Tiongkok transparan dan sanggup mengatasi corona secara efektif sejak dini.

Sidang Benur, Edhy Prabowo Ungkap Alasan Angkat Timses Jokowi Jadi Stafsus
Indonesia
Sidang Benur, Edhy Prabowo Ungkap Alasan Angkat Timses Jokowi Jadi Stafsus

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengungkapkan alasannya mengangkat Andreau Misanta Pribadi, sebagai Staf khusus.

Ketika Gibran Dinilai Kurang Berpengalaman untuk Maju Pilwali Solo
Indonesia
Ketika Gibran Dinilai Kurang Berpengalaman untuk Maju Pilwali Solo

Pengalaman Gibran di birokrasi cenderung nihil dan karir politiknya tergolong baru.