Alasan Polisi Tembak Mati Terduga Teroris Sukoharjo Jenazah terduga teroris Ikhsan Abdullah alias Muhamad Jihad Ikhsan (22) tiba di rumah duka di Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (12/7). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Aparat kepolisian menembak mati terduga teroris asal Sukoharjo, Ikhsan Abdullah alias Muhamad Jihad Ikhsan karena hendak melawan saat ditangkap petugas.

Ikhsan diringkus Densus 88 Antiteror saat bersepeda di Jalan Lurik Ngruki, RT 05/RW 17, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Baca Juga

Terduga Teroris di Sukoharjo Tewas, Kuasa Hukum Keluarga Pertanyakan Penyebab Kematian

Pria berusia 22 tahun itu sempat dirawat 24 jam di RS Bhayangkara dan RSUP dr Kariadi Semarang. MJI akhirnya meninggal dunia pada Sabtu (11/7) sekira pukul 17.20 WIB.

"Saat akan dilakukan perlawanan tersangka IA melawan dengan menggunakan senjata tajam sehingga dilakukan penindakan terarah dan terukur," ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Minggu (12/7).

Penangkapan MJI merupakan pengembangan dari penyidikan Densus 88, berkaitan dengan Karyono Widodo, penyerang Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni di Tawangmangu, Minggu (21/7)

"Membahayakan petugas sehingga diambil tindakan," lanjutnya.

Jenazah terduga teroris Ikhsan Abdullah alias Muhamad Jihad Ikhsan (22) tiba di rumah duka di Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (12/7). (MP/Ismail)
Jenazah terduga teroris Ikhsan Abdullah alias Muhamad Jihad Ikhsan (22) tiba di rumah duka di Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (12/7). (MP/Ismail)

Argo menyebut selain MJI, rentetan tersangka kasus penyerangan itu juga ada seorang perempuan berinisial IS warga Semarang Utara Kota Semarang.

Kemudian ada 2 orang lainnya Y dan W, warga Boyolali. Y seorang pedagang ikan sementara W sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek online.

Kelompok ini berafiliasi dengan ISIS, yang juga berencana meledakkan markas polisi di Lampung. Saat ini Y, IS dan W ditahan untuk pengembangan penyidikan selanjutnya.

Upaya penangkapan terhadap IA merupakan hasil pengembangan penyidikan Densus 88 berkaitan dengan Karyono Widodo, penyerang Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni di Tawangmangu pada Minggu 21 Juni 2020 lalu.

Argo menyebut, selain IA, terdapat sejumlah tersangka terkait kasus penyerangan tersebut, yakni seorang perempuan berinisial IS yang merupakan warga Semarang Utara, Kota Semarang.

Kemudian ada dua orang lainnya inisial Y dan W, warga Boyolali. Y seorang pedagang ikan, sementara W sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek daring.

Baca Juga

Terduga Teroris yang Ditangkap Saat Sepedaan Berkaitan dengan Pembacokan Wakapolres Karanganyar?

"Kelompok ini berafiliasi dengan ISIS, yang juga berencana meledakkan markas polisi di Lampung," tutur Argo.

Saat ini Y, IS dan W telah ditahan untuk pengembangan penyidikan selanjutnya. Atas perbuatannya, mereka dijerat dengan Pasal 15 Jo 6 dan 15 Jo 7 Undang-Undang Nomor 5 tahun 2018 Tentang Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH