Alasan PSBB, Said Didu Kembali Mangkir dari Pemeriksaan Said Didu. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/Koz/am)

MerahPutih.com - Mantan Sekertaris Kementerian BUMN Said Didu kembali tidak memenuhi panggilan Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan pencemaran nama baik Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Kuasa hukum Said Didu, Helvis mengatakan, saat ini pandemi virus corona belum berakhir dan pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih berlaku.

Baca Juga:

Khawatir Corona, Said Didu Mangkir Panggilan Polisi atas Dugaan Penghinaan Luhut

"Kami mengajukan surat permohonan kepada penyidik agar Pak Said Didu diperiksa di kediamannya. Pada prinsipnya ia siap diperiksa kalau di kediamannya. Lalu, saat ini pandemi virus corona belum berakhir dan PSBB masih berlaku. Ini juga sesuai Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang darurat kesehatan masyarakat COVID-19," kata kuasa hukum , Helvis kepada wartawan, Senin (11/5).

Helvis melanjutkan, hal ini juga sesuai sarana hukum pasal 113 KUHAP yang menjelaskan jika seseorang tersangka atau saksi yang dipanggil memberi alasan yang patut dan wajar bahwa ia tidak dapat datang kepada penyidik yang melakukan pemeriksaan.

Kemudian, jika alasan itu dinilai patut dan wajar, penyidik yang datang ke kediaman saksi atau tersangka itu.

"Patut dan wajar ini kan subjektif. Kalau menurut penyidik tidak patut dan wajar ya tidak apa-apa. Di Indonesia ini kan boleh saja beda pendapat," ucapnya.

Said Didu. ANTARA/dokumentasi
Said Didu. ANTARA/dokumentasi

Helvis juga mengingatkan penilaian patut dan wajar sesuai fungsi diskresi yang dimiliki penyidik diatur dalam UU pasal 18 ayat 1 dan 2 2002.

Dalam pasal itu disebutkan, kepentingan umum pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya dapat bertindak menurut penilaiannya sendiri.

Ia menambahkan, keputusan penyidik terkait permohonannya nanti akan disampaikan pada pukul 15.00 WIB jika mereka setuju Said Didu siap diperiksa dan tidak ada masalah. Namun, jika tidak, ia menyerahkan semua wewenang tersebut kepada pihak kepolisian.

Baca Juga:

Empat Klaster Corona Merajalela di Yogyakarta

Said Didu dilaporkan ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik. Said menyebut Luhut hanya memikirkan uang. Hal itu diunggah ke akun Youtube MSD, yang berdurasi 22:45 menit dengan judul 'MSD: Luhut Hanya Pikirkan Uang, Uang dan Uang'.

Said Didu disangkakan Pasal 45 Ayat (3) jo Pasal 27 Ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 14 Ayat (1), (2) dan/atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana. (Knu)

Baca Juga:

Cegah COVID-19 Meluas di Jakarta, Pemprov Godok Pergub Larangan Pendatang

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Terciduk Tak Pakai Masker, Puluhan Orang di Solo Dihukum Bersihkan Sungai
Indonesia
Terciduk Tak Pakai Masker, Puluhan Orang di Solo Dihukum Bersihkan Sungai

"Semua orang yang terjaring operasi yustisi kita kumpulkan lalu dibawa ke salah satu sungai di tengah kota untuk membersihkan dari sampah," kata Arif.

  196 Masjid Masih Adakan Salat Tarawih, Kemenag Solo: Sebaiknya Beribadah di Rumah Saja
Indonesia
196 Masjid Masih Adakan Salat Tarawih, Kemenag Solo: Sebaiknya Beribadah di Rumah Saja

"Kami melakukan pendataan di lapangan masih menemukan ada 196 masjid yang belum patuh akan SE Kemenag Solo," ujar Musta'in.

Sandiaga Uno Minta Masyarakat Tak Lengah Selama PSBB Transisi
Indonesia
Sandiaga Uno Minta Masyarakat Tak Lengah Selama PSBB Transisi

RIB melaporkan angka peserta rapid test yang terdeteksi positif COVID-19 di Jakarta hingga saat ini berkisar dua persen

Pemerintah Janji Perbaiki Komunikasi Politik Ihwal COVID-19, Dimulai dari Vaksin
Indonesia
Pemerintah Janji Perbaiki Komunikasi Politik Ihwal COVID-19, Dimulai dari Vaksin

Ada beberapa tahapan sampai akhirnya vaksin diproduksi massal

Kata Bima Arya Usai Dinyatakan Positif Virus Corona
Indonesia
Kata Bima Arya Usai Dinyatakan Positif Virus Corona

Bima mengklaim, COVID-19 ini bisa mengenai siapa saja meski banyak sembuh.

Tim Sukarelawan MER-C Indonesia Bertolak ke Jalur Gaza
Indonesia
Tim Sukarelawan MER-C Indonesia Bertolak ke Jalur Gaza

Tim supervisi MER-C Indonesia, baru bisa berangkat ke Gaza setelah mendapatkan izin masuk ke Mesir dan Gaza dari otoritas setempat

Seluruh Pasien COVID-19 di Secapa AD Dinyatakan Sembuh
Indonesia
Seluruh Pasien COVID-19 di Secapa AD Dinyatakan Sembuh

Sejumlah langkah penanganan dilakukan pascakasus COVID-19 ditemukan di Secapa AD. Salah satunya Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Hegarmanah.

Penghapusan Pasal Migas di UU Cipta Kerja Dinilai Mencurigakan
Indonesia
Penghapusan Pasal Migas di UU Cipta Kerja Dinilai Mencurigakan

Menurut Ray, hal ini tidak bisa dianggap enteng.

Kasus Jiwasraya, Bos PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto Divonis Seumur Hidup
Indonesia
Kasus Jiwasraya, Bos PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto Divonis Seumur Hidup

Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto divonis seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.