Alasan Pemerintah Tak Buru-Buru Tetapkan Gelombang Ketiga COVID-19 Ilustrasi Omicron. Foto: Pixabay/Alexandra_Koch

Merahputih.com - Pemerintah memantau perkembangan lonjakan varian Omicron sebelum menyatakan Indonesia sudah masuk gelombang ketiga pandemi.

Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan kenaikan kasus positif COVID-19 yang terjadi sepekan terakhir masih permulaan dan berpotensi terus meningkat hingga awal Maret 2022.

"Kami masih membutuhkan waktu untuk memantau tren tersebut jika dibandingkan dengan gelombang kedua yang lalu," kata Wiku dalam jumpa pers, Rabu (2/2).

Baca Juga:

96 Persen Pasien COVID-19 Omicron Berhasil Sembuh

Saat ini, lebih baik mencegah lonjakan terjadi semakin parah dengan meningkatkan disiplin protokol kesehatan serta menggencarkan vaksinasi agar sistem kesehatan tidak kolaps diterjang lonjakan pandemi.

"Jangan sampai terus terjadi kenaikan, sesuai dengan arahan presiden terkait evaluasi PPKM, pemerintah akan terus menggencarkan program vaksinasi serta menyiapkan stok obat-obatan di apotek," ucapnya.

Wiku menyebut evaluasi kebijakan untuk pengetatan aktivitas masyarakat akan terus dilakukan sesuai dengan evaluasi mingguan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM.

"Pemerintah akan terus memantau tren kasus bersamaan dengan optimalisasi upaya pengendalian dan pencegahan penularan di berbagai lini dan sektor sosial ekonomi masyarakat," papar Wiku.

Baca Juga

Hasil Studi: Vaksin Keempat Kurang Efektif Cegah Omicron

Satgas mencatat kenaikan kasus secara nasional yang melonjak menjadi 56 ribu kasus dalam satu pekan ini. Angka ini meningkat hingga 40 kali lipat jika dibandingkan dengan awal Januari lalu.

Wiku menyebut, peningkatan kasus positif ini terjadi cukup tajam dan dalam waktu yang singkat. Sedangkan pada kasus positif hariannya tercatat telah mencapai 16 ribu kasus per 1 Februari kemarin.

Angka ini lebih tinggi daripada penambahan harian saat gelombang pertama pada Desember 2020 lalu. Kenaikan tajam kasus positif ini menjadikan positivity rate harian dari pemeriksaan antigen dan PCR mencapai enam.

Padahal sebelumnya, kata Wiku, positivity rate harian nasional sempat konsisten berada di angka nol hingga dua.

“Tentunya kenaikan kasus positif ini sudah seharusnya menjadi peringatan bagi kita semua untuk kembali merefleksikan kedisiplinan kita terhadap protokol kesehatan,” kata dia.

Baca Juga:

Alasan Wagub DKI Izinkan G20 di Jakarta meski Kasus Omicron Tinggi

Kabar baiknya, meskipun terjadi lonjakan tajam kasus positif, namun tidak diikuti oleh peningkatan kasus kematian yang tajam. Wiku menyebut, angka kematian saat ini meningkat 14 kali lipat jika dibandingkan pada 1 Januari lalu.

Kendati demikian, jumlah ini masih jauh lebih sedikit jika dibandingkan pada gelombang pertama di akhir 2020 lalu. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Mencampur Urine dengan Garam Dapat Deteksi Kehamilan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Mencampur Urine dengan Garam Dapat Deteksi Kehamilan

Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa kehamilan dapat dideteksi dengan cara mencampur urine dengan garam.

Mahasiswa Bakal Demo di DPR hingga Istana, Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
Indonesia
Mahasiswa Bakal Demo di DPR hingga Istana, Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Sejumlah elemen masyarakat termasuk mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) akan menggelar aksi unjuk rasa Kamis, (21/4). Rencananya, demo akan digelar di tiga lokasi yakni Patung Kuda, DPR/MPR dan Harmoni.

Calon Pj Gubernur DKI Bahtiar Dinilai Mampu Harmonisasikan Pusat-Daerah
Indonesia
Calon Pj Gubernur DKI Bahtiar Dinilai Mampu Harmonisasikan Pusat-Daerah

DPRD DKI Jakarta telah menyerahkan tiga nama calon Pj Gubernur DKI ke Kemendagri pada Rabu (14/9) kemarin.

Tim SAR Hentikan Pencarian 17 Korban Kebakaran Kapal di NTT
Indonesia
Tim SAR Hentikan Pencarian 17 Korban Kebakaran Kapal di NTT

Data penumpang yang terverifikasi ikut menumpang Kapal Cepat Cantika Expres 77 mencapai 360 orang terdiri dari 323 selamat dan 20 meninggal serta 17 dinyatakan hilang.

Cuma dari Aset Dua Koruptor, Lelang KPK Raup Rp 3,4 Miliar
Indonesia
Cuma dari Aset Dua Koruptor, Lelang KPK Raup Rp 3,4 Miliar

Lelang barang rampasan dari terpidana Pejabat Kemenkeu Yaya Purnomo dan eks Dirut PT HNW Sutrisno.

PKS Minta Pemprov DKI Serius Pencegahan Hepatitis Akut di Sekolah
Indonesia
PKS Minta Pemprov DKI Serius Pencegahan Hepatitis Akut di Sekolah

Ibu Kota Jakarta tengah dihantui dengan penyebaran hepatitis akut misterius yang banyak menyerang anak-anak dan orang dewasa. Data terkini, kasus hepatitis akut di DKI sudah mencapai 21 kasus.

Ada Indikasi Unsur Pidana di Balik Konser Berdendang Bergoyang
Indonesia
Ada Indikasi Unsur Pidana di Balik Konser Berdendang Bergoyang

Konser Berdendang Bergoyang yang menyedot animo ribuan penonton di Istora Senayan menuai kontroversi.

 Bharada E Siap Jalani Persidangan
Indonesia
Bharada E Siap Jalani Persidangan

Sehari sebelum pelimpahan, Selasa (4/10), Bharada E bersama tersangka lain kasus pembunuhan berencana Brigadir J menjalani pemeriksaan kesehatan. Selain itu, Bharada E juga menjalani konseling psikologis.

Demokrat soal Koalisi Perubahan: Sebentar Lagi Capai Titik Kesepakatan
Indonesia
Demokrat soal Koalisi Perubahan: Sebentar Lagi Capai Titik Kesepakatan

"Dalam pembicaraan dari laporan tim kecil itu semakin lama semakin dekat dan pada titiknya kita akan mencapai kesepakatan," tutur Andi