Siaga Corona
 Alami Gejala Mirip Corona, Dua Orang Masuk Ruang Isolasi RSUD Moewardi Solo Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas RSDM Solo, Eko Haryati, Senin (9/3). (MP/Ismail)

MerahPutih.Com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Moewardi, Solo Jawa Tengah merawat dua orang pasien di ruang isolasi karena diduga terjangkit virus corona atau COVID-19, Minggu (8/2). Kedua pasen tersebut tercatat sebagai warga Solo.

"Kami pada Minggu malam kedatangan dua pasien yang mengaku merasakan gejala mirip virus Corona. Kedua pasien tersebut saat ini dirawat di ruang intensif," ujar Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas RSDM, Eko Haryati kepada kepada awak media di Solo, Senin (9/3).

Baca Juga:

Ngabalin: Informasi Virus Corona dari Medsos Bisa Bawa Malapetaka

Eko mengungkapkan dua orang pasien diisolasi rumah sakit setelah berpergian ke luar Provinsi Jawa Tengah. Identitas pasien tidak bisa ungkap karena itu bagian dari rahasia rumah sakit.

Ruang isolasi RSUD dr Moewardi Solo disiapkan untuk pasien corona
Ruang isolasi RSUD dr Moewardi, Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

"Kedua pasien tersebut belum bisa kami nyatakan positif atau negatif corona. RSUD dr Moewardi baru melakukan pemeriksaan awal pada pasien," kata dia.

Pasien yang masuk ruang isolasi tersebut, lanjut dia, satu orang merupakan rujukan dari rumah sakit dan satu orang datang ke rumah sakit setelah diantar oleh keluarganya di ruang IGD.

RSUD Moewardi Solo, Jawa Tengah
RSUD dr Moewardi, Solo, Jawa Tengah (MP/Ismail)

"Suhu badan kedua paaien sempat menyentuh 37,8 derajat celcius disertai demam dan batuk. Kami bawa langsung merawatnya ke ruang isolasi," ujarnya.

Baca Juga:

Respons Pemerintah Sikapi Seorang WNI Positif Corona di Singapura

Eko menambahkan sampel swab tenggorokan kedua pasien juga sudah dikirim ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Senin pagi. Hasil uji sampel pasien akan dikirim ke Solo dalam waktu dekat.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga:

Istana: Jangan Sampai Ada Politisi Gunakan Isu Corona Untuk Pencitraan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pimpinan DPRD DKI Sebut Rapat APBD di Puncak Tak Salahi Aturan
Indonesia
Pimpinan DPRD DKI Sebut Rapat APBD di Puncak Tak Salahi Aturan

Alasan anggota dewan memilih rapat di Puncak untuk mencegah kemungkinan terjadinya penularan COVID-19 di gedung DPRD DKI.

Buron Kelas Kakap Russ Medlin Bakal Dideportasi ke Amerika
Indonesia
Buron Kelas Kakap Russ Medlin Bakal Dideportasi ke Amerika

pelaku adalah residivis kasus pelecehan seksual anak di bawah umur di Amerika dan sudah didakwa dua kali pada tahun 2006 dan tahun 2008.

Pemerintah Janjikan Layanan Keuangan Formal di Daerah Tertinggal
Indonesia
Pemerintah Janjikan Layanan Keuangan Formal di Daerah Tertinggal

Saat ini sekurang-kurangnya 76,19 persen dari seluruh penduduk dewasa di Indonesia telah menggunakan layanan keuangan formal.

Bakamla Gelar Operasi Cegah Tangkal Antisipasi COVID-19 di Tiga Zona
Indonesia
Bakamla Gelar Operasi Cegah Tangkal Antisipasi COVID-19 di Tiga Zona

Yang diambil adalah swab hidung atau tenggorokan

Polres Madiun Punya Dua Kendaraan Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan
Indonesia
Polres Madiun Punya Dua Kendaraan Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan

Tujuan diluncurkan dua kendaraan ini adalah bentuk kesiapsiagaan polri

Penjual Kuliner Ramadan di Bandung Bisa Jualan Lebih Lama
Indonesia
Penjual Kuliner Ramadan di Bandung Bisa Jualan Lebih Lama

Oded menyebut, selama Ramadan tempat usaha kuliner bisa beroperasi sampai pukul 23.00 WIB. Sebelumnya, tempat kuliner hanya diperkenankan beroperasi sampai 21.00 WIB.

PKS Duga Pasal "Pesanan" Jadi Pemicu Pembahasan Kilat Omnibus Law
Indonesia
PKS Duga Pasal "Pesanan" Jadi Pemicu Pembahasan Kilat Omnibus Law

Mardani Ali Sera mengatakan pihaknya menolak RUU Ciptaker karena banyak aturan yang dibuat masih bertentangan dengan norma konsitusi.

Anak Buah Anies Diklaim Bantu Keuangan Anak-Anak Tertolak PPDB
Indonesia
Anak Buah Anies Diklaim Bantu Keuangan Anak-Anak Tertolak PPDB

Puluhan orang tua murid bersama anak-anaknya mendatangi Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta untuk berdiskusi

Eks Pimpinan KPK: Sikap Presiden Diskriminatif dalam Kasus Novel Baswedan
Indonesia
Eks Pimpinan KPK: Sikap Presiden Diskriminatif dalam Kasus Novel Baswedan

Busyro juga menyoroti kejanggalan dalam proses peradilan kasus Novel

[HOAKS atau FAKTA] Warga Diminta di Rumah karena Rumah Sakit Penuh Penderita COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Warga Diminta di Rumah karena Rumah Sakit Penuh Penderita COVID-19

Imbauan tersebut diklaim berasal dari dokter spesialis paru beserta Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Riau.