Alasan 'Parasite' Layak Dapatkan Penghargaan di Golden Globe 2020 Film Parasite raih penghargaan di Golden Globe 2020 (Sumber: Barunson E&A)

PENDUDUK Korea harus berterimakasih pada sosok Bong Joong-ho. Lewat tangan dinginnya, sutradara jenius tersebut mampu membuat film Korea berjaya di Hollywood. Karya masterpiecenya yang berjudul Parasite meraih award untuk kategori Best Foreign-Language Film di Golden Globe 2020.

Seolah mencetak sejarah, film tersebut menjadi film Korea pertama yang meraih penghargaan Golden Globe. Jika biasanya film asing menjadi sorotan usai memenangkan penghargaan, Parasite sudah mencuri perhatian sejak awal perilisannya pada Juni 2019.

Baca juga:

Selain Parasite, Karya Bong Joon-ho Ini Layak Memenangkan Golden Globe

Meskipun tema yang diangkat cukup klise yakni isu sosial, Joong-ho mampu mengemasnya dengan unik dan menarik. Ia mampu meracik Parasite sehingga film ini memiliki nuansa yang jauh berbeda dari film Korea atau film thriller Barat lainnya.

Kejeniusan Bong Joong-ho di film ini pun membuat Parasite menuai pujian dari kritikus dunia. Banyak kritikus yang memprediksi film ini akan menggebrak perfilman Hollywood. Berikut sejumlah alasan mengapa film Parasite layak dinobatkan sebagai film terbaik dunia:

1. Mengekspresikan Kekacauan dengan Sangat Terorganisir

Film Parasite
Cast dan sutradara film Parasite (Foto: CJ Entertainment)

Jika kekacauan dalam film Joker dikhawatirkan bisa menginspirasi kekerasan di kehidupan nyata tak demikian dengan film Parasite. Kekerasan yang ditampilkan di film Parasite begitu rapi dan terorganisir. "Saya harus sangat teliti dalam menyampaikan kekacauan ini pada para penonton," ujar Joong-ho.

Joong-ho mengungkapkan cara yang ia lakukan untuk menghasilkan kekacauan yang sangat terorganisir adalah dengan membuat storyboard seteliti mungkin. "Storyboard yang sudah dibuat disusun sesuai urutannya mulai dari pembukaan hingga klimaks. Film yang sudah dibuat dibuat persis seperti storyboardnya" bebernya.

Baca Juga:

Tren Stylish di Red Carpet Golden Globe 2020

2. Tidak Terduga

Keluarga dalam Film Parasite
Keluarga kaya dalam film Parasite (Sumber: Barunson E&A)

Sejak awal kita menyaksikan film tersebut, sulit menebak apa yang akan terjadi dari satu adegan ke adegan lain. Ketika menerka-nerka, tak jarang tebakan penonton meleset. Alur tak terduga yang ditampilkan mampu menciptakan ketegangan tak biasa dalam diri penonton.

3. Potret Realita Masyarakat Menengah Ke Bawah di Korea

Film Parasite
Potret miskin Korea Selatan, "numpang" Jaringan Wi-fi tetangga (Sumber: Barunson E&A)

Bagi kamu penikmat film Korea, karakter si kaya dan si miskin tentu tak pernah absen dari drama Korea. Namun jika diperhatikan, rumah yang dihuni oleh si tokoh miskin atau pakaian yang dikenakan oleh mereka tidak merepresentasikan kemiskinan. Atribut yang dikenakan masuk kategori layak.

Seolah tak ingin lepas dari ciri khas drama Korea pada umumnya, karakter si kaya dan si miskin juga ditampilkan di film Parasite. Namun, penyajian si kaya dan si miskin dalam film ini jauh berbeda dari film Korea yang sering kamu nikmati.

Atribut yang disematkan pada si miskin benar-benar menggambarkan si miskin. Dalam film ini, kemiskinan tokoh utama digambarkan dengan tempat tinggal keluarganya di goshiwon (tempat tinggal berukuran kecil).

4. Ketimpangan Sosial yang Nyata

Film Parasite
Pesta mewah si kaya (Sumber: Barunson E&A)

Isu sosial yang satu ini tak hanya merepresentasikan Korea tetapi juga terjadi di berbagai tempat di seluruh dunia, ketimpangan sosial. Mereka melihat uang dengan cara yang berbeda.

Tokoh si kaya dengan mudah menghamburkan uang untuk hal-hal tidak penting seperti piknik keluarga atau merayakan pesta ulang tahun. Sementara si miskin harus hidup irit hingga bekerja serabutan demi mendapatkan uang. Keduanya juga memiliki pendekatan yang berbeda akan kehidupan.

Dalam film ini digambarkan permasalahan keluarga yang dihadapi si kaya seputar pendidikan atau psikologis si anak. Si kaya rela mengeluarkan uang dengan jumlah besar demi fasilitas terbaik dan termewah meskipun tak dibutuhkan oleh anak-anaknya.

Mudahnya mereka dalam mengeluarkan uang membuat mereka tidak bisa berpikir kritis dan justru bersikap naif. Sebaliknya, si miskin selalu bisa melihat peluang yang ada meskipun harus memanfaatkan kenaifan si kaya. (avi)

Baca juga:

Aktris dengan Make-up Terbaik di Golden Globe 2020

Kredit : iftinavia


Iftinavia Pradinantia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH