Alasan Anies Perbolehkan PKL Jualan di Trotoar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperbolehkan PKL berjualan di trotoar berpijak pada prinsip kesetaraan bagi warga Ibu Kota.

Pemprov DKI merujuk pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 03/PRT/M/2014 tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan.

Baca Juga

NasDem: Trotoar Bisa Buat PKL, Bukan Eksklusif Milik Pejalan Kaki

Peraturan itu menunjukkan bahwa trotoar memiliki banyak fungsi yakni fungsi sosial dan ekologis seperti aktivitas bersepeda, interaksi sosial, kegiatan usaha kecil formal, aktivitas pameran di ruang terbuka, jalur hijau (peneduh), dan sarana pejalan kaki dan jaringan utilitas.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. FOto: MP/Asropih

“Kita lihat satu adalah kita ingin Jakarta dibangun dengan prinsip keadilan, kesetaraan. Kesetaraan kesempatan dalam semua aspek, lalu yang kedua ada ketentuan hukumnya jadi kita akan bekerja mengikuti ketentuan hukum yang ada,” ujar Anies di Pantai Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (14/9/).

Menurut Anies, jangan sampai diskriminatif pada mereka yang masih lemah. "Sudah terlalu banyak kebijakan kita itu yang diskriminatif pada yang lemah dan justru fungsinya pemerintah itu adalah memberikan kesempatan yang kecil untuk jadi yang lebih besar,” katanya.

Baca Juga

Trotoar Berukuran Besar di DKI Kemungkinan Diisi Para PKL

Anies mengatakan, Pemprov DKI akan menentukan titik-titik PKL boleh berjualan di trotoar. Selain itu, ditentukan pula kapan PKL boleh berjualan sehingga PKL memiliki hak yang setara dengan pejalan kaki untuk menggunakan trotoar.

“Caranya ada kesetaraan kesempatan, dan bisa bergantian. Apalagi kalau bicara soal lahan ya, kita kadang-kadang kalau bicara itu asumsinya trotoar di satu tempat jam tertentu. Ada trotoar yang besar, ada trotoar yang kecil, ada yang bekerja siang ada yang bekerja malam. Berbeda-beda,” tuturnya.

Dia menilai trotoar tidak eksklusif hanya ditujukan untuk pejalan kaki, tapi juga bisa digunakan PKL untuk berjualan atas dasar prinsip kesetaraan kesempatan.

Trotoar di Cikini, Jakarta Pusat
Dinas Bina Marga DKI tengah melakukan pengerjaan revitalisasi trotoar di Jalan Cikini dan Jalan Kramat, Jakarta Pusat. Foto: MP/Asropih

Namun, Anies memastikan tidak akan menyamaratakan semua trotoar bisa digunakan untuk PKL berjualan. Dia menilai trotoar yang bisa digunakan PKL berjualan hanya yang ukurannya lebar agar tak mengganggu hak pejalan kaki.

Baca Juga

PKS Dukung Anies Izinkan PKL Berjualan di Trotoar

"Ada jenis trotoar yang tidak mungkin ada orang yang berjualan, ada trotoar yang secara ukuran memungkinkan untuk berjualan," jelas Anies.

"Jadi kebijakan soal trotoar ini tidak bisa seperti pengamat itu mengatakan, satu pendekatan untuk semua trotoar. Kami pun nggak akan begitu, ada trotoar yang bisa dan ada trotoar yang tidak bisa untuk berjualan," sambungnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ike Muti Minta Maaf, Pemprov DKI: Masalah Sudah Selesai
Indonesia
Ike Muti Minta Maaf, Pemprov DKI: Masalah Sudah Selesai

Artis Ike Muti akhirnya meminta maaf kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui akun Instagramnya pada Minggu (2/8).

Update COVID-19 Kamis (10/9): 207.203 Positif, 147.510 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Kamis (10/9): 207.203 Positif, 147.510 Sembuh

Total kasus kematian akibat COVID-19 kini mencapai 8.456 kasus

Beredar Kabar Megawati Teken Rekomendasi untuk Gibran, Rudy: Saya Belum Dipanggil DPP
Indonesia
Beredar Kabar Megawati Teken Rekomendasi untuk Gibran, Rudy: Saya Belum Dipanggil DPP

Senter beredar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri disebut telah meneken surat rekomendasi untuk Gibran Rakabuming Raka sebagai cawali di Pilwakot Solo.

 Kesadaran Bersama Menyikapi Penyebaran COVID-19
Indonesia
Kesadaran Bersama Menyikapi Penyebaran COVID-19

“Apalagi, kalau ini terjadi di desa-desa, di daerah-daerah. Jakarta sekarang saja sudah kewalahan, apalagi kalau di kabupaten-kabupaten yang tenaga medisnya sangat terbatas,” kata Imam.

Bisa Atur-Atur Pemeriksaannya, Jaksa Pinangki Dinilai Sering 'Dimanja'
Indonesia
Bisa Atur-Atur Pemeriksaannya, Jaksa Pinangki Dinilai Sering 'Dimanja'

Ia mencurigai sesuatu yang membuat Pianangki memiliki bargaining position yang membuatnya 'diatas angin'

Guru Besar Epidemologi UI Pasien PDP COVID-19 RS Persahabatan Meninggal
Indonesia
Guru Besar Epidemologi UI Pasien PDP COVID-19 RS Persahabatan Meninggal

Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari pola kesehatan dan penyakit serta faktor yang terkait dengan hal ini di tingkat populasi.

[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Relawan Vaksin COVID-19 yang Jadi Plonga-plongo
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Relawan Vaksin COVID-19 yang Jadi Plonga-plongo

Akun Kim Joong-Un Juga menambahkan narasi pada unggahannya tersebut yang berbunyi, sebagai berikut: “Waduh Menular…”

Banjir Rendam Pemukiman Pondok Maharta Tangerang Selatan
Foto
Banjir Rendam Pemukiman Pondok Maharta Tangerang Selatan

Banjir merendam pemukiman Pondok Maharta, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten, Selasa, (25/2/2020). Hujan mengguyur wilayah Tangerang Selatan mengakibatkan luapan air sungai dan merendam ratusan rumah di Pondok Maharta, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten

[HOAKS Atau FAKTA]: Demo 6 Oktober di Gedung DPR/MPR Ricuh
Indonesia
[HOAKS Atau FAKTA]: Demo 6 Oktober di Gedung DPR/MPR Ricuh

Kondisi di depan Gedung DPR/MPR juga normal karena tak ada yang melakukan aksi. Polisi sudah melakukan penyekatan di sejumlah titik untuk mencegah adanya aksi massa.