Akui Kerap Beri Uang ke AKP Robin, Ini Dalih Eks Bupati Kukar Rita Widyasari Mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari (berkerudung) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (18/10) (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

MerahPutih.com - Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari mengakui kerap memberikan uang kepada eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) AKP Stepanus Robin Pattuju. Ia berdalih memberikan uang total Rp 60,5 juta kepada Robin karena faktor kemanusiaan.

"Khusus Pak Robin, saya tidak bayar (fee) beliau, tapi nilai kemanusiaan," kata Rita saat bersaksi dalam kasus dugaan suap penanganan perkara dengan terdakwa Robin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (18/10).

Baca Juga

Eks Bupati Kukar Rita Widyasari Jadi Saksi di Sidang AKP Robin

Uang yang pertama kali diberikan Rita ke Robin sebanyak Rp 25 juta. Uang tersebut, menurut Rita diperuntukan bagi ibunda Robin yang sedang terinfeksi COVID-19.

"Bilang ibunya sakit, mau sewa apartemen untuk isolasi mandiri," ungkap Rita.

Bantuan lainnya juga diberikan Rita kepada Robin karena eks penyidik KPK asal Polri itu mengaku ada saudaranya yang meninggal dan melahirkan.

Jaksa penuntut umum (JPU) KPK kemudian merinci pemberian uang bantuan tersebut. Pada 22 Januari 2021, Rita memberikan Rp25 juta. Kemudian 11 Februari sebesar Rp 10 juta, pada 27 Februari sebesar Rp 7,5 juta. Lalu pada 7 April sejumlah Rp 10 juta, pada 12 April sebesar Rp 3 juta, dan pada 16 April sebesar Rp 5 juta.

Mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari (berkerudung) bersaksi untuk dua orang terdakwa yaitu eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur Husain di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (18/10/2021) (ANTARA/Desca Lidya Natalia)
Mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari (berkerudung) bersaksi untuk dua orang terdakwa yaitu eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur Husain di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (18/10/2021) (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Rita mengatakan, uang bantuan tersebut di luar bayaran atas jasa Robin mengurus perkaranya. Politikus Partai Golkar ini mengaku mengenal Robin melalui mantan Wakil Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Umum Golkar Azis Syamsuddin.

Setelah dikenalkan Azis, Robin datang bersama seorang advokat bernama Maskur Husain. Mereka meyakinkan Rita bisa mengurus pengembalian aset yang disita KPK; mengurus kasus pencucian uang yang sedang disidik KPK dan mengurus peninjauan kembali (PK) yang diajukan Rita ke Mahkamah Agung (MA).

Untuk mengurus perkara yang menjerat Rita, Robin dan Maskur meminta ongkos Rp10 miliar dan setengah dari nilai aset yang dimiliki Rita.

Dalam perkara ini, Robin dan Maskur didakwa menerima suap total mencapai Rp11,5 miliar.

Uang suap tersebut diterima dari eks Walkot Tanjungbalai M. Syahrial sejumlah Rp1,695 miliar; Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado sejumlah Rp 3.099.887.000 dan 36.000 dolar AS; eks Walkot Cimahi Ajay Muhammad Priatna sejumlah Rp 507,39 juta; Direktur PT Tenjo Jaya Usman Effendi sejumlah Rp 525 juta, dan Rita Widyasari sejumlah Rp 5.197.800.000. (Pon)

Baca Juga

KPK Dalami Keterlibatan Azis Syamsuddin di Kasus Suap Eks Bupati Kukar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Harga Kedelai Melonjak, Tahu Tempe Makin Tipis dan Naik 20 Persen
Indonesia
Harga Kedelai Melonjak, Tahu Tempe Makin Tipis dan Naik 20 Persen

Pada 2021 sudah naik menjadi Rp 9.500 - Rp 10 ribu per kilogram. Kini harga kacang kedelai sudah berada di atas Rp 11 ribu per kilogram.

Sandiaga Jawab soal Kemungkinan jadi Cawapres Anies atau Prabowo
Indonesia
Sandiaga Jawab soal Kemungkinan jadi Cawapres Anies atau Prabowo

"Kemungkinannya tidak kelihatan (jadi pendamping Anies)," kata Sandiaga di Solo, Sabtu (5/11).

Kepala Otorita IKN Sambangi KPK, Bahas Apa?
Indonesia
Kepala Otorita IKN Sambangi KPK, Bahas Apa?

Bambang Susntono menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (21/3).

Setelah UU TPKS Disahkan, Kini Aturan Turunan Harus Segera Dibuat Pemerintah
Indonesia
Setelah UU TPKS Disahkan, Kini Aturan Turunan Harus Segera Dibuat Pemerintah

Implementasi dari UU ini nantinya akan dapat menghadapi dan menyelesaikan kasus-kasus kekerasan seksual, perlindungan perempuan dan anak yang ada di Indonesia.

12 Siswa dan Guru Positif, SMA Warga Solo Lockdown
Indonesia
12 Siswa dan Guru Positif, SMA Warga Solo Lockdown

Teranyar, sebanyak 12 siswa dan guru di SMA Warga Solo dinyatakan positif COVID-19, Rabu (25/1). Akibat kejadian itu, Pemkot menghentikan PTM dan sekolah lockdown selama 14 hari terhitung mulai Kamis (26/1).

Faktor Cuaca Diduga Jadi Penyebab Utama Helikopter Jatuh di Perairan Bangka Belitung
Indonesia
Faktor Cuaca Diduga Jadi Penyebab Utama Helikopter Jatuh di Perairan Bangka Belitung

Mabes Polri membeberkan dugaan sementara penyebab helikopter Polri hilang kontak di dekat perairan Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung, Minggu (27/11).

Pidato Ilmiah di PKNU, Puan Bicara soal Pancasila, IKN hingga PBB
Indonesia
Pidato Ilmiah di PKNU, Puan Bicara soal Pancasila, IKN hingga PBB

a menceritakan perjuangannya sebagai politisi hingga berhasil menjadi orang nomor satu di DPR.

Jaksa Gelar Operasi Intelijen Cari Produk Asing Dicap Lokal
Indonesia
Jaksa Gelar Operasi Intelijen Cari Produk Asing Dicap Lokal

Bila sebanyak 40 persen anggaran tersebut digunakan untuk belanja produk buatan dalam negeri maka belanja BUMN dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga 0,4 persen.

Jalan Berliku Formula E: Mulai dari Penundaan, Interpelasi hingga Digelar di Ancol
Indonesia
Jalan Berliku Formula E: Mulai dari Penundaan, Interpelasi hingga Digelar di Ancol

Ajang balap Formula E di DKI Jakarta dipastikan digelar pada 4 Juni 2022. Kawasan Ancol, Jakarta Utara, dipilih sebagai lokasi balap jet darat bertenaga listrik itu.

SETARA Kecam Penganiayaan terhadap Ade Armando
Indonesia
SETARA Kecam Penganiayaan terhadap Ade Armando

Ketua SETARA Institute Hendardi mendesak kepolisian segera menindak para pelaku.