Alasan Mengapa Pemudik Motor Senang Lewat Bekasi Pemudik bersepeda motor melintas di Jalur Pantura Losarang, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (8/6). Sejumlah pemudik berangkat lebih awal guna menghindari kepadatan lalu lintas di kawasan pantura. ANTARA

Merahputih.com - Jalur mudik Bekasi-Cikampek masih menjadi jalur favorit para pemudik yang menggunakan motor untuk menuju daerah tujuan akhir ke Jawa Tengah maupun Jawa Timur khususnya menjelang perayaan Idul Fitri 1439 Hijriyah.

Salah seorang pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua, Slamet, mengatakan jalur Bekasi-Cikampek tersebut selalu dilaluinya saat akan mudik menuju Pati, Jawa Tengah. Sudah sebanyak enam kali dirinya melalui jalur itu untuk menuju kampung halamannya.

"Rute ke arah Pati memang selalu melewati Bekasi-Cikampek, Pantura. Mayoritas pengendara sepeda motor selalu melewati jalur tersebut," kata Slamet (47), saat hendak melakukan perjalanan mudik dari bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (11/6).

Slamet mengatakan bahwa, perjalanan ke Pati, Jawa Tengah tersebut akan memakan waktu kurang lebih 16-17 jam. Jalur yang akan ditempuh yakni, Jakarta, Bekasi, Cikampek, Karawang, Indramayu, Cirebon, Brebes, Pekalongan, Alas Roban, Semarang, Kudus, dan berakhir di Pati, Jawa Tengah. Menurut Bapak dari empat orang anak tersebut, perjalanan kali ini diperkirakan akan mengambil waktu istirahat sebanyak enam sampai tujuh kali, karena dia berboncengan dengan istrinya, Samini (46). Jika dia melakukan perjalanan seorang diri, waktu istirahat hanya dilakukan sebanyak tiga kali.

Pria yang bekerja sebagai salah satu supir taksi konvensional sejak sepuluh tahun lalu itu mengatakan beberapa pemberhentian untuk istirahat dan mengisi bahan bakar bagi pemudik sepeda motor antara lain berada di wilayah Cikampek, Cirebon, Tegal, Pekalongan, dan Semarang. "Memilih menggunakan motor karena lebih mudah untuk beristirahat, bisa berhenti di mana saja. Jika naik bis, sulit untuk melakukan beberapa kali pemberhentian," kata laki-laki yang sudah berada di Jakarta sejak tahun 1989 itu.

Pemudik motor melewati jalan raya Puncak, Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/6). Memasuki H-6 Lebaran, sejumlah pemudik motor mulai memasuki jalur Puncak untuk menuju wilayah Selatan Jawa Barat seperti Cianjur, Bandung, Pangandaran, dan Tasikmalaya. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Dari seluruh perjalanan yang pernah dilakukan, pada 2016 merupakan yang tidak terlupakan. Perjalanan dari Jakarta menuju Pati Jawa Tengah, menghabiskan waktu dua hari satu malam. Namun, Ia mengakui selama melakukan perjalanan mudik Lebaran selalu menikmati, karena pada akhirnya akan bertemu dengan keluarga di kampung halaman. "Jika lancar, 16 jam sudah sampai Pati. Namun pada 2016, saya pernah berada di perjalanan selama dua hari satu malam, karena saat itu belum ada tol, sehingga semua melewati Pantura. Tapi selalu dinikmati," kata Slamet.

Jalur Bekasi arah Cikampek sudah mulai terlihat lengang. Tidak terlihat adanya penumpukan kendaraan di lampu lalu lintas persimpangan tersebut, bahkan terlihat lebih lengang dibanding pada kondisi normal.

PT Jasa Marga Tbk mencatat 361.495 kendaraan melintasi pintu masuk Gerbang Tol Cikarang Utama meninggalkan Jakarta menuju arah timur sejak H-8 hingga H-5 atau Kamis-Minggu (7-10 Juni 2018).

"Jumlah tersebut meningkat 32,4 persen dari volume lalin normal yaitu 273.108 kendaraan," kata Customer & Employee Relations Manager PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Faiza Riani di Cikarang Kabupaten Bekasi.

Faiza mengatakan Jasa Marga juga mencatat distribusi lalu lintas dari GT Cikarang Utama ke Jalur Utara (GT Palimanan dan GT Cikampek) mencapai 59 persen. Sedangkan kendaraan yang menuju Jalur Selatan yang melintasi GT Sadang dan GT Cileunyi sebesar 41 persen.

Untuk lalu lintas pada H-5, Jasa Marga mencatat 88.593 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui GT Cikarang Utama yang menandakan kenaikan 50,5 persen dari volume lalu lintas normal sebesar 58.851 kendaraan. Jasa Marga memprediksi 106.450 kendaraan akan meninggalkan Jakarta pada H-4 atau Senin (11/6). "Jumlah itu naik 59,4 persen dari volume lalin normal, 66.792 kendaraan," ungkap Faiza.

Faiza mengimbau seluruh pengguna jalan tol yang hendak mudik memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol karena layanan "top up" tunai di gerbang tol hanya dilakukan dalam kondisi darurat. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH