Alasan Waketum Gerindra Salahkan Jokowi Terkait Penangkapan Andi Arief Politisi Demokrat Andi Arief usai ditangkap kasus narkoba (ist)

MerahPutih.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengungkapkan alasannya menuding Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penangkapan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief karena kasus narkoba.

"Kenapa Joko Widodo wajib kita salahkan dalam menyikapi pengunaan narkoba yang paling meningkat jumlahnya di Indonesia di era pemerintahan Joko Widodo," kata Arief Poyuono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/3).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono

Menurutnya, penyelundupan narkoba yang berhasil masuk ke Indonesia di era Presiden Jokowi jumlahnya jauh lebih besar ketimbang keberhasilan aparat dalam membongkar kasus-kasus narkoba.

"Ini kata seorang mantan pejabat Badan Narkotika Nasional (BNN), Benny Mamoto," imbuhnya.

Berdasarkan survei BNN, kata Arief Poyuono keberhasilan aparat penegak hukum dalam mengungkap penyelundupan narkoba baru sekitar 10 persen.

"Nah artinya 90 persen ini bentuk kegagalan Joko Widodo dalam pemberantasan peredaran narkoba di Indonesia," ujar Arief.

Kenyataan tersebut, lanjut dia, juga menunjukkan bahwa Indonesia masih merupakan wilayah sasaran penyelundupan jaringan narkoba internasional.

"Karena permintaan konsumsi narkoba masih tetap tinggi. Maka korban dari peredaran narkoba yang kayak model Andi Arief hingga berjumlah jutaan," ungkapnya.

Karena itu, dia mengaku heran dengan pernyataan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf yang menanggap dirinya gagal paham lantaran menyalahkan sang capres petahana dalam kasus narkoba Andi Arief.

"Kok kita bilang Andi Arief korban kegagalan Joko Widodo dalam hal pemberantasan peredaran narkoba, banyak tim (TKN) sana engga nyampe pikirannya. Dimana penguna narkoba yang korban peredaran narkoba disebabkan oleh gagalnya pemerintah," tegasnya.

"Pemberantasan narkoba itu dalam sebuah negara merupakan tanggung jawab seorang presiden dalam melindungi warga negara dari kerusakan-kerusakan jiwa dan mental akibat narkoba," pungkasnya.

Sebelumnya Arief Poyuono menilai Andi Arief hanya menjadi korban kegagalan rezim Joko Widodo. Pasalnya, kata dia, peredaran narkoba di era Jokowi semakin massif.

"Andi Arief Cuma jadi korban kegagalan Pemerintah Joko Widodo dalam pemberantasan narkoba di Indonesia," kata Arief kepada wartawan, Senin (3/3).

Arief Poyuono kembali menegaskan bahwa Andi Arief merupakan korban. Karena itu, dia menyarankan petinggi partai berlambang Mercy itu untuk segera direhabilitasi.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief

"Maka Andi Arief harus segera direhabilitasi saja dari ketergantungan narkoba di rumah rehabilitasi dari ketergantungan narkoba milik negara," ujar dia.

Lebih lanjut, Arief Poyuono meminta semua pihak tidak mempolitisasi kasus narkoba yang menjerat anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

"Tidak perlu dipolitisasi karena itu bukan cara untuk menyembuhkan Andi Arief yang merupakan korban dari ketergantungan narkoba," tandasnya. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH