Alasan Negara Ambil Alih TMII dari Yayasan Harapan Kita Milik Keluarga Soeharto Wisatawan berkendara sepeda motor dan pejalan kaki mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada H+1 Libur Natal 2020, Sabtu (26/12/2020). (ANTARA/HO-Humas TMII).

Merahputih.com - Kementerian Sekretariat Negara mengatakan salah satu alasan dikembalikannya pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita ke Kemensetneg karena rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan agar kualitas pengelolaan aset negara menjadi lebih baik.

“Temuan dari BPK di bulan Januari 2021 untuk laporan hasil pemeriksaan 2020, rekomendasinya harus ada pengelolaan yang lebih dari dari Kemensetneg untuk aset yang dikuasai negara tersebut,” kata Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama, dalam jumpa pers daring di Jakarta, Rabu (7/4).

Baca Juga

Pemprov DKI Tambah Laboratorium Pemeriksaan COVID-19

Sebelum temuan BPK, Kementerian Sekretariat Negara juga telah sejak lama memberikan pengarahan kepada pengelola TMII agar meningkatkan kualitas layanan. Kemudian, audit dilakukan terhadap pengelolaan TMII.

“Kemudian ada tim legal audit dari Fakultas Hukum UGM yang masuk ke sana, kemudian BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) masuk untuk audit finansial, dan terakhir ada temuan dari BPK,” kata dia.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII). (Foto: MerahPutih/Noer Ardiansjah)

Dengan berbagai temuan dan rekomendasi itu, Kemensetneg mengajukan untuk mengambil alih kembali pengelolaan TMII. Setelah pengajuan dari Kementerian Sekretariat Negara, Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 19/2021 tentang Pengelolaan TMII.

Perpres itu menegaskan, penguasaan dan pengelolaan TMII oleh Kementerian Sekretariat Negara serta berakhirnya pengelolaan oleh Yayasan Harapan Kita.

Baca Juga

Kasus COVID-19 Tinggi, DPRD DKI Minta Anies Tambah Tenaga Kesehatan

Menteri Sekretaris Negara. Pratikno, menegaskan, TMII sejak dahulu merupakan aset milik negara di bawah Kementerian Sekretariat Negara. Namun pada 1977, terbit Keputusan Presiden Nomor 51/1977 yang memberikan pengelolaan TMI kepada Yayasan Harapan Kita.

“Jadi Yayasan Harapan kita sudah 44 tahun mengelola aset negara ini yang tercatat di Kementerian Sekretariat Negara, dan kami berkewajiban untuk mengelola, untuk memberikan manfaat seluas-luasnya ke masyarakat," tandas dia. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bank DKI Ajak Warga Rusun Pesakih Kelola Sampah Lewat Aplikasi JakOne
Indonesia
Bank DKI Ajak Warga Rusun Pesakih Kelola Sampah Lewat Aplikasi JakOne

Bank DKI mengajak warga Rusun Pesakih, Jakarta Barat, untuk bergabung dalam pengelolaan sampah melalui aplikasi JakOne.

Gandeng TNI-Polri, Jasa Marga Lakukan Pembatasan dan Pemeriksaan di Jalan Tol
Indonesia
Gandeng TNI-Polri, Jasa Marga Lakukan Pembatasan dan Pemeriksaan di Jalan Tol

Untuk memastikan kelancaran, Jasa Marga Group menyiapkan rambu-rambu dan petugas

Alasan DKI Tambah Waktu Makan di Warteg: Ada Orang Tua Tak Bisa Makan Cepat
Indonesia
Alasan DKI Tambah Waktu Makan di Warteg: Ada Orang Tua Tak Bisa Makan Cepat

Pemprov DKI Jakarta menjelaskan alasan pihaknya mengubah waktu maksimal makan di tempat warung makan, selama masa perpanjangan PPKM Level 4.

Tenang, Kemenhub Siapkan Tiket Go Show 59 Penerbangan Tambahan keluar Lombok
Indonesia
Tenang, Kemenhub Siapkan Tiket Go Show 59 Penerbangan Tambahan keluar Lombok

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan puncak arus balik pergerakan penumpang keluar dari Lombok diprediksi terjadi pada malam Minggu (20/3) atau setelah perhelatan MotoGP selesai. Pihaknya pun melakukan antisipasi terhadap fenomena lonjakan tersebut dengan beberapa persiapan.

Rencana Pemkot Surabaya 'Sulap' Sekolah Jadi Lokasi Isoman Pasien COVID-19 Dapat Perlawanan
Indonesia
Rencana Pemkot Surabaya 'Sulap' Sekolah Jadi Lokasi Isoman Pasien COVID-19 Dapat Perlawanan

Minimal ya harus ada sosialisasi biar enggak terkesan dadakan dan salah paham

Puan: IKN Harus Tampil Menawan
Indonesia
Puan: IKN Harus Tampil Menawan

"Kami bersama-sama datang untuk melihat perkembangan proyek IKN Nusantara sebagai salah satu bentuk pengawasan," kata Puan.

Pengamat: MUI DKI tak Usah Ikut Campur Urusan Anies Diserang Buzzer
Indonesia
Pengamat: MUI DKI tak Usah Ikut Campur Urusan Anies Diserang Buzzer

"Tak bagus jika MUI DKI Jakarta cawe-cawe soal Anies yang sedang diserang buzzer. MUI DKI Jakarta tak usah ikut campur urusan Anies," ujar Ujang di Jakarta, Senin (22/11).

[HOAKS atau FAKTA]: Foto Anies Bersama Pimpinan ISIS
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Foto Anies Bersama Pimpinan ISIS

Beredar informasi di media sosial Facebook berupa foto Gubernur Anies Baswedan dengan Hidayat Nur Wahid dan Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi yang diklaim sebagai pimpinan ISIS.

Pemerintah Diminta Segera Antisipasi Penyakit Hepatitis Misterius
Indonesia
Pemerintah Diminta Segera Antisipasi Penyakit Hepatitis Misterius

Merebaknya kasus hepatitis misterius membuat Ketua DPD RI, LaNyalla Mattalitti, bereaksi. Ia mendesak, pemerintah segera mengambil langkah antisipasi. Menurutnya, penyebaran kasus COVID-19 yang sempat di luar kendali harus menjadi pelajaran.

Sepanjang Libur Lebaran, 7,4 Juta Kendaraan Keluar Masuk Solo
Indonesia
Sepanjang Libur Lebaran, 7,4 Juta Kendaraan Keluar Masuk Solo

Kendaraan roda dua masih mendominasi pergerakan hingga 65 persen setara 4,6 juta kendaraan.