Alasan Polisi Belum Periksa Irjen Napoleon Bonaparte di Kasus Penganiayaan M Kece Irjen Napoleon Bonaparte menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/11/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.

MerahPutih.com - Polisi belum bisa memeriksa Irjen Napoleon Bonaparte terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece. Tindak penganiayaan ini terjadi di dalam sel tahanan di Rutan Bareskrim Polri.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian menyebut pemeriksaan terhadap Napoleon masih menunggu izin dari Mahkamah Agung. Dia mengaku pihaknya sudah mengirim surat terkait hal itu.

Baca Juga

Aniaya M Kece, Apa yang Ingin Ditunjukan Irjen Napoleon Bonaparte?

"Menunggu izin MA (untuk pemeriksaan Napoleon), surat permohonan sudah dilayangkan," ujar Andi saat dikonfirmasi wartawan, Senin (4/10).

Selain Napoleon, kata Andi, pemeriksaan empat tersangka lainnya juga masih menunggu izin Mahkamah Agung. Hingga kini, masih belum ada balasan dari pihak Mahkamah Agung.

Adapun pemeriksaan ini nantinya bertujuan agar segera melengkapi berkas perkara dalam dugaan penganiayaan Muhammad Kece.

Andi juga menegaskan, tak ada oknum petugas jaga rutan Bareskrim yang terlibat secara pidana di kasus tersebut.

"Kalau di pidana, tidak ada keterlibatan oknum petugas," tegasnya.

 YouTuber Muhammad Kece, tersangka dugaan penistaan agama tiba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/8/2021). (ANTARA/Laily Rahmawaty)
YouTuber Muhammad Kece, tersangka dugaan penistaan agama tiba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/8/2021). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Sebelumnya, Penyidik Bareskrim Polri telah menetapkan terpidana korupsi Irjen Napoleon Bonaparte sebagai tersangka atas kasus dugaan penganiayaan terhadap M Kece.

Penetapan tersangka itu dilakukan setelah dilakukannya gelar perkara.

"Kemarin penyidik Bareskrim Polri telah melaksanakan gelar perkara dan setelah gelar perkara, telah ditetapkan tersangka terhadap kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap saudara MK," kata Kabag Penum Div Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Rabu (29/9).

"Hasil gelar perkara telah ditetapkan tersangka sebanyak lima orang atas nama NB, DH, YW, A dan HP," sambungnya.

Lalu, saat ditanyakan peran daripada lima tersangka tersebut. Ramadhan belum bisa menjelaskan secara rinci, karena kasus ini masih terus berproses.

"Penyidik menerapkan kasus penganiayaan Juncto pengeroyokan sesuai dengan Pasal 170 ayat 1 Juncto 35 ayat 1. (Peran NB dan kawan-kawan) Nanti masih diproses, kasus ini masih berjalan. Kita tunggu saja nanti," tutupnya. (Knu)

Baca Juga

Tiga Sejawat Irjen Napoleon Ikut Langgar Aturan Saat Penganiayaan M Kece

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Tunggu Putusan Perpanjangan PPKM Darurat
Indonesia
Polisi Tunggu Putusan Perpanjangan PPKM Darurat

Sambodo pun belum menjelaskan secara rinci terkait penerapan penyekatan PPKM Darurat. Dia hanya memastikan Polda Metro Jaya akan mengikuti apapun kebijakan pemerintah nanti.

Anies Klaim 5 Juta Warga Jakarta Sudah Divaksin COVID-19
Indonesia
Anies Klaim 5 Juta Warga Jakarta Sudah Divaksin COVID-19

Pemprov DKI pada awal bulan Juli ini saja sudah mencapai 5 juta orang yang tervaksin COVID-19.

Mall di Jakarta 100 Persen Tutup, Banyak Warga Bingung Cari Makanan
Indonesia
Mall di Jakarta 100 Persen Tutup, Banyak Warga Bingung Cari Makanan

Tak jarang ada masyarakat yang menyempatkan diri mampir ke mall meski sudah ditutup

Anti Radikalisme Masuk Materi Seleksi CPNS 2021
Indonesia
Anti Radikalisme Masuk Materi Seleksi CPNS 2021

Materi TKP ini bertujuan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan

PSI Dukung Pembatalan Perpanjangan Kontrak Swastanisasi Air
Indonesia
PSI Dukung Pembatalan Perpanjangan Kontrak Swastanisasi Air

Fraksi PSI mendukung rekomendasi KPK untuk membatalkan rencana perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PAM Jaya dan PT Aetra Air Jakarta dan meminta agar Pemprov DKI segera melakukan proses transisi pengambilalihan pengelolaan air bersih dari swasta.

Mayat Wanita Korban Pembunuhan Gegerkan Warga Cengkareng
Indonesia
Mayat Wanita Korban Pembunuhan Gegerkan Warga Cengkareng

Mayat wanita ditemukan tewas di kontrakannya di Jalan Galunggung, RT 05 RW 15, Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Korban tersebut berinisial RM (30), warga Cengkareng Barat.

Kasus Pidana Perbankan Dirut Bosowa Corporindo di Bareskrim Berujung Damai
Indonesia
Kasus Pidana Perbankan Dirut Bosowa Corporindo di Bareskrim Berujung Damai

Bareskrim Polri menjelaskan alasan penerbitkan Surat Penghentian Penyidikan (SP3) tindak pidana perbankan dengan tersangka Direktur Utama PT Bosowa Corporindo Sadikin Aksa.

Dua Anggota DPRD Solo dari PDIP Terpapar COVID-19
Indonesia
Dua Anggota DPRD Solo dari PDIP Terpapar COVID-19

Kedua anggota tersebut bernama adalah Hartanti dan Elizabeth Pudjiningati.

Airlangga Tegaskan Pemerintah Terus Mengakselerasi Percepatan Vaksinasi
Indonesia
Airlangga Tegaskan Pemerintah Terus Mengakselerasi Percepatan Vaksinasi

Vaksinasi dosis ketiga sebagai booster kepada tenaga kesehatan juga telah dilakukan kepada 713.068 orang sedangkan vaksinasi anak usia 12-17 tahun telah dilakukan kepada 2,77 juta anak dengan dosis pertama dan 1,9 juta anak dosis kedua.

Vaksin COVID-19 Datang, Pemerintah Pede Ekonomi Segera Bangkit
Indonesia
Vaksin COVID-19 Datang, Pemerintah Pede Ekonomi Segera Bangkit

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan mengawal vaksin COVID-19 dari aspek keselamatan dan efektivitas sejak kedatangannya di Indonesia.