Alasan Bunda FAD Jabar Tak Ekspos Kasus Pencabulan Guru dari Awal Atalia Ridwan Kamil. (Foto: Pemprov Jabar)

MerahPutih.com - Kasus pencabulan terhadap belasan santriwati di pondok pesantren di Bandung mencuat di media sosial melalui akun kader-kader PSI. Kasus ini mengemuka ketika proses persidangan sudah setengah jalan.

Bunda Forum Anak Daerah (FAD) Provinsi Jabar, Atalia Praratya Ridwan Kamil mengatakan, kasus tersebut sengaja tidak diekspos untuk menjaga dampak negatif terhadap kejiwaan korban.

"Kejadian biadab ini juga sudah ditangani oleh UPTD PPA Jabar bersama dengan PPA Polda Jabar sejak 27 Mei 2021, bekerja sama dengan kota dan kabupaten terkait," ucap Atalia, Kamis (9/12).

Baca Juga:

Polisi Bikin Laporan Model A Selidiki Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Luwu Timur

Pihaknya saat ini fokus untuk menyelamatkan masa depan korban dan memastikan kasus serupa tidak terulang kembali. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang menyudutkan korban.

Menurutnya, pelaku pemerkosaan santriwati di Kota Bandung harus dihukum berat sesuai aturan. Ia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak menyudutkan korban.

"Saya sendiri sejak Juni 2021 secara langsung terus memantau dan berinteraksi dengan korban dan orang tuanya untuk memastikan anak-anak mendapatkan hak perlindungannya," kata Atalia.

Menurut Atalia, para korban saat ini sudah kembali ke orang tuanya masing-masing dengan terus dipantau perkembangan psikisnya oleh tim trauma healing.

"Kami mengharapkan kerja sama dari media untuk sama-sama melindungi korban dari dampak-dampak lain," ucapnya.

Baca Juga:

Kuasa Hukum Korban Minta Polisi Lanjutkan Kasus Dugaan Pencabulan dan Perkosaan di

Sementara itu, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah memberikan perlindungan kepada 29 orang yang terdiri dari pelapor, saksi dan/atau korban, dan saksi, saat memberikan keterangan dalam persidangan.

Hal serupa juga disampaikan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil. Ia memastikan santriwati yang menjadi korban pemerkosaan di salah satu pesantren di Kota Bandung mendapatkan perlindungan dan pendampingan.

"Anak-anak santriwati yang menjadi korban sudah dan sedang diurus oleh Tim DP3AKB Provinsi Jawa Barat untuk trauma healing dan disiapkan pola pendidikan baru sesuai hak tumbuh kembangnya," kata Ridwan Kamil.

DP3AKB Jabar melalui UPTD PPA Jabar bersama Polda Jabar dan LPSK sudah melakukan berbagai upaya perlindungan, mulai dari pendampingan psikologis, pendampingan hukum, upaya pemenuhan hak-hak pendidikan, reunifikasi kepada keluarga, sampai pelaksanaan reintegrasi.

Baca Juga:

Guru di Bandung Cabuli Belasan Santri sampai Hamil dan Melahirkan

Selain itu, DP3AKB bersama Polda Jabar dan LPSK pun berkomitmen untuk menangani kasus pemerkosaan tersebut dengan mengedepankan Asas Perlindungan Anak. Harapannya, hak-hak korban, baik secara hukum, psikologis, sosial, dan pendidikan, dapat terpenuhi.

Ia pun meminta kepada forum institusi pendidikan dan forum pesantren untuk saling mengingatkan apabila ada praktik-praktik pendidikan di luar kewajaran.

"Juga agar aparat setempat di level desa/kelurahan agar selalu memonitor setiap kegiatan publik yang berada di wilayah kewenangannya," ucapnya, seraya berharap pelaku mendapatkan hukuman seberat-beratnya sesuai aturan. (Imanha/Jawa Barat)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pengunjung Pasar Tradisional di Kota Yogyakarta Wajib Scan Barcode QR
Indonesia
Pengunjung Pasar Tradisional di Kota Yogyakarta Wajib Scan Barcode QR

Yunianto menyebut capaian vaksinasi untuk pedagang pasar sudah mencapai lebih dari 90 persen

Penambahan Kasus Positif COVID-19 di Bawah 10 Ribu
Indonesia
Penambahan Kasus Positif COVID-19 di Bawah 10 Ribu

kasus terkonfirmasi positif COVID-19 menembus 3.989.060 orang.

Pemerintah Diminta Kendalikan Harga Bahan Pokok Jelang Pergantian Tahun
Indonesia
Pemerintah Diminta Kendalikan Harga Bahan Pokok Jelang Pergantian Tahun

Persoalan harga sejumlah bahan pangan pokok di penghujung 2021 perlu segera diselesaikan.

Kemenag Jateng Optimistis Calon Haji Tahun Ini Diberangkatkan ke Tanah Suci
Indonesia
Kemenag Jateng Optimistis Calon Haji Tahun Ini Diberangkatkan ke Tanah Suci

antor Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah optimistis jemaah calon haji (calhaj) asal Jawa Teteng bakal berangkat tahun ini. Hal ini menyusul penurunan kasus COVID-19 nasional dan di Arab Saudi sendiri.

Jemaah Haji dan Umrah Sudah Bisa Mencium Ka'bah
Dunia
Jemaah Haji dan Umrah Sudah Bisa Mencium Ka'bah

Sebelumnya, jemaah haji tidak dapat menyentuh Ka'bah karena sekelilingnya dibatasi dengan bangunan setinggi sekitar 130 cm.

Gerak Cepat Aparat Redam Bentrok di Maluku Tengah
Indonesia
Gerak Cepat Aparat Redam Bentrok di Maluku Tengah

Warga Pelauw dan Ori sepakat menginginkan perdamaian. Namun dengan catatan, agar sumber masalah yang selama ini sering terjadi yaitu soal batas tanah untuk dapat diselesaikan terlebih dahulu.

572 Pasien COVID-19 Omicron di Indonesia, Mayoritas Gejala Batuk dan Demam
Indonesia
572 Pasien COVID-19 Omicron di Indonesia, Mayoritas Gejala Batuk dan Demam

Dari hasil monitoring yang dilakukan Kemenkes, kasus probable Omicron mulai naik sejak awal tahun 2022

Pertengahan Juni, PDIP Gelar Rakernas
Indonesia
Pertengahan Juni, PDIP Gelar Rakernas

Rakernas itu juga bertujuan agar PDIP bisa bekerja maksimal menghadapi permasalahan di masyarakat.

Bharada E Disebut Diperintah Tembak Brigadir J, Komnas HAM Bakal Panggil Ulang
Indonesia
Bharada E Disebut Diperintah Tembak Brigadir J, Komnas HAM Bakal Panggil Ulang

Komnas HAM akan melakukan permintaan keterangan terkait uji balistik.

Kemenkes Uraikan 6 Dugaan Penyebab Hepatitis Akut
Indonesia
Kemenkes Uraikan 6 Dugaan Penyebab Hepatitis Akut

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril, mengungkapkan adanya 6 dugaan penyebab kasus hepatitis akut. Berdasarkan data UK Health Security Agency, 19 Mei 2022, adanya 6 dugaan penyebab hepatitis akut itu antara lain adenovirus biasa, adenovirus varian baru, sindrom post-infeksi SARS-CoV-2, paparan obat, lingkungan atau toksin, patogen baru, kemudian varian baru SARS-CoV-2.