Alasan Mengapa Kamu Tak Boleh Berikan Label untuk Orientasi Seksual Seseorang Mengapa Kamu Tak Boleh Label Seseorang (Foto: Pexels/rawpixel.com)

MELABELKAN sesuatu memang sudah tidak bisa dihindari di beberapa kalangan masyarakat, bahkan pemikiran skeptis yang dilakukan orang-orang sudah benar-benar mewabah hingga beberapa negara besar. Dari stereotipe, bahkan orientasi seksual yang belum tentu orang-orang bisa mempengaruhi mereka sudah membuat mereka bisa melabel karakter dengan gampangnya.

Seperti "Kamu jenggotan, seperti teroris." atau mungkin "Kok kamu suka sama cowok juga? Jangan-jangan kamu gay." memang sudah banyak korban-korban label yang memang akibat dari ulah orang-orang yang skeptis tersebut. Bahkan mereka pun tidak mengerti apa yang korban tersebut lalui semasa hidupnya.

"Melabel orientasi seks sebenarnya tidak perlu. dan untuk kebanyakan kita, mencari nama yang cocok untuk orientasi seks kita akan benar-benar susah, bahkan tidak mungkin. Terkadang kita tidak tahu bagaimana kita mendeskripsikan ketertarikan kita terhadap orang lain, jika mungkin kasusnya terjadi kepadamu, mending tinggalkan label tersebut dan berfokus dengan perasaanmu." Ujar Anne Hodder-Shipp, salah satu guru edukasi seks. Dilansir dari bustle, berikut beberapa alasan yang membuatmu tidak boleh memberikan label orientasi seks seseorang.

1. Orientasi Seksual adalah Konstruksi Sosial

Alasan Mengapa Kamu Tak Boleh Berikan Label untuk Orientasi Seksual Seseorang
Orientasi Seksual adalah Konstruksi Sosial (Foto: Pixabay/Geralt)

Sudah sepantasnya beberapa orang menyukai orang lain, tetapi ide dari melabel seseorang berdasarkan ketertarikannya itu sebenarnya termasuk dalam kebudayaan.

Kebudayaan tersebut juga dibangun berdasarkan sejarah, dan benar-benar tidak ada konsep pasti tentang orientasi seks tersebut.

Keputusan untuk mengklasifikasi seseorang tergantung orientasi seks sebenarnya adalah hal yang sewenang-wenang. Kita tidak bisa melabel seseorang berdasarkan hobinya, atau warna kesukaannya.

Menolak untuk memberikan label untuk orientasi seksual juga tidak seperti menolak melabel tinggi badan atau umur seseorang, yang padahal memang hal tersebut secara biologis sudah bisa terukur dengan pasti.

2. Orientasi Seksual Bukanlah Hal yang Pasti

Alasan Mengapa Kamu Tak Boleh Berikan Label untuk Orientasi Seksual Seseorang
Orientasi Seksual Bukanlah Hal yang Pasti (Foto: Pixabay/Anemone123)

Sesaat kamu tidak tertarik dengan pasangan yang berbeda kelamin, bukan berarti kamu langsung benar-benar dilabel sebagai tidak straight.

Melabel diri itu adalah pilihan, tetapi apakah dengan melabel tersebut kamu akan benar-benar memiliki orientasi seksual yang sama dengan yang kamu label? Seperti apa benar kamu straight? Gay? Atau mungkin kamu tidak memiliki ketertarikan terhadap manusia?

Situasi akan label melabel sebenarnya memang buram dan sangat susah untuk melabel diri. dan bahkan jenis kelamin pun tak bisa mengklasifikasi diri bahwa ia adalah pria atau wanita.

3. Bahkan Kamu Pun Tidak Tahu Apa yang Akan Membuatmu Tertarik

Alasan Mengapa Kamu Tak Boleh Berikan Label untuk Orientasi Seksual Seseorang
Bahkan Kamu Pun Tidak Tahu Apa yang Akan Membuatmu Tertarik (Foto: Pexels/Daria Shevtsova)

Seseorang akan berubah dalam hidupnya, dan preferensi kamu terhadap seks juga berubah sepanjang hidupmu. Kamu tidak akan tahu apa yang akan datang nantinya dan membuat kamu bisa tertarik kepada hal itu.

Walaupun memang banyak orang-orang yang memang terbelenggu akan label pada orientasi seksual nya tersebut.

Tetapi kita tidak perlu dong untuk wajib mengikutinya. Kita punya kebebasan dalam orientasi seks kita, mau kita menyukai yang berbeda jenis mapun sesama jenis. Tetapi label hanyalah sebuah label, bukanlah suatu hal yang penting dalam diri kita. (dnz)


Tags Artikel Ini

Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH