Akun Medsos Nyinyir Soal KRI Nanggala 402 Diusut, Salah Satunya Milik Anggota Polisi Dokumentasi- Anggota TNI AL melakukan penghormatan ketika kapal selam KRI Nanggala-402 tiba di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin (6/2/2012). (ANTARAFOTO/M RISYAL HIDAYAT)

MerahPutih.com - Polisi mengusut tujuh akun yang diduga membuat komentar tak senonoh terkait gugurnya 53 awak KRI Nanggala 402. Polisi memastikan dilakukan proses hukum.

Total ada tujuh laporan yang diterima polisi terkait berita negatif soal tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402. Salah satu di antara tujuh akun tersebut diketahui milik seorang anggota kepolisian.

Kemudian setelah dilakukan pendalaman, dua dari lima akun itu diketahui merupakan akun anonim.

Baca Juga:

Jokowi Tegaskan Tak Ada Tempat untuk Kelompok Kriminal Bersenjata

Dua akun tersebut akun anonymous dan ditindaklanjuti dengan pengajuan pemblokiran kepada Kemenkominfo.

"Lima sisanya dilakukan pengusutan," ujar Dirsiber Bareskrim Brigjen Slamet Uliandi kepada wartawan, Senin (26/4).

Polisi memastikan akan terus melanjutkan proses hukum pada para pembuat komentar negatif itu.

Berikut daftar lima akun pemberi komentar negatif terkait tenggelamnya KRI Nanggala 402.

Pelaku pertama adalah akun Facebook bernama Ahmad Khoizinudin. Subdit 2 Dittipidsiber Bareskrim Polri bertanggung jawab menyelidiki pemilik akun media sosial itu.

Ilustrasi - Warga di Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/4), membawa bunga dan berdoa untuk seluruh awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang di perairan utara Pulau Bali. ANTARA FOTO/Maulana Surya
Ilustrasi - Warga di Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/4), membawa bunga dan berdoa untuk seluruh awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang di perairan utara Pulau Bali. ANTARA FOTO/Maulana Surya

Pelaku kedua adalah akun Facebook bernama Imam Kurniawan. Pelaku menulis komentar tak senonoh terkait istri awak kapal KRI Nanggala.

Subdit Siber Ditkrimsus Polda Sumatera Utara menangani penyidikan dan telah menangkap pemilik akun media sosial ini.

Pelaku ketiga adalah pemilik nomor WhatsApp 62819912xxxxx. Bareskrim Polri sedang melakukan penyidikan pemilik akun aplikasi perpesanan instan itu.

Pelaku keempat adalah pemilik akun Facebook bernama Fajarnnzz. Penyidikan polisi berhasil mengungkap bahwa pemilik akun media sosial itu adalah personel kepolisian di Sleman.

Pemilik akun keempat ini memiliki nama asli Fajar Indrawan. Ia berpangkat Bintara Polsek.

Pelaku mengaku mengalami kesusahan sendiri dan menyatakan tak pantas menangisi para awak KRI Nanggala 402.

“Rencana penyidik akan kordinasi dengan Paminal Mabes untuk bersama-sama menuju Polda DIY untuk mengambil tersangka dikarenakan yang menjadi tersangka adalah anggota Polri dari kesatuan Polsek Kalasan Polres Sleman Polda DIY,” beber Uliandi.

Baca Juga:

Muhammadiyah Ajak Umat Muslim Salat Gaib untuk Prajurit KRI Nanggala 402

Saat ini, Propam Polda DIY sedang memeriksa polisi pemberi komentar negatif itu sejak Minggu (25/4) malam.

Pelaku kelima adalah pemilik akun Facebook bernama John Silahoi. Subdit Siber Ditkrimsus Polda NTT bertanggung jawab menyidik pemilik akun ini.

Pemilik akun John Silahoi membuat komentar negatif terkait para awak KRI Nanggala 402 yang tewas. (Knu)

Baca Juga:

53 Awak KRI Nanggala 402 Gugur, SBY: Kehilangan Besar Bagi TNI dan Indonesia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tiba di Indonesia, 10 Ribu Orang Jalani Karantina di Hotel
Indonesia
Tiba di Indonesia, 10 Ribu Orang Jalani Karantina di Hotel

Ketentuan karantina penumpang internasional yang tiba di Indonesia tercantum di dalam Addendum Surat Edaran Nomor 03/2020 dan SE Nomor 04/2020.

September Disdik DKI Tambah Peserta PTM, Ada 1.500 Sekolah
Indonesia
September Disdik DKI Tambah Peserta PTM, Ada 1.500 Sekolah

Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan menambah jumlah sekolah yang ikut pembelajaran tatap muka terbatas di tengah masa pandemi COVID-19.

Warga Sekitar Gunung Merapi Diminta Waspadai Banjir Lahar Dingin
Indonesia
Warga Sekitar Gunung Merapi Diminta Waspadai Banjir Lahar Dingin

Banjir lahar dingin berpotensi muncul di sungai-sungai yang bermuara di hulu Gunung Merapi.

Tak Ingin Seperti India, Wagub DKI Minta Semua Pihak Bantu Lawan COVID-19
Indonesia
Tak Ingin Seperti India, Wagub DKI Minta Semua Pihak Bantu Lawan COVID-19

"Tentu kita semua, tidak hanya Jakarta, Indonesia, pak presiden, menteri, gubernur, kepala daerah bekerja keras agar Indonesia tidak mengalami masalah-masalah yang terjadi di banyak negara, di eropa, termasuk di India," ujar Riza

Polisi Harus Cari Otak Pembunuh Jurnalis di Sumatera Utara
Indonesia
Polisi Harus Cari Otak Pembunuh Jurnalis di Sumatera Utara

Mara Harahap ditemukan warga dengan kondisi kritis di dalam mobil BK 1921 WR, tak jauh dari kediamannya, di Huta VII, Nagori Karang Anyer, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Tujuh Alat Peringatan Dini Tsunami di Pantai Selatan DIY Rusak
Indonesia
Tujuh Alat Peringatan Dini Tsunami di Pantai Selatan DIY Rusak

Ketujuh EWS yang rusak berada di sepanjang Pantai Trisik hingga Pasir Kadilangu.

Kabareskrim Selidiki Kebocoran Data Pribadi Peserta BPJS Kesehatan
Indonesia
Kabareskrim Selidiki Kebocoran Data Pribadi Peserta BPJS Kesehatan

Investigasi sementara, menemukan bahwa akun bernama Kotz menjual data pribadi di Raid Forums. Akun Kotz sendiri merupakan pembeli dan penjual data pribadi (reseller).

TWK Filter SDM KPK untuk Satu Tujuan, Istana: Enggak Usah Lagi Buka Polemik Itu
Indonesia
TWK Filter SDM KPK untuk Satu Tujuan, Istana: Enggak Usah Lagi Buka Polemik Itu

Ade mengingatkan lembaga antirasuah itu pasti memiliki alasan tersendiri

Vaksinasi Mandiri Gunakan Vaksin Sinopharm dan Moderna
Indonesia
Vaksinasi Mandiri Gunakan Vaksin Sinopharm dan Moderna

Anak perusahaan holding BUMN farmasi PT Kimia Farma Tbk akan menjadi importir vaksin Sinopharm asal Tiongkok dan Moderna dari Amerika Serikat untuk Program Vaksinasi Gotong Royong/Mandiri yang akan dilakukan perusahaan swasta kepada karyawan/buruh.

Pimpinan MPR Dukung Sikap Menlu Tolak Propaganda Normalisasi dengan Israel
Indonesia