Alasan Aneh Mengapa Banyak Pilih Menjadi Wanita Karier Banyak wanita karir memiliki alasan yang aneh dibalik keputusannya (foto: pixabay)

MerahPutih.Com - Sejatinya, wanita karir itu bukti bahwa bukan hanya pria saja yang bisa bekerja di ruang publik. Seorang wanita tidak hanya berada di area privat, dalam hal ini rumah saja.

Ada juga yang menganggap hal ini sebagai sebuah pergerakan. kamu pasti pernah mendengar istilah feminisme. Meskipun penjelasannya berbeda-beda antara pejuang feminisme satu dengan yang lain lantaran perbedaan pemantiknya, setidaknya ada satu kesamaan. Ini merupakan pergerakan di mana kaum hawa ingin mendapatkan derajat yang sama dengan kaum adam. Jadi, mereka tidak lagi menjadi pihak yang inferior.

Pergerakan tersebut melahirkan kesadaran di mana wanita juga bisa bekerja di luar. Wanita bisa menjadi pemimpin. Wanita bisa melakukan apa yang pria lakukan.

Lalu, apakah wanita karir itu benar-benar bentuk dari feminisme, dalam arti membuat derajat mereka setara dengan pria? Setiap wanita memiliki jawaban sendiri-sendiri.

Wanita karir tampil lebih percaya diri
Wanita karir lebih percaya diri (Foto: pixabay)

Terlepas dari hal tersebut, banyak sekali wanita yang memutuskan untuk berkarir dengan alasan yang sepertinya jauh dari apa yang dimaksud dengan feminisme.

Apa Alasan Kamu Menjadi Wanita Karir?

Semoga saja bukan berikut ini alasan kamu dalam memutuskan untuk menjadi seorang wanita bekerja.

Terlanjur Menjadi Sarjana

Memang tidak semua wanita bekerja itu lulusan sarjana. Tidak jarang juga yang justru memiliki background pendidikan yang rendah. Biasanya, mereka tidak bisa bersekolah lantaran tidak ada biaya. Maka dari itu, mau tidak mau, mereka harus bekerja, alias menjadi seorang wanita pekerja. Dan banyak yang kemudian menjadi seorang business woman. Inilah feminisme.

Akan tetapi, ada yang merasa terpaksa. Karena mereka sudah menjadi sarjana, aneh jika harus menjadi seorang ibu rumah tangga. Mereka harus bekerja di kantor karena percuma sekolah tinggi tapi ujungnya hanya memiliki kegiatan di dalam rumah saja.

Tidak Ingin Dicemooh Tetangga

Ini juga ada kaitannya dengan alasan sebelumnya. Saat wanita sudah susah payah kuliah dan lulus dengan menghabiskan dana yang tidak sedikit, tentu mereka harus menjadi seorang wanita dengan penghasilan tinggi. Dan itu bisa terjadi jika mereka berkarir. Ini sebuah kebanggaan.

Seorang ibu bisa jadi wanita karir
Seorang ibu bisa jadi wanita karir yang sukses (foto: pixabay)

Di sisi lagi, mereka akan dicemooh oleh tetangga jika sudah susah payah kuliah tapi tidak bekerja. Maka, mau tidak mua, mereka harus keluar rumah dan mencari pekerjaan apapun meskipun terkadang gaji yang didapatkan tidak jauh lebih baik dari pedagang kelontong.

Ingin Diakui

Coba kamu jawab mana yang lebih baik antara wanita karir dengan seorang ibu rumah tangga? Dilihat dari penilaian sosial, seorang wanita karir lebih baik daripada seorang ibu rumah tangga. Apalagi jika mereka mendapatkan jabatan yang bergengsi. Ini menjadi seolah pengakuan terhadap eksistensi mereka.

Lain hal dengan seorang ibu rumah tangga. Seberapa berhasil yang mereka lakukan untuk mendidik anak, seolah-olah tidak ada penghargaan yang didapatkan. Padahal, keberhasilan seorang anak tidak lepas dari bagaimana seorang ibu mengasuh anak tersebut.

Tuntutan Orang Tua

Ada juga alasan seorang wanita berkarir lantaran orang tua menuntut agar ia menjadi seorang wanita karir. Biasanya, ini terjadi pada keluarga pekerja atau pengusaha. Jadi, seolah ada sebuah sistem di mana seluruh anggota keluarga harus memiliki penghasilan sendiri, entah itu berkarir sebagai karyawan atau menjadi seorang pengusaha.

Ada wanita karir karena dukungan orangtua
Orangtua juga berperan dalam wanita karir (foto: pixabay)

Lalu, apakah ada kesadaran adanya tujuan feminisme jika seorang wanita berkarir dengan alasan tersebut di atas? Sepertinya tidak. Seharusnya seorang wanita memiliki alasan yang kuat mengapa mereka memutuskan untuk menjadi seorang wanita karir. Dan alasan kuatnya adalah untuk menjadi pribadi yang mandiri yang tidak memiliki ketergantungan dengan orang lain, tak terkecuali dengan suaminya sendiri. Pada dasarnya, itulah inti dari feminisme, dalam arti membuat wanita sederajat dengan laki-laki. Mereka tidak lagi inferior dan merasa menjadi makhluk kelas dua.

Dan jika ditelusuri lagi, sebenarnya tidak selalu wanita karir itu harus bekerja di kantor. Toh sekarang generasi millennial dikenal dengan generasi tanpa kantor. Artinya, mereka bisa bekerja tanpa harus punya kantor. Ada banyak sekali jenis remote job atau pekerjaan yang bisa dikerjakan dari luar. Artinya, mereka tidak perlu datang ke kantor untuk melaksanakan tugas.

Berkarir Tidak Harus Bekerja Di Kantor

Ada pergeseran makna antara berkarir di zaman dahulu dengan zaman sekarang. Dulu, orang dikatakan pekerja itu jika berangkat pagi dan pulang sore. Dan mereka memiliki kantor di mana mereka bekerja, entah itu sebagai pemilik usaha atau menjadi seorang pegawai atau karyawan. Namun, lain di zaman sekarang. berkarir tidak harus di kantor. Banyak orang yang bisa berkarir dari rumah. Dengan bermodalkan gadget seperti smartphone, komputer, atau laptop, seseorang bisa berkarir dengan mengerjakan tugas, entah itu dari kantor atau dari client.

Dalam hal ini, yang paling mempengaruhi pergeseran makna berkarir ini adalah internet. Semenjak ada internet, banyak sekali jenis pekerjaan baru yang muncul dan bisa dikerjakan secara remote. Artinya, seseorang tidak harus datang dan bekerja di kantor. Mereka bisa mengerjakan tugas dari rumah atau dari mana saja asalkan pekerjaan selesai.

Ada beberapa jenis pekerjaan yang sekarang ini dipilih oleh seorang wanita. Jadi, seorang wanita bisa berkarir tanpa harus pergi ke kantor di pagi hari dan pulang di sore hari. Bahkan, mereka bisa berkarir sambil tetap menjadi seorang ibu rumah tangga karana mereka bisa bekerja dari rumah.

Banyak pilihan pekerjaan untuk wanita karir
Banyak pilihan pekerjaan untuk wanita karir (foto: pixabay)

Apa saja jenis pekerjaan tersebut?

Penulis Konten

Banyak sekali media yang membutuhkan konten. Dan mereka tidak langsung mempekerjakan seorang penulis untuk bekerja di kantor melainkan bekerjasama dengan seorang freelancer. Penulis freelancer namanya. Jadi, ini penulis yang menulis konten di rumah kemudian hasil tulisannya dikirim melalui email atau langsung di upload di media yang sudah ditentukan. Kebanyakan, mereka adalah seorang wanita meskipun tidak jarang juga penulis adalah laki-laki.

Influencer

Dunia bisnis tidak lepas dari apa yang disebut dengan marketing. Namun, di era digital seperti saat ini, cara marketing berbeda-beda. Yang pasti, mendatangi rumah ke rumah dan menawarkan suatu barang tidak lagi menjadi cara marketing yang efektif.

Influencer juga bisa jadi pekerjaan
Influencer juga bisa jadi karir pilihan (foto: pixabay)

Kini, media online harus dimanfaatkan. Salah satunya menerapkan sistem marketing dengan menggunakan influencer atau orang yang bisa memberikan pengaruh. Dari nama saja, Anda bisa tebak apa tugasnya. Biasanya, seseorang ini memiliki fans yang banyak sehingga mampu mempengaruhi banyak orang untuk membeli suatu produk. Itulah influencer. Kebanyakan dari kalangan kaum hawa dan produknya tidak jauh dari hal yang berkaitan dengan kecantikan.

Home Desainer

Tidak perlu bekerja di sebuah perusahaan properti jika Anda seorang wanita yang memiliki bakat di bidang desain rumah. Sekarang ini, banyak orang yang membutuhkan seorang desain. Ini bisa menjadi peluang Anda untuk mendapatkan pundi-pundi uang.

Tentu masih banyak opsi pekerjaan lain agar supaya seorang wanita bisa berkarir. Tentunya, hal tersebut harusnya didasari atas alasan yang kuat, yaitu alasan yang membuat seorang wanita berada di level yang sama dengan laki-laki, bukan justru karir membuat derajat mereka semakin diinjak-injak atau bahkan karir tersebut membuat derajatnya semakin rendah.(*)

*Artikel ini diolah merahputih.com dari berbagai sumber



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH