Alasan PAN Tolak Revisi UU Pemilu Wakil Ketua DPP PAN Viva Yoga Mauladi (ANTARA FOTO)

MerahPutih.com - Partai Amanat Nasional (PAN) menolak revisi Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Revisi UU Pemilu diketahui masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) 2021.

Penolakan itu disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga, menanggapi sejumlah pihak yang mengusulkan agar angka Presidential Threshold dan Parliamentary Threshold diubah menjadi lebih moderat.

Baca Juga

PKB Tak Masalahkan Ambang Batas 'Parlementary Treshold' Ditingkatkan

Anak buah Zulkifli Hasan ini menegaskan, partainya berkukuh untuk tetap menerapkan pasal-pasal yang termaktub di dalam UU Pemilu saat ini untuk kontestasi mendatang.

"Termasuk sistem pemilu, alokasi kursi per dapil, konversi suara ke kursi, parliamentary threshold 4% yang hanya berlaku di tingkat DPR RI, dan presidential threshold 20% kursi DPR RI atau 24% perolehan suara sah nasional," kata Viva Yoga kepada wartawan, Rabu, (27/1).

Waketum DPP PAN Viva Yoga Mauladi
Waketum Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi Foto: vivayogamauladi.com

Viva Yoga mengungkapkan alasan partainya menolak revisi UU Pemilu. Menurut dia, saat ini masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan dan pemerintah juga sedang berusaha untuk menekan penyebaran COVID-19. Apalagi, saat ini banyak bencana alam melanda Indonesia.

"PAN mengajak berempati terhadap kondisi bangsa karena jangan sampai ada persepsi publik bahwa partai politik tidak peduli dengan penderitaan masyarakat dengan mempertontonkan tarik ulur perdebatan pasal-pasal di revisi UU Pemilu," ujarnya.

Baca Juga

Ketua MPR Usul Ambang Batas Parlemen Naik Jadi 6-7 Persen

Selain itu, Viva Yoga juga menilai, perdebatan UU Pemilu lebih menitikberatkan pada kepentingan subyektif partai politik. Dikatakan, UU Nomor 7 tahun 2017 hanya digunakan sebagai pedoman dan aturan pada satu kali pemilu di tahun 2019.

"Perlu pembahasan secara kolektif antar pimpinan parpol yang memperhatikan aspirasi masyarakat," pungkas Viva Yoga. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Berkas Perkara Rampung, Djoko Tjandra cs Segera Duduk di Kursi Pesakitan
Indonesia
Berkas Perkara Rampung, Djoko Tjandra cs Segera Duduk di Kursi Pesakitan

Kejaksaan Agung memastikan berkas perkara 4 tersangka kasus penghapusan red notice terpidana hak tagih (cessie) Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra sudah lengkap.

Pemerintah Siapkan Pengendalian Transportasi untuk Sukseskan Larangan Mudik
Indonesia
Pemerintah Siapkan Pengendalian Transportasi untuk Sukseskan Larangan Mudik

Masukan ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun aturan terkait pengendalian transportasi

IDI Sarankan Alat Salat Dicuci Secara Rutin
Indonesia
IDI Sarankan Alat Salat Dicuci Secara Rutin

Selama sirkulasi dalam masjid dirasakan baik, maka tidak masalah salat di dalam masjid

Kejagung Terus Periksa Saksi Dugaan Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan
Indonesia
Kejagung Terus Periksa Saksi Dugaan Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan

Penanganan kasus ini sudah naik status dari penyelidikan ke penyidikan berdasarkan pada surat penyidikan Nomor: Print-02/F.2/Fd.02/2021.

Update COVID-19 DKI: Total Kasus Sembuh Sebanyak 389.445 Orang
Indonesia
Update COVID-19 DKI: Total Kasus Sembuh Sebanyak 389.445 Orang

Dengan positivity rate 9,4 persen, penambahan kasus positif hari ini mencapai 884 jiwa.

PDIP Klaim Menangkan 4 Pilkada di Sumbar
Indonesia
PDIP Klaim Menangkan 4 Pilkada di Sumbar

Berdasarkan hitung cepat, PDIP berhasil menempatkan 4 kader partai menjadi kepala daerah di Pilkada Sumatera Barat.

Sisi Lain PSG Vs Muenchen: Adu Sprint Alphonso Davies-Kylian Mbappe
Indonesia
Sisi Lain PSG Vs Muenchen: Adu Sprint Alphonso Davies-Kylian Mbappe

Alphonso Davies dikenal sebagai satu di antara peluru yang melaju kencang milik Bayern Munchen

PTM di Kota Tarakan Ditunda Sampai 8 Agustus
Indonesia
PTM di Kota Tarakan Ditunda Sampai 8 Agustus

Sekolah yang boleh melakukan PTM adalah sekolah yang mendapatkan rekomendasi dari Wali Kota, tapi bila belum mendapatkan rekomendasi maka pembelajaran dengan daring.

Listyo Sigit Calon Kapolri, Ketua Komisi III: Jenderal Muda Ini Bisa Bawa Pembaruan
Indonesia
Listyo Sigit Calon Kapolri, Ketua Komisi III: Jenderal Muda Ini Bisa Bawa Pembaruan

Listyo Sigit dapat menjadi seorang pimpinan Polri yang negarawan

JK Tegaskan Tantangan Seluruh Elemen Bangsa Lepaskan Diri dari COVID-19
Indonesia
JK Tegaskan Tantangan Seluruh Elemen Bangsa Lepaskan Diri dari COVID-19

Semua orang punya peluang dan semangat yang sama untuk berkembang