Alasan Ahli Mengapa Larangan Mudik Sangat Tepat Pemudik mengantre bagasi pada bus antar kota dan antar provinsi di terminal Kalideres, Jakarta Barat, Jakarta, Rabu, (22/4/2020). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

SEPERTI tahun lalu, mudik dilarang selama Hari Raya Idul Fitri. Tak heran jika tradisi tahunan ini menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan. Banyak yang mempertanyakan aturan tersebut lantaran proses vaksinasi telah berjalan.

Namun, pidemiolog dari Universitas Hasanuddin Makassar, Prof. Dr. Ridwan Amiruddin memberikan alasan logis tentang larangan mudik. Menurutnya, Indonesia harus belajar dari gelombang COVID-19 yang terjadi di India. Di sana masyarakatnya tak mematuhi protokol kesehatan dan banyak kerumunan. Hal itu mengakibatkan penyebaran COVID-19 terjadi secara masif.

Baca juga:

Negeri Aing Maaf-Maafan

"Di India itu ada faktor utamanya pemilukada, perayaan agama, pelonggaran protokol kesehatan, euforia vaksin, orang desa kembali ke kota untuk bisnis dan institusi yang tidak melaksanakan protokol kesehatan ditambah lagi dengan mutasi virus," kata Prof. Ridwan dalam webinar "Kontroversi Mudik Lebaran Saat COVID-19 Belum Pensiun", seperti dilansir Antara, Sabtu (1/5).

Suasana terminal Kalideres ramai akan pemudik yang tetap ingin kembali ke kampung halaman tahun lalu. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)
Suasana terminal Kalideres ramai akan pemudik yang tetap ingin kembali ke kampung halaman tahun lalu. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan Indonesia jauh dari kata aman terhadap virus Corona. Karena angka positif rate-nya masih di atas 10 persen, yang artinya virusnya masih liar.

Dengan pelarangan mudik, maka diharapkan bisa mengendalikan penyebaran COVID-19, terutama bagi orang tak bergejala. "Pelarangan mudik itu prinsip dasarnya adalah mengurai kerumunan. Jadi semakin tinggi kerumunan di ruang tertutup maka transmisinya akan makin meningkat," katanya.

Baca juga:

Ketika Nama Orang Tua Jadi Panggilan Akrab di Tongkrongan

Ketika mudik, kendaraan akan dipenuhi rmbongan keluarga, dimana protokol kesehatan sulit diterapkan. Kemudian ketika sampai ke tujuan, orang dari kota bisa saja membawa virus pada tubuh mereka dan meninggalkannya ketika kembali ke tempat asal.

Durasi perjalanan juga menjadi faktor lain. Jika perjalanan lama, kemungkinan terpapar akan lebih tinggi, apalagi jika alat transportasinya tidak didukung dengan sistem penyaring dan pembersih udara yang baik.

Pemudik menunggu keberangkatan bus antar kota dan antar provinsi di terminal Kalideres, Jakarta Barat, Jakarta, Rabu, (22/4/2020). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)
Pemudik menunggu keberangkatan bus antar kota dan antar provinsi di terminal Kalideres, Jakarta Barat, Jakarta, Rabu, (22/4/2020). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

"Lalu kebersihan makanan, transmisi ini bisa terjadi karena pada proses makan bersama. Hasil studi menunjukkan bahwa penularan terjadi pada saat proses santap bersama, penggunaan sendok bersamaan, penggunaan alat-alat makan bersama itu adalah pemicu," tutur Prof. Ridwan.

"Perilaku pemudik, kalau sudah kelelahan tidak mungkin protokol kesehatan jalan, kondisi lingkungan tidak memungkinkan mereka mengikuti protokol kesehatan, ruangannya yang padat, tertutup sehingga risiko pemaparan tinggi. Pada saat kelelahan kondisi imunitas menurun kemudian terpapar, ini baru risiko perjalanan," tambahnya. (Yni)

Baca juga:

Ngapain Sendokiran, Sokin Nongkrong!

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gegayaan dengan Topi 'Tersayang'
ShowBiz
Gegayaan dengan Topi 'Tersayang'

Sinetron 'Tersayang' memunculkan tren topi.

10 Juta PlayStation 5 Terjual, Sony Cetak Sejarah
Fun
10 Juta PlayStation 5 Terjual, Sony Cetak Sejarah

Penjualan konsol tertinggi Sony dalam sejarah.

‘Don’t Touch Me’, Pesan Menguatkan bagi Perempuan
ShowBiz
‘Don’t Touch Me’, Pesan Menguatkan bagi Perempuan

Marion Jola, Danilla, dan Ramengvrl menggabungkan kreativitas musik mereka dalam single Don't Touch Me.

Magic Mushrooms Berpotensi Bantu Terapi Psikologis
Fun
Magic Mushrooms Berpotensi Bantu Terapi Psikologis

Psilocybin adalah psikedelik yang sangat kuat yang ditemukan di berbagai macam jamur halusinogen.

Tak Ada Pertunjukan Wayang Potehi dan Barongsai di Kota Kediri
Fun
Tak Ada Pertunjukan Wayang Potehi dan Barongsai di Kota Kediri

Sudah dipastikan pertunjukan wayang Potehi dan barongsai pada perayaan Tahun Baru Imlek tidak akan diselenggarakan.

Lagi Marah Enggak Boleh Bikin Tape
Fun
Lagi Marah Enggak Boleh Bikin Tape

Mana mitos yang pernah diingatkan kepadamu?

 Blackpink Ditahbiskan sebagai Icon of the Year 2021 Elle Korea
ShowBiz
Blackpink Ditahbiskan sebagai Icon of the Year 2021 Elle Korea

Disebut sebagai salah satu orang yang paling berpengaruh untuk menyebarkan tentang Korea.

Kenali Perilaku yang Jadi Pertanda Pasangan Selingkuh
Fun
Kenali Perilaku yang Jadi Pertanda Pasangan Selingkuh

Menurut Psikolog dari Universitas Indonesia A. Kasandra Putranto ada sejumlah tanda-tanda perilaku orang yang selingkuh

Apple Watch Series 7 Akan Dirilis Tahun Ini
Fun
Apple Watch Series 7 Akan Dirilis Tahun Ini

Apple Watch Series 7 juga memiliki lebih besar layar.

‘The Medium’ Gambarkan Film Horor Tak Melulu Makhluk Gaib
ShowBiz
‘The Medium’ Gambarkan Film Horor Tak Melulu Makhluk Gaib

The Medium memiliki jalan cerita dan suasana yang kelam.