PT KCI Temukan 16 Penumpang KRL Reaktif COVID-19 Seusai Tes Antigen Acak Kereta Rel Listrik (KRL) melintas di kawasan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (31/5). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

MerahPutih.com - Layanan kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek terus beroperasi bagi masyarakat selama masa pandemi COVID-19, termasuk saat aktivitas dibatasi secara lebih ketat.

Volume pengguna KRL pada Rabu kemarin hingga pukul 20.00 WIB mencapai 340.441 pengguna atau turun 3 persen dibandingkan waktu yang sama pada Selasa (22/6).

Baca Juga

Empat Calon Penumpang KRL di Stasiun ini Reaktif COVID-19, Langsung Dilaporkan ke Puskesmas

Tren penurunan ini sejalan dengan aturan dari pemerintah yang meminta masyarakat kembali beraktivitas dari rumah.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, KRL sebagai transportasi tetap tersedia untuk mereka yang benar-benar masih harus beraktivitas di luar rumah maupun memiliki keperluan mendesak.

“Hal itu untuk untuk melindungi sesama,” kata Anne dalam keterangannya, Kamis (24/6).

Kereta Rel Listrik (KRl) masuk stasiun Tanjung Barat. Foto: MP/Andika
Kereta Rel Listrik (KRl) masuk stasiun Tanjung Barat. Foto: MP/Andika

Untuk melindungi kesehatan para pengguna dan petugas, KAI Commuter menerapkan protokol kesehatan dan menggelar tes acak antigen di sejumlah stasiun.

Pada Rabu (23/6), dari 120 tes acak antigen di enam stasiun, ditemukan lima orang calon pengguna reaktif. Mereka reaktif telah dicegah untuk naik KRL dan selanjutnya datanya diserahkan kepada puskesmas setempat.

Dengan demikian, dalam tiga hari pertama tes acak antigen ini total telah ada 450 calon pengguna KRL yang dites dengan 16 orang hasilnya reaktif.

Selain melindungi sesama pengguna KRL dari risiko penularan COVID-19, kesediaan mengikuti protokol kesehatan dan tes acak antigen juga akan melindungi para petugas yang selama pendemi ini terus melayani pengguna KRL dari garis terdepan.

Selain itu ribuan petugas juga telah mendapatkan vaksin sebagai bagian dari sasaran vaksinasi pemerintah untuk petugas layanan publik.

"Kami secara bertahap akan mencapai seluruh petugas,” kata Anne. (Knu)

Baca Juga

Anies Terapkan WFH 75 Persen, Penumpang KRL Turun 13 Persen

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Baintelkam Cium Adanya Penyelewengan Dana Otonomi Khusus Papua
Indonesia
Baintelkam Cium Adanya Penyelewengan Dana Otonomi Khusus Papua

Dugaan penyelewengan ini sudah tercium oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan penggunaan tidak untuk peruntukannya.

PPKM Darurat, Ibu Hamil Disarankan Nonton Drama Korea
Indonesia
PPKM Darurat, Ibu Hamil Disarankan Nonton Drama Korea

Selain menyaksikan hiburan yang bisa membuat ibu hamil senang, Indah juga mengingatkan agar selalu mengkonsumsi makananan dan minuman yang bergizi.

 Meringankan Beban Warga Terdampak PPKM Darurat
Indonesia
Meringankan Beban Warga Terdampak PPKM Darurat

"Sebagai warga kurang mampu kami sangat terdampak dengan PPKM Darurat. Namun, karena ini sudah menjadi keputusan pemerintah, hanya bisa mengikuti saja," kata Sugito.

Babi Ngepet di Depok Cuma Rekayasa, Polisi Tangkap Pelaku
Indonesia
Babi Ngepet di Depok Cuma Rekayasa, Polisi Tangkap Pelaku

Polres Metro Depok menangkap seorang pria berinisial AI dalam kasus penyebaran hoaks penangkapan babi ngepet di Bedahan, Sawangan, Depok.

UU Cipta Kerja Jadi Materi yang Disiapkan Anies dalam RPP Belajar Online
Indonesia
UU Cipta Kerja Jadi Materi yang Disiapkan Anies dalam RPP Belajar Online

"UU Cipta Kerja sebagai materi pembelajaran, makanya kita berikan bahan ajarnya, kalau tidak ada RPP justru guru akan kesulitan," ujar Anies

Kubu AHY Tantang Anak Buah Moeldoko Buktikan Bukti Baru Kasus Hambalang
Indonesia
Kubu AHY Tantang Anak Buah Moeldoko Buktikan Bukti Baru Kasus Hambalang

"Silakan jika para penegak hukum ingin membuka kasus ini kembali," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra

IDI Prediksi Vaksin Bisa Cegah Varian Baru Virus Corona
Indonesia
IDI Prediksi Vaksin Bisa Cegah Varian Baru Virus Corona

Pada kesempatan yang sama Zubairi Djoerban mengaku tak bisa membayangkan bila mutasi virus corona berkode B117 itu masuk ke Indonesia. Pasalnya, mutasi virus ini 71% lebih menular ketimbang virus corona awalnya.

Respons Komjen Listyo Namanya Masuk Bursa Terkuat Calon Kapolri
Indonesia
Respons Komjen Listyo Namanya Masuk Bursa Terkuat Calon Kapolri

Listyo menyebut tidak mengetahui mengapa isu liar tersebut bisa berkembang.

Judicial Review UU Ciptaker, Hakim MK Diminta Berpihak ke Rakyat
Indonesia
Judicial Review UU Ciptaker, Hakim MK Diminta Berpihak ke Rakyat

Undang-Undang Cipta Kerja telah sungguh-sungguh mengangkangi Undang-Undang Dasar 1945

Olimpade Tokyo: Pasangan Tiongkok Kandaskan Praveen/Melati Dua Gim Langsung
Indonesia