Alasan Jaga Jarak Aman, PT KCI Tambah Frekuensi Perjalnan KRL Antrean penumpang bersiap menaiki rangkaian KRL di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (11/6/2020). ANTARA FOTO/Fauzan/aww. (ANTARA FOTO/FAUZAN)

Merahputih.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menambah frekuensi perjalanan kereta rel listrik (KRL) untuk lintas Bogor-Angke (Pulang Pergi) dan Manggarai-Tambun PP.

Hal ini untuk menjaga jarak aman saat berada di kereta di tengah pandemi COVID-19 yang terus meningkat mencapai 93 ribu lebih.

Baca Juga

Hasil Negatif Corona Bukan Jaminan Seseorang Tidak Terinfeksi COVID-19

"Sehingga total setiap harinya PT KCI mengoperasikan 966 perjalanan KRL," kata VP Corporate Communication PT KCI Anne Purba dalam keterangan resmi, Jumat (24/7).

Penambahan ini mencakup relasi Bogor-Angke PP dengan waktu keberangkatan dari Stasiun Bogor pukul 08.00 WIB dan dari Stasiun Angke berangkat pukul 10.31 WIB.

"Sementara untuk perjalanan lintas Manggarai-Tambun PP, berangkat dari Stasiun Manggarai pukul 12.36 WIB dan berangkat dari Stasiun Tambun pukul 13.30 WIB," kata Anne.

Rangkaian KRL Commuterline melintas di kawasan Cilebut, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/12). PT KAI Commuter Jabodetabek menargetkan dapat mengoperasikan 1.800 unit KRL dengan asumsi jumlah penumpang KRL mencapai 1,2 juta orang per hari pada 2018. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Rangkaian KRL Commuterline melintas di kawasan Cilebut, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/12). PT KAI Commuter Jabodetabek menargetkan dapat mengoperasikan 1.800 unit KRL dengan asumsi jumlah penumpang KRL mencapai 1,2 juta orang per hari pada 2018. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

PT KCI memberikan apresiasi bagi para pengguna jasa yang telah mengikuti antrean di stasiun maupun saat naik KRL dengan mengikuti marka yang telah disediakan.

Penanda jalur tersebut telah disesuaikan agar posisi saat berdiri dan duduk masih terdapat jarak, sehingga pengguna dapat menggunakan transportasi publik dengan aman.

Baca Juga:

KRL Dituding Sarang Penyebaran Corona, Begini Klarifikasi KCI

PT KCI terus mengharapkan kerja sama agar pengguna jasa selalu mengikuti protokol kesehatan COVID-19 yang telah diwajibkan seperti selalu menggunakan masker, dan mengikuti pengukuran suhu di Stasiun.

"Pengguna jasa juga sangat disarankan untuk selalu menjaga kebersihan tubuh dengan mencuci tangan di wastafel yang telah disediakan di seluruh stasiun saat sebelum maupun setelah naik KRL," tutup Anne Purba. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tiga PNS Lolos Seleksi Terbuka Calon Sekda DKI
Indonesia
Tiga PNS Lolos Seleksi Terbuka Calon Sekda DKI

Kemendagri diminta untuk memilih salah satu dari yang terbaik

Wagub DKI: Setelah Jam 8 Malam Tak Ada Kegiatan Lagi
Indonesia
Wagub DKI: Setelah Jam 8 Malam Tak Ada Kegiatan Lagi

Pemprov DKI Jakarta meminta masyarakat untuk patuh terhadap aturan jam malam yang diberlakukan pemerintah guna menekan penyebaran kasus COVID-19.

KPAI: Aparat Garda Terdepan Anak Tidak Dijadikan Martir Orang Dewasa
Indonesia
KPAI: Aparat Garda Terdepan Anak Tidak Dijadikan Martir Orang Dewasa

Jasra menghimbau orang tua dan pendamping anak untuk tidak melibatkan anak dalam demonstrasi

Ubud dan Dua Destinasi Wisata Lainnya di Bali Mulai Terima Turis Asing 17 Agustus 2021
Indonesia
Ubud dan Dua Destinasi Wisata Lainnya di Bali Mulai Terima Turis Asing 17 Agustus 2021

Dalam peninjauan itu Presiden didamping Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menparekraf Sandiaga Uno, dan Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Bupati Gianyar I Made Mahayastra

KPK Akhirnya Tahan Bekas Dirut Pelindo II RJ Lino
Indonesia
KPK Akhirnya Tahan Bekas Dirut Pelindo II RJ Lino

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan bekas Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II Richard Joost Lino (RJ Lino), Jumat (26/3).

Blak-blakan Hadi Pranoto soal Ramuannya yang Diklaim Ampuh Bunuh COVID-19
Indonesia
Blak-blakan Hadi Pranoto soal Ramuannya yang Diklaim Ampuh Bunuh COVID-19

Praktisi kesehatan Hadi Pranoto mengklaim ramuan herbalnya mampu menyehatkan yang mengkonsumsi

Konsistensi Parpol Penolak RUU Pemilu Dipertanyakan, Politisi Demokrat: Ada Apa?
Indonesia
Konsistensi Parpol Penolak RUU Pemilu Dipertanyakan, Politisi Demokrat: Ada Apa?

“Yang ngetuk palu Prolegnas siapa? Kok sekarang mereka jadi pada nolak? ada apa?” kata Muraz

Anies Marah Ratusan PNS DKI Tak Ikut Seleksi Terbuka Jabatan Eselon II
Indonesia
Anies Marah Ratusan PNS DKI Tak Ikut Seleksi Terbuka Jabatan Eselon II

Anies Baswedan geram dengan sejumlah anak buahnya yang tidak mau ikut dalam seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemprov DKI.

Rumah Hantu Sragen Diaktifkan Kembali untuk Karantina Pemudik
Indonesia
Rumah Hantu Sragen Diaktifkan Kembali untuk Karantina Pemudik

Rumah tersebut sudah 11 tahun ini tak ditempati oleh pemiliknya

6 Gedung Sekolah Jadi Tempat Isolasi Terpusat, MPLS di Solo Dilakukan Daring
Indonesia
6 Gedung Sekolah Jadi Tempat Isolasi Terpusat, MPLS di Solo Dilakukan Daring

Sebanyak enam gedung sekolah di Solo, Jawa Tengah, dimanfaatkan sebagai tempat isolasi mandiri akibat banyaknya warga terpapar.