Aktivis Ravio Patra Ditangkap Polisi Setelah Akun WhatsAppnya Diduga Diretas Ilustrasi (Pixabay)

MerahPutih.com - Aktivis Ravio Patra, ditangkap polisi atas dugaan menyebarkan pesan berantai dengan konten provokasi. Ravio merupakan anggota Open Government Partnership Steering Committee (OGP SC).

Ravio diketahui sempat mengkritik Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar yang diduga kuat terlibat konflik kepentingan dalam proyek-proyek pemerintah di Papua. Ia juga sempat menuliskan kritiknya tentang penanganan COVID-19 di Tirto.id.

Baca Juga:

Anies Perpanjang PSBB di Jakarta Selama 28 Hari

Direktur Eksekutif SAFEnet, Damar Juniarto, membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, Ravio diringkus aparat pada Rabu (22/4) malam.

"Iya, kejadian penangkapannya pada 22 April 2020 antara pukul 19.15 sampai 21.00 WIB, waktu pastinya tidak bisa ditentukan," kata Damar saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (23/4).

Damar menjelaskan, penangkapan berawal ketika Ravio bercerita kepada dirinya bahwa WhatsApp-nya diretas oleh seseorang.

"Saat Ravio coba menghidupkan WA, muncul tulisan 'You've registered your number on another phone', lalu dicek ke pesan masuk SMS, ada permintaan pengiriman OTP," ujarnya.

Damar kemudian langsung melaporkan ke pihak resmi WhatsApp. Kepada Damar, Head of Security WhatsApp membenarkan terjadi pembobolan.

Menurut Damar, pelaku pembobolan menemukan cara mengakali nomer mereka untuk bisa mengambil alih Whatsapp yang sebelumnya didaftarkan dengan nomor Ravio.

Karena OTP dikirim ke nomer Ravio, besar kemungkinan pembobol sudah bisa membaca semua pesan masuk lewat nomer tersebut.

Setelah dua jam, WhatsApp Ravio berhasil dipulihkan. Namun, selama dikuasai "peretas", pelaku menyebarkan pesan palsu berisi sebaran provokasi. Di mana, bunyi pesannya adalah

'KRISIS SUDAH SAATNYA MEMBAKAR!

AYO KUMPUL DAN RAMAIKAN 30 APRIL AKSI PENJARAHAN NASIONAL SERENTAK, SEMUA TOKO YG ADA DIDEKAT KITA BEBAS DIJARAH'

"Saya katakan motif penyebaran itu adalah plotting untuk menempatkan Ravio sebagai salah satu yang akan membuat kerusuhan," kata Damar.

Ravio Patra
Foto profil akun twitter Ravio Patra. (Net/Ist)

Damar kemudian meminta Ravio untuk mengumpulkan dan mendokumentasikan semua bukti agar bisa memeriksa perangkat tersebut lebih lanjut.

Baca Juga:

CEO Ruangguru Belva Tetap Untung Besar Meski Sudah Mundur dari Stafsus Presiden

Lalu, sekitar pukul 19.14 WIB, Ravio menghubungi Damar, dan mengatakan bahwa ada seseorang yang mencarinya. Damar langsung menginstruksikan Ravio untuk mematikan ponsel dan mencabut batere, lalu pergi ke rumah aman.

"Lebih 12 jam tidak ada kabar. Baru saja saya dapat informasi, Ravio ditangkap semalam oleh intel polisi di depan rumah aman," kata Damar. (Pon)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Operasi Yustisi Prokes Catat 24 Juta Pelanggaran
Indonesia
Operasi Yustisi Prokes Catat 24 Juta Pelanggaran

Kapolri Jenderal Idham Azis telah mengeluarkan surat telegram terkait penegakan protokol kesehatan COVID-19.

Selama PSBB Total, MRT Jakarta Batasi Waktu Operasional
Indonesia
Selama PSBB Total, MRT Jakarta Batasi Waktu Operasional

PT MRT telah secara konsisten menerapkan pembatasan terhadap penumpang kereta sejak diberlakukannya PSBB pertama kali

Catat, Visi-Misi Gibran-Teguh dan Bajo di Pilkada Solo
Indonesia
Catat, Visi-Misi Gibran-Teguh dan Bajo di Pilkada Solo

"Visi tersebut dijabarkan dalam tujuh misi antara lain memastikan agar tidak ada peningkatan kasus COVID-19 dan memberi aman kepada seluruh masyarakat," ujar Putut

Anies Minta Masyarakat Jaga Stadion JIS dengan Baik
Indonesia
Anies Minta Masyarakat Jaga Stadion JIS dengan Baik

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta kepada masyarakat untuk bisa bersama sama merawat Jakarta International Stadium.

KPK Ikut Gelar Perkara Kasus Penghapusan Red Notice Kalau Diundang Bareskrim
Indonesia
KPK Ikut Gelar Perkara Kasus Penghapusan Red Notice Kalau Diundang Bareskrim

Gelar perkara kasus tersebut dijadwalkan akan dilakukan pekan depan

Indonesia Resesi, Anak Buah Sri Mulyani Klaim Perekonomian Tanah Air Miliki Masa Depan Cerah
Indonesia
Indonesia Resesi, Anak Buah Sri Mulyani Klaim Perekonomian Tanah Air Miliki Masa Depan Cerah

Staf khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo menilai, meski besar terjadi resesi, namun ada kemajuan berati dari perekonomian Indonesia.

Dituduh Genosida Pada Uighur, Tiongkok Jatuhkan Sanksi Pada Pejabat Era Trump
Dunia
Dituduh Genosida Pada Uighur, Tiongkok Jatuhkan Sanksi Pada Pejabat Era Trump

Pompeo dan yang lain dinilai telah merencanakan, mempromosikan dan melaksanakan serangkaian langkah gila, dengan mencampuri urusan dalam negeri China.

Polda Metro Andalkan Kampung Tangguh untuk Tekan Penyebaran Corona
Indonesia
Polda Metro Andalkan Kampung Tangguh untuk Tekan Penyebaran Corona

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mendatangi Kampung Tangguh di Mangga Dua Selatan, Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

Puluhan Perusahaan Media tidak Bayarkan THR kepada Karyawannya
Indonesia
Puluhan Perusahaan Media tidak Bayarkan THR kepada Karyawannya

Situasi krisis akibat pandemi COVID-19 menjadi alasan beberapa perusahaan melakukan pengurangan biaya operasional

Pentingnya Pakai Masker untuk Lindungi Orang Lain
Indonesia
Pentingnya Pakai Masker untuk Lindungi Orang Lain

"Siapa tahu kita terinfeksi COVID-19 tapi tidak memiliki gejala. Jadi pakai masker supaya orang lain tidak tertular," kata Wiku.