Alasan Pemerintah Tak Perlu Reaktif Tanggapi 'Manuver' Din Syamsuddin Cs Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo. (Foto: Istimewa)

Merahputih.com - Pengamat politik Karyono Wibowo menilai, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dibentuk Din Syamsuddin cs merupakan bagian dari ekspresi demokrasi.

Ia berharap aaksi menyelamatkan Indonesia yang diklaim sebagai gerakan moral itu memiliki semangat yang sama, yaitu dilandasi oleh semangat persatuan dan gotong-royong untuk menyelamatkan Indonesia dari pandemi COVID-19 dan pelbagai permasalahan yang tengah dihadapi saat ini.

"Jika semangatnya untuk memperkuat pondasi demokrasi, maka kehadiran KAMI sebagai gerakan oposisi dibutuhkan di tengah lemahnya oposisi di parlemen," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) itu kepada Merahputih.com di Jakarta, Rabu (5/8).

Baca Juga

Restu Megawati Jadi Penghalang Jokowi Rombak Kabinet Indonesia Maju

Menurut Karyono, pemerintah tidak perlu reaktif dan alergi terhadap berbagai ragam kritik yang disampaikan oleh tokoh-tokoh KAMI.

Pun sebaliknya, Din Syamsudin dan sejumlah tokoh yang bergabung atau mendukung gerakan KAMI jangan marah atau alergi jika publik mengkritik langkah mereka.

"Itulah konsekuensi dari negara demokrasi dimana kita harus saling menerima perbedaan pendapat," ujarnya.

Dengan begitu, masyarakat bisa sependapat dan sebaliknya bisa berbeda dengan Din Syamsudin cs dalam memandang persoalan bangsa saat ini.

"Namun demikian, meskipun ada perbedaan pandangan tetapi saya yakin 100 persen ada kesamaan rasa di antara kita dengan tokoh-tokoh yang tergabung di KAMI yaitu perasaan yang sama dalam mencintai tanah air Indonesia," jelasnya.

Pengamat politik kritik DPR dan serikat buruh terkait omnibus law
Pengamat Politik Karyono Wibowo (Screenshot youtube.com)

Sejumlah tokoh dari berbagai elemen yang selama ini kritis terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), menggelar pradeklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Jakarta pada Minggu (2/8).

Tokoh-tokoh yang hadir dalam pradeklarasi KAMI, yakni mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, pakar filsafat Rocky Gerung, ahli hukum tata negara Refly Harun, dan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu.

Kemudian ada Abdullah Hehamahua, M.S. Ka'ban, Syahganda Nainggolan, Prof. Anthony Kurniawan, Prof. Rohmat Wahab, Ahmad Yani, Adhie M. Massardi, Moh. Jumhur Hidayat, Ichsanudin Noorsy, Hatta Taliwang, Marwan Batubara, Edwin Sukowati, Joko Abdurrahman, Habib Muhsin Al Atas, Tamsil Linrung, Eko Suryo Santjojo, Prof. Chusnul Mariyah, dan Sri Bintang Pamungkas.

Din Syamsuddin dalam acara pradeklarasi itu mengungkapkan bahwa KAMI merupakan gerakan moral seluruh elemen dan komponen bangsa untuk menyelamatkan Indonesia.

“KAMI, pada pemahaman saya adalah sebuah gerakan moral seluruh elemen-elemen dan komponen bangsa lintas agama, suku, profesi, kepentingan politik kita bersatu, kita bersama-sama sebagai gerakan moral untuk menyelamatkan Indonesia,” ujar Din.

Baca Juga:

Vaksin COVID-19 Buatan Indonesia Diproduksi Massal 2021

Sementara, menurut Refly Harun, pembentukan KAMI dilakukan lantaran pemerintah dianggap belum dapat memenuhi seluruh hak konstitusional masyarakat, yakni melindungi, mencerdaskan, dan mensejahterakan bangsa.

"Negara abai melaksanakan tugasnya, karena kalau kita sudah terlindungi, kita sudah cerdas, kita sudah sejahtera, maka tidak perlu lagi orang turun ke jalan. Tidak perlu lagi orang buat KAMI lagi dan sebagainya," kata Refly.

"Tetapi karena pemerintah atau penguasa belum mampu atau tidak mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya maka kemudian jangan salahkan kalau komponen masyarakat memenuhi hasrat dan keinginannya sendiri tentu dengan jalan yang konstitusional juga," ungkapnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kekurangan Kebutuhan Oksigen Capai 575 Ton Per Hari
Indonesia
Kekurangan Kebutuhan Oksigen Capai 575 Ton Per Hari

"Kami mendapatkan tugas mencari sumber-sumber oksigen tambahan, baik dari peningkatan kapasitas produksi maupun impor," kata Agus.

PKS Persilakan Kantornya di Seluruh Indonesia Disulap Jadi Tempat Vaksinasi
Indonesia
PKS Persilakan Kantornya di Seluruh Indonesia Disulap Jadi Tempat Vaksinasi

Kendala program vaksinasi, termasuk kurangnya tempat harus segera diselesaikan

Percepat Herd Immunity, Kapolri Luncurkan 34 Bus Vaksinasi COVID-19 Keliling
Indonesia
Percepat Herd Immunity, Kapolri Luncurkan 34 Bus Vaksinasi COVID-19 Keliling

Langkah ini dilakukan sebagai wujud percepatan atau akselerasi agar segera terciptanya Herd Immunity terhadap COVID-19 atau virus corona.

Kodim 0617 Majalengka Lakukan Vaksinasi Pada Santri
Indonesia
Kodim 0617 Majalengka Lakukan Vaksinasi Pada Santri

"Ini penting untuk memberikan pesan kepada publik bahwa vaksinasi Covid-19 tidak bertentangan dengan syariat," ujar KH Maman Imanulhaq

PPKM Diperpanjang, Tempat Perbelanjaan-Restoran Wajib Tutup Jam 20.00 Malam
Indonesia
PPKM Diperpanjang, Tempat Perbelanjaan-Restoran Wajib Tutup Jam 20.00 Malam

Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari tanggal 26 Januari hingga 8 Februari 2021.

KUHP Anyar Mendesak Disahkan
Indonesia
KUHP Anyar Mendesak Disahkan

Hukum berubah sesuai dengan perubahan masyarakat (ubi societas ibi ius). Oleh sebab itu, sudah saatnya UU hukum pidana yang sudah berumur lebih dari 100 tahun ini diubah.

Disebut Sempat Dekati Pimpinan KPK, Ini Jawaban Wali Kota Tanjungbalai
Indonesia
Disebut Sempat Dekati Pimpinan KPK, Ini Jawaban Wali Kota Tanjungbalai

Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial buka suara soal sempat disebut menghubungi Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli.

Pemkot Solo Cabut SE Anak di Atas 5 Tahun Boleh Ngemal
Indonesia
Pemkot Solo Cabut SE Anak di Atas 5 Tahun Boleh Ngemal

Dalam SE tersebut anak di atas 5 tahun boleh berpergian ke pusat keramaian seperti mal, pusat perbelanjaan, pasar tradisional.

[HOAKS atau FAKTA]: Air Rebusan Bawang Putih Bisa Sembuhkan COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Air Rebusan Bawang Putih Bisa Sembuhkan COVID-19

Rebusan air bawang putih tersebut telah dibuktikan keefektifannya oleh seorang dokter muslim Tiongkok beserta banyak pasien COVID-19.

Waspadai Cuaca Ekstrem Hantui Sejumlah Wilayah di Tanah Air
Indonesia
Waspadai Cuaca Ekstrem Hantui Sejumlah Wilayah di Tanah Air

"Perlu diwaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau badai petir serta angin kencang di berbagai wilayah," tulis pernyataan Kedeputian Bidang Meteorologi BMKG