Alasan Anies Banding ke PTUN Jakarta Terkait Keruk Kali Mampang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ketika diwawancarai awak media di Balai Kota Jakarta, Senin (20/12/2021). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajukan banding ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta atas hukuman mengeruk Kali Mampang. Apa alasan Anies mengajukan banding?

Kepala Biro Hukum Setda DKI Jakarta, Yayan Yuhanah mengatakan, pengajuan banding itu dilayangkan pimpinannya tersebut, lantaran keputusan PTUN Jakarta dianggap tidak adil.

Baca Juga

Warga Mampang Sayangkan Anies Ajukan Banding ke PTUN Jakarta

"Banding kami ajukan karena dalam beberapa hal terdapat pertimbangan majelis hakim PTUN yang menurut kami kurang cermat," kata Yayan saat dikonfirmasi awak media, Rabu (9/3).

Sehingga, kata Yayan, perlu direviu dalam proses banding di PTUN Jakarta nantinya. Terlebih dalam hukuman gugatan terhadap Anies, Pemerintah DKI harus mengeruk kali Mampang sampai Pondok Jaya. Padahal Pemda DKI sudah menuntaskan pengerukan itu dalam penanganan banjir Jakarta.

"Antara lain, dalam melihat dokumen-dokumen yang sudah kami sampaikan terkait pelaksaan pengerukan kali di beberapa lokasi yang sudah selesai dilaksanakan," ucapnya.

Baca Juga

Krisis Minyak Goreng Belum Selesai, Duet Anies Minta Warga Jangan Panik

"Dan kegiatan-kegiatan penanganan banjir lainya yang blm dipertimbangkan oleh majelis hakim PTUN," ungkapnya menyambungkan.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengajukan banding atas kekalahannya dalam putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta soal penanganan banjir di Kali Mampang.

Informasi soal pengajuan banding Anies tertera dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PTUN Jakarta. Permohonan banding diajukan pada Selasa (8/3) kemarin.

"Pemohon banding: Gubernur Provinsi DKI Jakarta," tulis keterangan di laman web SIPP PTUN Jakarta yang dikutip, Rabu (9/3). (Asp)

Baca Juga

Anies Ajukan Banding atas Kekalahan Putusan Banjir Mampang

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Helm Perang Simbol Kesalnya Dubes Ukraina ke Israel
Indonesia
Helm Perang Simbol Kesalnya Dubes Ukraina ke Israel

Israel telah menolak untuk memberikan bantuan defensif kepada Ukraina.

Jokowi Perintahkan Menteri Diskusikan Kembali RKUHP Sebelum Disahkan
Indonesia
Jokowi Perintahkan Menteri Diskusikan Kembali RKUHP Sebelum Disahkan

Presiden Jokowi memerintahkan hal itu saat memimpin rapat internal terkait kelanjutan pembahasan RUU KUHP di Istana Kepresidenan Jakarta.

Bharada E Ditetapkan Tersangka Penembakan Brigadir J, Ferdy Sambo Segera Diperiksa
Indonesia
Bharada E Ditetapkan Tersangka Penembakan Brigadir J, Ferdy Sambo Segera Diperiksa

Penetepan tersangka Bharada E itu langsung disampaikan Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian di Mabes Polri

Harga Tanah di Calon IKN Bakal Melonjak
Indonesia
Harga Tanah di Calon IKN Bakal Melonjak

Aset negara yang akan ditinggalkan di Jakarta akan tetap dikelola oleh pemerintah, sehingga Undang-Undang (UU) yang mengaturnya akan diselesaikan.

Anggota KPU-Bawaslu Terpilih Sama dengan Pesan Berantai, Pengamat: Fit and Proper Test Formalitas
Indonesia
Anggota KPU-Bawaslu Terpilih Sama dengan Pesan Berantai, Pengamat: Fit and Proper Test Formalitas

"Jika pesan berantai tersebut benar. Rakyat akan merasa prihatin dan meradang. Karena rakyat akan menilai bahwa selama ini fit and profer test hanya formalitas dan kepura-puraan," kata Ujang

Anies Dilarang Bikin Kebijakan Strategis Selama Sebulan sebelum Lengser
Indonesia
Anies Dilarang Bikin Kebijakan Strategis Selama Sebulan sebelum Lengser

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dilarang membuat kebijakan strategis selama sebulan terakhir sebelum masa jabatannya habis.

Bebas Tes Swab, Menonton Pertandingan Olahraga Cukup Vaksin Booster
Indonesia
Bebas Tes Swab, Menonton Pertandingan Olahraga Cukup Vaksin Booster

Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 20 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, Level 2, dan Level 1 COVID-19 di wilayah Jawa dan Bali, ada aturan baru dalam pelaksanaan pertandingan olahraga.

Disidang Hari Ini, Putri Candrawathi Depresi
Indonesia
Disidang Hari Ini, Putri Candrawathi Depresi

Sidang perdana kasus pembunuhan Brigadir J akan berlangsung. Namun, salah satu calon terdakwa, Putri Candrawathi mengalami depresi menjelang sidang kasus pembunuhan Brigadir J yang digelar hari ini, Senin (17/10).

Arab Saudi Masih Wajibkan Jemaah Umrah Indonesia Disuntik Vaksin Meningitis
Indonesia
Arab Saudi Masih Wajibkan Jemaah Umrah Indonesia Disuntik Vaksin Meningitis

"Mendapatkan vaksinasi meningitis adalah wajib bagi jemaah haji yang datang dari Indonesia," demikian keterangan resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Simulasi Capres: Prabowo-Puan Lebih Unggul Dibandingkan Anies-AHY
Indonesia
Simulasi Capres: Prabowo-Puan Lebih Unggul Dibandingkan Anies-AHY

Dalam presentasinya, Saiful menunjukkan bahwa jika yang bertarung hanya dua pasangan, di mana Prabowo Subianto-Puan Maharani melawan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono, Prabowo-Puan mendapatkan 41 persen, Anies-AHY 37,9 persen. Ada 21 persen yang belum menentukan pilihan.