Alasan Ancaman Bui Irjen Napoleon Bisa Berlipat Ganda di Kasus Aniaya M Kece Irjen Napoleon Bonaparte menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/11/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.

MerahPutih.com - Irjen Napoleon Bonaparte resmi ditetapkan sebagai tersangka bersama empat tahanan lain dalam kasus penganiayaan youtuber Muhammad Kece.

Napoleon berpotensi untuk mendapat hukuman tambahan 7 tahun penjara. Lantaran penganiayaan yang dilakukan mengakibatkan M Kece babak belur di bagian wajah.

Baca Juga:

Hajar M Kece, Irjen Napoleon Dijerat Pasal 170 KUHP

"Bisa saja disangkakan pasal 170 ayat 2 ke-1 KUHP. Karena faktanya korban mengalami luka-luka, mungkin unsurnya bisa dipandang ke sana," ujar Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi kepada wartawan yang dikutip Kamis (30/9).

Tangkapan layar chanel MuhammadKece. (Foto: Youtube)
Tangkapan layar chanel MuhammadKece. (Foto: Youtube)

Menurut Andi, penerapan pasal tersebut nantinya dapat dilakukan jaksa penuntut umum (JPU) setelah berkas perkara diserahkan.

"Saat ini penyidik hanya menerapkan pasal 170 KUHP. Dalam ayat 1 kalau dilihat ancaman maksimalnya 5 tahun 6 bulan," imbuhnya.

Baca Juga:

Bukan Cuma Irjen Napoleon, Ada Empat Tersangka Lain Penganiayaan M Kece

Andi memastikan, Napoleon akan mendapatkan pasal berlapis terkait dengan perkara suap dan penghapusan red notice Djoko Tjandra serta penganiayaan M Kece ini.

"Kita hanya perlu menunggu hasil vonis hakim untuk melihat akumulasi hukuman yang diterima," tegas jenderal polisi bintang satu itu.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan Irjen Napoleon Bonaparte resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan tersangka kasus penistaan agama dan youtuber M Kece. Keputusan tersebut diungkap usai penyidik melakukan gelar perkara. (Knu)

Baca Juga:

Irjen Napoleon Bonaparte Resmi Jadi Tersangka Penganiayaan M Kece

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Okupasi Tempat Tidur Pasien COVID-19 di Jakarta Capai 64 Persen
Indonesia
Okupasi Tempat Tidur Pasien COVID-19 di Jakarta Capai 64 Persen

Angka tersebut diterima dari laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI pada tanggal 28 Juli 2021 kemarin

PAN Dukung Pemprov DKI Larang Industri Pariwisata Gelar Acara Tahun Baru
Indonesia
PAN Dukung Pemprov DKI Larang Industri Pariwisata Gelar Acara Tahun Baru

"Aturan yang dibuat Pemprov kita hormati dan jalankan dengan sebaik-baiknya," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani

4 Pendukung Rizieq yang Berbuat Kisruh di PN Jakarta Timur Reaktif Corona
Indonesia
4 Pendukung Rizieq yang Berbuat Kisruh di PN Jakarta Timur Reaktif Corona

"(Ada) 4 orang reaktif di Polres, ini masih kita coba cek, kita tangani bersama Satgas COVID," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan

Jelang Tutup Pendaftaran, 3,9 Juta Orang Daftar CPNS dan PPPK
Indonesia
Jelang Tutup Pendaftaran, 3,9 Juta Orang Daftar CPNS dan PPPK

BKN meminta pada pemburu PNS untuk teliti dan berhati-hati saat mendaftar. Disisa waktu ini diperhatikan dan diteliti kembali secara berulang jangan sampai ada yang salah.

Mulai Agustus, SIM C Kendaraan Bermotor Dibagi Tiga Jenis
Indonesia
Mulai Agustus, SIM C Kendaraan Bermotor Dibagi Tiga Jenis

Untuk dapat memiliki SIM CII maka SIM CI yang dimiliki telah digunakan selama 12 bulan sejak SIM CI diterbitkan

Kemensos Siap Tindak Tegas Oknum yang Potong Bansos
Indonesia
Kemensos Siap Tindak Tegas Oknum yang Potong Bansos

Masyarakat penerima manfaat harus sesuai menerima haknya

Wagub Ahmad Riza Patria Berpotensi Jadi Pesaing Berat Risma dan Anies di Pilgub Jakarta
Indonesia
Wagub Ahmad Riza Patria Berpotensi Jadi Pesaing Berat Risma dan Anies di Pilgub Jakarta

Ariza memiliki pengalaman panjang bertarung secara elektoral, dua kali merebut kursi sebagai anggota DPR, dan didukung mesin politik Gerindra

[Hoaks atau Fakta]: Semua Pasien COVID-19 Meninggal di Rumah Sakit
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Semua Pasien COVID-19 Meninggal di Rumah Sakit

Terdapat beberapa pemberitaan di media massa di beberapa daerah yang memberitakan meninggalnya penderita COVID-19 saat isolasi mandiri di rumah.

Keributan soal TWK KPK Dinilai Terlambat
Indonesia
Keributan soal TWK KPK Dinilai Terlambat

Pasalnya, proses pembentukan pegawai KPK menjadi ASN merupakan proses inisiasi dari perubahan UU KPK yang di dalamnya mengatur bahwa seluruh pegawai KPK merupakan ASN.

Korban Meninggal Erupsi Gunung Semeru Capai 22 Orang
Indonesia
Korban Meninggal Erupsi Gunung Semeru Capai 22 Orang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat erupsi Gunung Semeru terus bertambah.