Alasan Jawa Barat Belum Buka PTM 100 Persen Vaksinasi COVID-19 di Jabar. (Humas Jabar)

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum akan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

Keputusan menyelenggarakan PTM akan menyesuaikan dengan evaluasi terhadap libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Karena seperti diketahui, pascalibur panjang kasus COVID-19 selalu diwarnai kenaikan.

Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Supandi menegaskan, Jabar sebenarnya sudah siap menggelar PTM 100 persen. Persiapan dan evaluasi pun sudah dilakukan sejak semester satu atau semester ganjil lalu.

Baca Juga:

Vaksinasi Anak Terus Digencarkan Seiring PTM 100 Persen

"Namun kita tetap berhati-hati dan terus melakukan pengawasan kesiapan di sekolah terutama mengenai sarana protokol kesehatan, dan aturan lain sesuai arahan pemerintah pusat," kata Dedi di Kota Bandung, Rabu (5/1).

Kendati sebagian besar wilayah di Jabar masuk dalam kewaspadaan level 1 dan 2, dan bisa menerapkan PTM 100 persen, ada beberapa wilayah di level 1 dan 2 yang akan menunda pelaksanaan PTM.

Beberapa daerah terutama di Jabodetabek dan wilayah yang capaian vaksinasinya masih kurang, pelaksanaan PTM 100 persen akan menunggu perkembangan hingga akhir Januari.

"Jka tidak ada kenaikan kasus atau hal lain, sambil terus meningkatkan capaian vaksinasi, mereka dapat memulai PTM 100 persen di bulan Februari," jelas Dedi.

Bagi daerah yang masuk level kewaspadaan 3 tetap melakukan PTM terbatas dengan kapasitas siswa 50 persen atau hybrid.

"Artinya ada pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah, dan sisanya tetap melalui daring" ujarnya.

Baca Juga:

Gibran Gelar PTM 100 Persen Jika Vaksinasi Dosis Pertama Anak 6-11 Tahun Selesai

Dedi menegaskan, Dinas Pendidikan Jawa Barat sudah meminta kepada para kepala cabang dinas untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten kota guna memastikan pelaksanaan PTM berjalan lancar. Ada pun penetapan PTM 100 persen ini untuk semua jenjang pendidikan.

Dedi Supandi yang juga menjabat Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi COVID-19 mengatakan, di bidang vaksinasi COVID-19, Jabar saat ini sedang siap-siap memberikan dosis 3 sebagai penguat atau booster untuk sasaran terbatas, yakni tenaga kesehatan dan TNI/Polri. "Sasarannya adalah 184.000 tenaga kesehatan, TNI dan Polri," kata Dedi.

Dedi menjelaskan, Jabar lebih awal memberikan vaksin dosis 3 dari jadwal pemerintah pusat. Pada akhir Desember 2021 vaksin itu sudah disuntikkan ke sasaran. Pasalnya, di beberapa provinsi termasuk Jawa Barat, ada stok vaksin yang memasuki masa kedaluwarsa pada akhir Januari dan Februari 2022.

"Setelah kita meminta izin pemerintah pusat, kemudian kita laksanakan vaksin booster mulai 27 Desember 2021," ujarnya.

Dedi menjelaskan pula, penuntasan vaksinasi dosis 1 dan 2 akan terus dilakukan di tahun 2022 ini, ditambah dengan vaksinasi anak usia 6-12 tahun.

Hingga akhir Desember, vaksin dosis 1 mencapai 76,46 persen, dan untuk dosis 2 sudah 53,68 persen. Untuk lansia mencapai 73 persen dosis 1, dan dosis 2 mencapai 42 persen. "Sedangkan vaksin anak yang baru dimulai, sampai saat ini mencapai 15,64 persen," tuturnya.

Menurut Dedi, kendala yang dihadapi dalam vaksinasi anak karena sedang dalam masa libur sekolah, sehingga titik vaksinasi tak bisa hanya dilaksanakan di sekolah. "Akhirnya kita menggelar vaksinasi anak ini di sentra-sentra vaksinasi dengan didampingi para orang tua" paparnya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

KPAI Desak Pemerintah Tinjau Ulang Pelaksanaan PTM 100 Persen

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ingatkan Anggota TNI AD, DPR: Wajib Bela Rakyat tapi Sesuai Aturan
Indonesia
Ingatkan Anggota TNI AD, DPR: Wajib Bela Rakyat tapi Sesuai Aturan

Langkah Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal (TNI) Dudung Abdurachman menahan Brigjen (TNI) Junior Tumilaar mendapat respons positif dari legislator Senayan.

HPN 2022, CT Sebut Mudahnya Membuat Media Digital
Indonesia
HPN 2022, CT Sebut Mudahnya Membuat Media Digital

Sekarang ini transformasi digital tak dapat dibendung lagi

Perppu Cipta Kerja Tuai Pro-Kontra, Jokowi: Hal Biasa
Indonesia
Perppu Cipta Kerja Tuai Pro-Kontra, Jokowi: Hal Biasa

Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara soal polemik Peraturan Pemerintah Penganti Undang-Undang (Perppu) No 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja atau Perppu Cipta Kerja.

Bus Wisata Kecelakaan di Tol Surabaya - Mojokerto, 14 Orang Meninggal
Indonesia
Bus Wisata Kecelakaan di Tol Surabaya - Mojokerto, 14 Orang Meninggal

Sementara, untuk 11 orang korban luka berat dirawat RS Petro Kimia Gresik, RS Citra Medika Kabupaten Mojokerto, RS Emma Kota Mojokerto.

Kejati DKI Fasilitasi Penyelesaian Shortfall PAM Jaya dan Palyja
Indonesia
Kejati DKI Fasilitasi Penyelesaian Shortfall PAM Jaya dan Palyja

PAM Jaya menandatangani kesepakatan dengan Palyja terkait penyelesaian shortfall yang disaksikan oleh Jaksa Pengacara Negara pada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Penyakit Hepatitis Akut Serang Saluran Cerna dan Pernapasan, Berikut Gejalanya
Indonesia
Penyakit Hepatitis Akut Serang Saluran Cerna dan Pernapasan, Berikut Gejalanya

Penyakit hepatitis akut yang sedang melanda dunia diduga telah masuk ke Indonesia, setelah tiga anak dilaporkan meninggal dunia akibat terinfeksi penyakit misterius ini.

BNPT Sebut Paham Radikal Menyebar di Media Sosial
Indonesia
BNPT Sebut Paham Radikal Menyebar di Media Sosial

Ancaman radikalisme terus terjadi. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut, penyebaran paham radikal kerap menyebar di media sosial maupun massa.

ETLE Mobile Tilang 250 Pelanggaran di Jakarta, Terbanyak Ganjil Genap
Indonesia
ETLE Mobile Tilang 250 Pelanggaran di Jakarta, Terbanyak Ganjil Genap

”Sehari bisa mencapai 250 unit kendaraan,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman di Jakarta, Jumat (16/12).

[HOAKS atau FAKTA]: Kasus COVID-19 Selesai, RS Wisma Atlet Ditutup Bulan Juli
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kasus COVID-19 Selesai, RS Wisma Atlet Ditutup Bulan Juli

Beredar tangkapan layar artikel yang mengklaim bahwa Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet resmi ditutup awal bulan Juli 2022.

Anggota Komisi III DPR Tanggapi Kabar Penangkapan Irjen Teddy Minahasa
Indonesia
Anggota Komisi III DPR Tanggapi Kabar Penangkapan Irjen Teddy Minahasa

"Kejadian demi kejadian dalam tubuh Polri ini kan seperti drama sinetron yang tidak berkesudahan meluluhlantahkan kerja keras kami selama 20 tahun, pastinya harus dihentikan," kata Arteria kepada wartawan, Jumat (14/10).