Alasan Pemerintah Perpanjang Pengetatan Masa Larangan Mudik Pelaksanaan tes cepat antigen di pos penyekatan di Lampung. (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

MerahPutih.com - Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang masa pengetatan pascalarangan mudik hingga 31 Mei 2021. Aturan ini khusus bagi pelaku perjalanan antardaerah di dalam Pulau Sumatera dan pelaku perjalanan dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa.

Hal ini tertuang di dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan COVID-19 tentang Perpanjangan Masa Berlaku Addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021.

Baca Juga

Mudik Tak Lapor RT/RW, Rumah Warga Surabaya Ditempeli Stiker Peringatan

Latar belakang dari perpanjangan masa pengetatan, yaitu karena adanya peningkatan kasus positif COVID-19 di hampir semua provinsi di Sumatera.

"Dan masih adanya sekitar 60% masyarakat yang belum kembali ke Pulau Jawa," kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemhub) Adita Irawati dalam keterangan resminya kepada wartawan, Selasa (25/5).

Dengan adanya aturan tersebut, lanjut dia, maka para pelaku perjalanan udara, laut, dan penyeberangan dari Sumatera wajib menunjukkan dokumen negatif COVID-19 hasil tes antigen yang berlaku 1x24 jam hingga 31 Mei 2021 mendatang.

Random test COVID-19 secara intensif untuk penumpang angkutan bus di Sumatera dan mandatory check terhadap penumpang yang akan menyeberang dari pelabuhan Bakauheni juga akan terus dilakukan hingga 31 Mei 2021.

"Ini untuk memastikan para pelaku perjalanan dalam kondisi sehat (bebas COVID-19) dan tidak terjadi penularan ke daerah lain,” tutur Adita.

Tangkapan layar dari Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati dalam konferensi pers virtual Satgas COVID-19 di Jakarta, Kamis (13/5/2021) (ANTARA/Prisca Triferna)
Tangkapan layar dari Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati dalam konferensi pers virtual Satgas COVID-19 di Jakarta, Kamis (13/5/2021) (ANTARA/Prisca Triferna)

Selain itu, kata Adtia, berdasarkan hasil evaluasi, kebijakan pengendalian transportasi yang dilakukan pemerintah pusat maupun daerah pada masa peniadaan mudik Tahun 2021 berjalan dengan baik terlihat dari jumlah pergerakan penumpang di semua moda transportasi publik yang turun signifikan.

"Dari evaluasi yang kami lakukan, terjadi penurunan pergerakan penumpang antara masa peniadaan mudik dibandingkan hari biasa sebelum masa peniadaan mudik. Hal ini bisa menjadi indikasi masyarakat menyadari bahaya di balik aktivitas mudik, sebagai hasil dari komunikasi dan sosialisasi yang sangat intensif dilakukan,“ ujarnya.

Adita mengatakan kebijakan peniadaan mudik berlangsung pada 6-17 Mei 2021, sedangkan sebelum dan sesudahnya dilaksanakan masa pengetatan syarat perjalanan pra peniadaan mudik (22 April-5 Mei 2021) dan pascapeniadaan mudik (18-24 Mei 2021).

Kemenhub mencatat total pergerakan penumpang di fase pra peniadaan mudik, masa peniadaan mudik dan pascapeniadaan mudik (22 April-24 Mei 2021) mencapai sekitar 5,6 juta orang.

Khusus pada masa peniadaan mudik 6-17 Mei 2021, tercatat jumlah rata-rata harian pergerakan penumpang turun sekitar 81 persen jika dibandingkan dengan jumlah rata-rata harian pergerakan penumpang di hari biasa sebelum peniadaan mudik.

“Kami mengapresiasi kesadaran dari masyarakat yang patuh terhadap ketentuan peniadaan mudik, sekaligus membantu mencegah meluasnya kasus positif COVID-19 di Indonesia,” pungkasnya. (Knu)

Baca Juga

Dites COVID-19 Usai Mudik, Puluhan Warga Tanjung Duren Reaktif COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Anies Sebut Solusi Banjir Jakarta Tunggu Musim Kemarau
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Anies Sebut Solusi Banjir Jakarta Tunggu Musim Kemarau

Dalam artikel tersebut tidak ada pernyataan Gubernur Anies yang mengatakan “SOLUSI BANJIR ITU MUDAH TINGGAL TUNGGU MUSIM KEMARAU.”

Penggagas KLB Demokrat Menyesal Pernah Dukung SBY Jadi Ketum
Indonesia
Penggagas KLB Demokrat Menyesal Pernah Dukung SBY Jadi Ketum

Darmizal mengaku saat itu dirinya mengumpulkan ketua DPD dan DPC untuk mendukung SBY menjadi orang nomor satu di partai berlambang Mercy biru tersebut.

Jegal Warga Mudik Lebaran, Pemprov DKI bakal Tutup Terminal
Indonesia
Jegal Warga Mudik Lebaran, Pemprov DKI bakal Tutup Terminal

Pemprov DKI juga berniat akan melakukan penutupan di sejumlah terminal. Menurut Riza, kebijakan itu diambil sebagai antisipasi lonjakan jumlah pemudik yang hendak pergi dalam rentang waktu tersebut.

Perbaikan Ekonomi Lambat Tapi Pasti
Indonesia
Perbaikan Ekonomi Lambat Tapi Pasti

Perbaikan ekononi seiring jumlah dosis vaksin yang disuntikkan kepada masyarakat Indonesia untuk mencapai herd immunity.

Juliari Batubara Minta Tak Diseret-seret di Kasus Bansos Saat OTT KPK
Indonesia
Juliari Batubara Minta Tak Diseret-seret di Kasus Bansos Saat OTT KPK

Juliari didakwa menerima suap dengan total Rp 32,48 miliar secara bertahap

KPK Akui Kinerja Penindakan Terkendala Akibat Pandemi COVID-19
Indonesia
KPK Akui Kinerja Penindakan Terkendala Akibat Pandemi COVID-19

Demikian disampaikan Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto dalam jumpa pers Capaian Kinerja bidang Penindakan KPK Semester I/2021 di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (24/8).

BNNP DKI Gencar Berantas Narkoba di Tempat Hiburan Malam
Indonesia
BNNP DKI Gencar Berantas Narkoba di Tempat Hiburan Malam

"Kami akan gencar melaksanakan operasi penangkapan di tempat hiburan," kata Kepala BNNP DKI Jakarta, Brigjen Tagam Sinaga

Rizieq Shihab Mau Pakai Monas, Begini Kata Wagub DKI
Indonesia
Rizieq Shihab Mau Pakai Monas, Begini Kata Wagub DKI

Pemprov DKI Jakarta belum mengetahui kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat akan dipakai Rizieq Shihab untuk kegiatan Reuni Akbar PA 212.

Buntut Pengusiran Jurnalis, Wali Kota Bobby Pilih Selesaikan Masalah
Indonesia
Buntut Pengusiran Jurnalis, Wali Kota Bobby Pilih Selesaikan Masalah

Pemkot Medan akan membuat ruang bagi wartawan di Balai Kota Medan agar memudahkan memantau agenda Wali Kota.

Begini Komentar Artis GA Usai Diperiksa Dalam Kasus Dugaan Video Porno
Indonesia
Begini Komentar Artis GA Usai Diperiksa Dalam Kasus Dugaan Video Porno

GA yang mengenakan masker ini lebih memilih bungkam dan langsung masuk ke mobilnya