Aktivitas Medsos Dibatasi, BPN Sebut Pemerintah Panik Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Sikap pemerintah yang memutuskan membatasi aktifitas di media sosial untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan baru-baru ini dianggap berlebihan dan tidak masuk akal.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan hal tersebut bertentangan dengan demokrasi. Pasalnya kebebasan berpendapat termasuk di media sosial adalah bagian dari demokrasi.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade. Foto: ANTARA

"Kemarin ada pernyataan pemerintah akan mengawasi ucapan para tokoh politik, sekarang akses media sosial dibatasi. Menurut saya ini pemerintah panik dan ketakutan hingga demokrasi saja diatur seenak mereka, rezim ini takut dengan demokrasi," kata Andre di Jakarta, Rabu (22/5).

BACA JUGA: Penjelasan Menko Polhukam Kenapa Kirim Video dan Foto WhatsApp Lemot

BACA JUGA: Kronologi Detik-Detik Pecahnya Kerusuhan Jakarta Versi Polri

Politisi Partai Gerindra ini menekankan, kepanikan yang ditunjukkan rezim saat ini sama saja tengah memperlihatkan kebobrokan sistem pemerintahan yang dijalankan selama ini.

"Ya mereka panik makanya membatasi aktivitas rakyat. Ingat rakyat tidak bodoh merasakan kesenjangan ekonomi, hukum yang tidak adil dan itu semua rakyat lihat," tegas Andre.

Aplikasi Whatsapp

Menurut Andre, sikap rakyat bagaimana pemimpinnya menjalankan sistem pemerintahan. Jika pemimpimun berlaku adil dan mencintai rakyatnya, maka rakyat juga akan mencintai pemimpinnya.

BACA JUGA: Pastikan Rusuh Jakarta 'Settingan', Polri Sita Duit Amplop dari Provokator

"Namun di rezim ini justru banyak rakyat yang merasakan kezaliman, maka rakyat memiliki hak untuk meminta keadilan termasuk menyuarakan pendapatnya melalui media sosial," pungkas Andre. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH