Aku Pemudi yang Mencintai Diriku Sendiri Cintai dirimu sebelum mencintai orang lain. (Foto: Unsplash/Annie Spratt)

RATA-rata temanku ingin menikah di umur 24 tahun. Menurut mereka itu adalah umur yang ideal untuk berkeluarga. Namun, aku bahkan tak sempat memikirkan kapan aku ingin menikah.

"Ge, kok lu santai sih gak nyari cowo?," tanya temanku ketika kami berbincang di suatu tempat. Mengingat bahwa aku sudah sangat lama berstatus jomlo namun tidak peduli dengan dunia percintaan, teman-teman di sekitarku merasa bingung denganku.

Baca Juga:

Aku Berjuang Melawan Demam Panggung saat Bertanding

"Ya, gapapa. Kan bahagia gak bergantung sama orang lain, tapi sama diri sendiri. Senengin diri dulu baru orang lain," jawabku. Aku ingin menyadarkan mereka kalau tanpa pasangan pun kita dapat tetap bahagia. Mereka memang agak khawatir mengingat umur ideal menikah mereka.

"Asik. Bener tuh," balas temanku yang setuju dengan pendapatku. Bagiku memiliki pasangan tidak dapat menentukan kebahagian kita, justru menambahkan beban pikiran serta kadang membawa sakit hati, seperti bertengkar karena masalah kecil yang tidak penting.

Berpakaian lebih menarik. (Foto: Unsplash/Becca McHaffie)

Beberapa teman-temanku yang sudah memiliki pasangan juga memiliki cerita yang menunjukkan kalau memiliki pasangan tidak menjamin kebahagiaanmu. Entah itu masalah perselingkuhan, pikiran negatif, tidak seiman, sudah bosan, dan masih banyak lagi.

Aku pikir memang kita harus mencintai diri sendiri terlebih dulu sebelum mulai memiliki hubungan serius dengan orang lain. Selepas dari masa pendekatanku dengan seseorang yang gagal dan membuatku sakit hati, aku merasa diriku masih kurang dalam beberapa hal. Salah satunya adalah penampilanku.

Aku berusaha untuk mencintai diriku sendiri dengan melakukan beberapa hal untuk penampilanku agar lebih percaya diri. Poni ‘barcode’ atau poni tipis Korea tengah trending pada saat itu. Karena penasaran aku pun mencoba untuk memotong rambut serta poniku di salon. Dengan percaya dirinya, aku datang ke kampus sambil menebar senyum ke teman-temanku.

"Wihhh, abis potong rambut ya. Bagus," puji salah satu temanku. Pujian-pujian yang mereka berikan membuat percaya diriku meningkat dan menumbuhkan semangat untuk mencintai diriku sendiri. Keesokan harinya, beberapa temanku juga memotong poni sepertiku. Rasanya, aku seperti seorang trendsetter.

Baca Juga:

Pemuda, 'Healing' Tak Harus 'Travelling'

Tak hanya rambut saja, namun gaya berpakaianku juga berubah. Aku sering berpakaian berwarna monochrome, hitam-putih untuk bepergian seperti tak memiliki baju lain. Tapi, aku bertekad untuk berpakaian lebih bagus dan lagi-lagi temanku memujiku.

"Mau kemana? Kok cakep banget. Gini ya abis putus cinta, langsung gayanya keren," ucap temanku melihat perubahan gaya berpakaianku dan menyamakannya dengan teman dekatku yang merasakan putus cinta beberapa bulan sebelumnya. Aku hanya tertawa mendengar pendapatnya.

Kupikir, pakaian yang kupilih tidak cocok denganku dan malah menjadi penampilan yang biasa saja, tapi dengan pujian itu aku sadar berarti usahaku untuk menjadi tampil bagus sudah terbukti.

Menggunakan skincare setiap malam. (Foto: Unsplash/Nati Melnychuk)

Untuk kulit wajahku, aku sering menggunakan skincare di malam hari sebelum tidur. Dulunya, aku memang berjerawat tapi karena sering melakukan skincare, kini kulitku lebih terlihat bersih dari 'dosa-dosa' wajah. Karena tidak terlalu ahli di bidang merias wajah, aku lebih sering menggunakan lipstick atau liptint saja, serta sunscreen untuk wajahku sebelum pergi keluar.

"Kamu bagus ya pakai lipstick doang, cocok di kamu warnanya," ujar temanku yang lain. Aku tentunya berterima kasih kepada teman-teman yang selalu memberikanku pujian. Segala bentuk perubahan penampilan untuk membantu meningkatkan kepercayaan diriku dan sebagai cara untuk mencintai diri sendiri, pujian itu merupakan tanda kesuksesan perubahan dalam diriku.

Senyumku tak memudar mendengar pujian-pujian kecil dari temanku tentang penampilan baruku. Pujian-pujian itu membuatku senang dengan diriku sendiri. Padahal aku awalnya berpikir bahwa penampilanku sangat kurang menarik, kini aku berpikir sebaliknya. Kini aku lebih mencintai diriku dengan versi baru. (mic)

Baca Juga:

Usaha Buket Uang Pemudi Negeri Aing Laris Manis Selama Pandemi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
International Coaching Week 2022 Digelar, Hadirkan Para Coach Profesional
Fun
International Coaching Week 2022 Digelar, Hadirkan Para Coach Profesional

International Coaching Week 2022 digelar 16-22 Mei 2022.

Kolaborasi RANS dan KUY, Sajikan Sportainment 'Media Clash'
ShowBiz
Kolaborasi RANS dan KUY, Sajikan Sportainment 'Media Clash'

Musisi hingga artis akan ramaikan Media Clash oleh RANS dan KUY.

'The Umbrella Academy' Siap Kembali untuk Musim Ketiga
ShowBiz
'The Umbrella Academy' Siap Kembali untuk Musim Ketiga

Membawa cerita keluarga lain 'Sparrow Acedemy'.

Bulgari Dapuk Anne Hathaway Hingga Lisa BLACKPINK Jadi Duta Kampanye Teranyarnya
Hiburan & Gaya Hidup
Bulgari Dapuk Anne Hathaway Hingga Lisa BLACKPINK Jadi Duta Kampanye Teranyarnya

Selain dua aktris kenamaan tersebut, Bulgari juga mendapuk Lisa Blackpink, Priyanka Chopra, dan Shu Qi pada kampanye terbarunya

Tiba-Tiba, Elon Musk Bahas Kematian
ShowBiz
Tiba-Tiba, Elon Musk Bahas Kematian

Cicitan itu menuai pro dan kontra di media sosial.

6 Inspirasi Gaya Rambut Pendek untuk Tampil Edgy
Fun
6 Inspirasi Gaya Rambut Pendek untuk Tampil Edgy

Inspiraasi potongan pendek untuk semua jenis dan tekstur rambut.

Program Ramadan Era 2000an Bikin Kangen Suasana Sahur Bersama Keluarga
Hiburan & Gaya Hidup
Program Ramadan Era 2000an Bikin Kangen Suasana Sahur Bersama Keluarga

Nuansa santap sahur jadi syahdu dan hangat sebab dihiasi acara televisi begitu ikonik

Hadiri Upacara Resmi, BTS Jelaskan Tugasnya Sebagai Duta World Expo
ShowBiz
Hadiri Upacara Resmi, BTS Jelaskan Tugasnya Sebagai Duta World Expo

Mereka berjanji untuk bekerja keras membawa nama bangsa Korea ke seluruh dunia.

Ayo Unjuk Kemampuan, YG Entertainment Gelar Audisi di Indonesia
ShowBiz
Ayo Unjuk Kemampuan, YG Entertainment Gelar Audisi di Indonesia

Audisi besar ini sudah digelar sejak awal 2022.

Alasan Warga +62 Menunda Belanja Barang Incaran
Hiburan & Gaya Hidup
Alasan Warga +62 Menunda Belanja Barang Incaran

Ada juga sebagian orang menunda membeli sesuatu diinginkan untuk alasan-alasan tertentu