Aku Berjuang Melawan Demam Panggung saat Bertanding Aku bisa mengatasi demam panggung. (Foto: merahputih.com/Felicia Ancilla)

AKU adalah seorang pemudi atlet Taekwondo. Setiap kali akan bertanding aku merasa jantungku berdetak dengan cepat, tanganku terasa dingin, dan perutku seperti memberontak. Aku benar-benar demam panggung di menit-menit terakhir sebelum bertanding.

Hal ini sudah aku rasakan sejak kelas 3 SD, tepatnya awal mula aku bergabung di klub bela diri asal Korea Selatan. Saat itu aku mengikuti kejuaraan untuk mewakili sekolah, dan di lokasi pertandingan aku bertemu banyak orang. Namun, karena ini adalah pertandingan pertamaku, aku belum mengetahui banyak orang.

Tak ingat pasti aku bermain di partai berapa, tapi saat itu aku bertemu lawan yang tingginya melebihi aku, dan tingkatan sabuknya satu tingkat lebih tinggi dibanding aku. Aku sabuk kuning, dia sabuk hijau.

Hari itu, aku mendengar cerita dari orang-orang di sana bahwa lawanku itu sudah sering bertanding, dan itu adalah kali pertamaku bertanding serius di atas matras. Meskipun sudah banyak berlatih sebelum-sebelumnya, semenjak mendengar keahlian lawanku, rasa percaya diriku tiba-tiba menurun. Aku takut menghadapinya.

Aku pun mulai merasakan demam panggung, padahal jadwalku tanding masih cukup lama. Rasa deg-degan dan sakit perut yang tak karuan, membuat aku bolak-balik ke kamar kecil, ditemani mama.

Melihat teman-temanku yang bertanding, aku mulai merasa gugup. Kemudian, saat pelatihku melihatku cemas dan hampir menangis, akhirnya ia menampar kedua pipiku sambil mengatakan, "kamu takut?." Saat itu aku mulai kembali mengatur kembali keberanianku, dan bersiap-siap karena partaiku hampir tiba.

Saat namaku dipanggil untuk bersiap-siap, aku semakin deg-degan dan keringat dingin. Akhirnya saat waktunya tiba, aku sudah menggunakan perlengkapanku mulai dari pelindung kaki tangan, pelindung badan, dan memegang pelindung kepala di lengan kiriku.

Namun, saat kakiku menyentuh matras, seketika perasaanku berubah dan menjadi cukup tenang, serta fokus mendengarkan nasihat pelatihku dari pinggir lapangan. Kemudian, aku mulai bertanding dengan memberanikan diri.

Dari layar skor, satu persatu poin pecah telur dari sudutku dan lawanku. Pertandingan berlalu sebanyak tiga ronde, dengan masing-masing waktu dua menit tiap rondenya. Meski, sempat menangis ditengah pertandingan karena cedera mata, aku tetap melanjutkan pertandingan. Aku tak mau menyerah. Jerih payahku akhirnya terbayar, akulah yang memenangi babak semi final ini.

Aku berhasil lolos ke babak final. Tapi, rasa gugup kembali muncul, meski tidak separah di awal. Seakan rasa demam panggungku sudah kutinggalkan di babak semifinal tadi. Aku benar-benar nyaman mengikuti partai final ini. Tendangan demi tendangan dengan mudahnya aku layangkan ke lawan. Ya, aku berhasil mengalahkan lawanku di babak final ini. Akulah juaranya.

Pertandinganku tak hanya sampai di situ, dalam setahun aku bisa mengikuti pertandingan sampai tiga kali. Dikarenakan saat di Bali aku sering bertanding dan bertemu orang sama, jadi aku sudah mengetahui kelemahan dan kelebihan mereka. Namun, itu tak menjanjikan aku bisa mengurangi rasa demam panggung itu.

Waktu terus berlalu, aku menutup pertandingan Taekwondo di Bali, ketika aku duduk di bangku SMA. Selama tiga tahun aku tidak ikut latihan ataupun bertanding di Bali. Hingga akhirnya, aku melanjutkan studi perguruan tinggiku di Tangerang.

Kemudian, di Kampus aku mengembalikan niatku untuk bergabung di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo. Pelatih baruku di sana, telah mengetahui bahwa sebelumnya aku sudah sering bertanding dan juara. Kemudian, dua minggu setelah resmi menjadi bagian UKM, aku dan beberapa teman lainnya diminta untuk mewakili kampus di kejuaran Taekwondo di Cilegon.

Akhirnya, aku dan teman-teman mulai berlatih dan mempersiapkan diri. Saat waktunya tiba, tiba-tiba terlintas di benak aku, "Akhirnya masa ini kembali lagi.” Yak, betul, masa itu adalah demam panggung. Ini adalah pertandingan perdanaku setelah rehat selama tiga tahun, dan ini juga merupakan pertandingan perdanaku di sana, dengan teman-teman dan suasana baru.

Melihat semua atlet sedang bersiap-siap dan melihat wajah-wajah baru, membuat perasaanku semakin campur aduk. Terlebih aku tak mengenali siapa yang akan aku lawan. Mereka pun terlihat sangat jago dan sangat bersemangat. Hal ini membuatku semakin gugup, tapi aku mencoba stay cool, lantaran aku bukan anak kecil lagi.

Dikarenakan salah satu kating (kakak tingkat) aku adalah atlet asli Jakarta dan ia terlihat santai, aku mengikuti tipsnya untuk terlihat lebih tenang dan melawan rasa gugupku. Akhirnya, kita berbincang-bincang sembari menunggu waktu bertanding dan juga mendengarkan lagu. Meskipun rasa deg-degan masih ada, setidaknya aku bisa lebih tenang karena teman-temanku mengajak untuk bercanda.

Walaupun, saat itu aku hanya berhasil menduduki peringkat ketiga, masih ada beberapa pertandingan selanjut-selanjutnya. Di pertandingan Pekan Olahraga Mahasiswa Banten (POMDA) dan Prasmul Olympic, aku merasa sudah mulai bisa mengatur rasa demam panggungku, dengan mengikuti tips kating dan bercanda tawa dengan teman-temanku.

Dari situlah aku mulai bisa mengatur rasa demam panggung ketika akan bertanding. Aku juga mulai membiasakan diri untuk tidak mencari tahu siapa lawanku saat bertanding, dan tidak membuat itu melekat di pikiranku jauh-jauh hari sebelum hari pertandingan. Aku adalah jagoan yang berhasil mengatasi demam panggung. (cil)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kulit Tetap Sehat dan Cantik di Usia 35 Tahun
Fun
Kulit Tetap Sehat dan Cantik di Usia 35 Tahun

Diperlukan cara tepat agar kulit tetap sehat dan awet muda di usia 35 tahun.

Jadi Batman lagi, Michael Keaton Muncul di 'Batgirl'
ShowBiz
Jadi Batman lagi, Michael Keaton Muncul di 'Batgirl'

Keaton memerankan karakter Batman dalam film Tim Burton pada 1989.

Elon Musk Raih Gelar 'Person of the Year' Versi Majalah Time
ShowBiz
Elon Musk Raih Gelar 'Person of the Year' Versi Majalah Time

Elon Musk memiliki pengaruh besar terhadap dunia tahun ini.

Sambut Metaverse, Mark Zuckerberg Beberkan Proyek AI Terbaru Meta
Fun
Sambut Metaverse, Mark Zuckerberg Beberkan Proyek AI Terbaru Meta

CEO Meta menjelaskan cara kerja AI untuk metaverse.

Keren, Brand Skincare Lokal Ini Jadikan TWICE Star Ambassador
Hiburan & Gaya Hidup
Keren, Brand Skincare Lokal Ini Jadikan TWICE Star Ambassador

Brand perawatan kulit atau skincare asal Indonesia, Scarlett, resmi mengumumkan sebuah kerjasama dengan idol grup ternama Korea Selatan, TWICE, sebagai Star Ambassador terbarunya.

Sosok Ibu Kembali di 'Pengabdi Setan 2: Communion'
ShowBiz
Sosok Ibu Kembali di 'Pengabdi Setan 2: Communion'

'Pengabdi Setan 2: Communion' tayang 4 Agustus 2022.

Waspadai 4 Red Flags Si ‘Buaya Darat’
Fun
Waspadai 4 Red Flags Si ‘Buaya Darat’

Ketahui ciri-ciri playboy.

Beyonce dan Billie Eilish Masuk Daftar Musisi yang Tampil di Panggung Oscar
ShowBiz
Afgan Rekam Suaranya dengan Mic Seadanya
ShowBiz
Afgan Rekam Suaranya dengan Mic Seadanya

Afgan kembali menghadirkan single terbarunya yang bertajuk 'So Wrong But So Right'

Buat Sejarah, LALEILMANINO Buat Lagu di Tengah Hutan Belantara
ShowBiz
Buat Sejarah, LALEILMANINO Buat Lagu di Tengah Hutan Belantara

LALEILMANINO ceritakan proses buat lagu di tengah hutan