Alasan Pemprov DKI BST Tahap Dua Tertunda hingga Maret Plh Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi mengecek pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) di SMPN 27 Jakarta Pusat, Johar Baru, Senin (25/1/2021). (ANTARA/Livia Kristianti)

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta menunda penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap dua ke warga terdampak pandemi COVID-19. Alasannya karena ada pemutakhiran data penerima melalui mekanisme musyawarah kelurahan dengan melibatkan peran serta masyarakat.

Meski demikian, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pencairan BST tahap dua akan disalurkan pada minggu kedua bulan Maret ini. Disalurkan secara serentak lewat rekening Bank DKI.

"Alhamdulillah juga sudah dilaksanakan. Ada penerima manfaat yang meninggal dunia, pindah dari Kota Jakarta, perubahan status perkawinan, dan telah memiliki penghasilan tetap," ujar Riza dalam diskusi virtual "Balkoters Talks", Rabu (10/3).

Baca Juga:

Tahap Kedua, 959 Ribu Warga Telah Terima BST Pemprov DKI

Politikus Gerindra ini juga menuturkan, terjadi penambahan jumlah penerima BST tahap dua dari penyaluran BST tahap pertama pada bulan Januari 2021 lalu.

Tahap dua, kata Riza, ada sekitar 1.805.216 penerima manfaat. Angka ini bertambah dari tahap pertama sebesar 1.192.098 keluarga penerima manfaat (KPM).

Orang nomor dua di Jakarta ini mengungkapkan, program BST sangat efektif dalam menunjang kesejahteraan masyarakat dalam masa pandemi COVID-19.

"BST merupakan salah satu upaya perlindungan sosial dari pemerintah, baik dari pusat maupun dari daerah, melalui bantuan sosial yang dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar selama masa pandemi," terang dia.

Warga menunjukan buku tabungan dan kartu debit usai mengambil Bantuan Sosial Tunai (BST) di SMAN 111, Jakarta, Selasa (19/1/2021). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
Warga menunjukan buku tabungan dan kartu debit usai mengambil Bantuan Sosial Tunai (BST) di SMAN 111, Jakarta, Selasa (19/1/2021). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.

Menurutnya, keuntungan program BST bukan hanya pada penerima, namun juga tempat usaha di sekitarnya. BST ini menggerakkan ekonomi warga, pasalnya peredaran uang merata di seluruh wilayah.

"Kalau sekarang dengan uang, maka yang pertama kita yang menerima, membeli sembako di sekitar rumah, warung-warung, pasar," ujar dia.

Baca Juga:

Pemprov DKI Dalami Pemotongan Bansos BST Aduan Warga

Kemudian juga, lanjut Riza, masyarakat memiliki keleluasaan untuk memilih jenis sembako mana yang akan mereka beli menggunakan dana BST. Ia juga memastikan jumlah uang yang diterima dipastikan utuh dengan nominal Rp300 ribu.

"Kalau dulu ditentukan sembakonya apa saja. Sekarang tidak ditentukan. Terima uang, silakan pilih sembako yang dibutuhkan, mau beli beras, mau beli terigu, mau beli gula, mau beli minyak, dan sebagainya. Yang penting jangan beli rokok dan miras," pungkasnya. (Asp)

Baca Juga:

Penyaluran BST di DKI Jakarta Berjalan Lancar

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tarik Hutang Luar Negeri, Cadangan Devisa Capai USD138 Miliar di April 2021
Indonesia
Tarik Hutang Luar Negeri, Cadangan Devisa Capai USD138 Miliar di April 2021

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 10,0 bulan impor atau 9,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Hinca Pandjaitan Minta Polisi Bubarkan KLB Ilegal Partai Demokrat di Sumut
Indonesia
Hinca Pandjaitan Minta Polisi Bubarkan KLB Ilegal Partai Demokrat di Sumut

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat (PD) Hinca Pandjaitan meminta pihak kepolisian membubarkan agenda yang diduga ilegal karena tidak ada izinnya.

Demo Formula E Ricuh, KPK Minta Laporan Dugaan Korupsi Lewat Saluran Dumas
Indonesia
Demo Formula E Ricuh, KPK Minta Laporan Dugaan Korupsi Lewat Saluran Dumas

Publik juga bisa memanfaatkan saluran online Pengaduan Masyarakat KPK

Pemprov DKI Minta Buruh Sabar soal UMP DKI 2022
Indonesia
Pemprov DKI Minta Buruh Sabar soal UMP DKI 2022

"Jadi, terkait UMP, sabar saja dulu," ujar Andri saat dikonfirmasi awak media, Kamis (11/11).

Wagub Jabar: Mang Oded Wafat di Hari Baik
Indonesia
Wagub Jabar: Mang Oded Wafat di Hari Baik

Uu Ruzhanul Ulum mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya pria yang akrab disapa Mang Oded tersebut.

Pemkot Bogor Terima Aset Eks BLBI Senilai Rp 345 Miliar
Indonesia
Pemkot Bogor Terima Aset Eks BLBI Senilai Rp 345 Miliar

Ada sekitar Rp 500 miliar total aset yang diberikan kepada Pemerintah Kota Bogor dan 7 kementerian dan lembaga tersebut.

 PSU Pilgub Kalsel Sementara Dimenangkan Petahana
Indonesia
PSU Pilgub Kalsel Sementara Dimenangkan Petahana

Hitung cepat yang ditampilkan bukan merupakan hasil resmi perhitungan perolehan suara, karena penetapan hasil rekapitulasi dilakukan secara berjenjang sesuai tingkatannya dalam rapat pleno terbuka.

Alasan Polda Metro Jemput Haris Azhar dan Fatia KontraS
Indonesia
Alasan Polda Metro Jemput Haris Azhar dan Fatia KontraS

Polda Metro Jaya membenarkan hendak melakukan penjemputan terhadap Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti.

 RK: Nonton Balap di Sirkuit Mandalika Lebih Bagus Dari Bukit
Indonesia
RK: Nonton Balap di Sirkuit Mandalika Lebih Bagus Dari Bukit

Sirkuit kebanggaan Indonesia ini sangat baik dan tak kalah dengan sirkuit lainnya di dunia.

Kominfo Perbaiki Sejumlah Jaringan Komunikasi yang Rusak Akibat Bencana Alam di NTT
Indonesia
Kominfo Perbaiki Sejumlah Jaringan Komunikasi yang Rusak Akibat Bencana Alam di NTT

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan aksi pemulihan terhadap infrastruktur telekomunikasi yang terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).