berita-singlepost-banner-1
 Aktivis: Rapid Test COVID-19 Anggota DPR Lukai Hati Rakyat Ray Rangkuti, Pemikir politik Lingkar Madani Indonesia (Foto: Antarafoto)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.Com - Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mengkritik rencana rapid test virus corona (COVID-19) bagi seluruh Anggota DPR RI dan keluarga mereka. Menurut Ray, hal itu bisa menambah luka di masyarakat.

"Di tengah situasi serba minim yang kita hadapi, termasuk kelangkaan alat medis bahkan untuk petugas medis sendiri, Anggota DPR beserta keluarga justru ingin diistimewakan. Pengistimewaan ini bisa melukai hati rakyat," kata Ray dalam keteragan tertulisnya, Selasa (24/3).

Baca Juga:

Pemprov DKI Siapkan Dua TPU untuk Pemakaman Korban Virus Corona

Ray menyesalkan sikap para wakil rakyat yang ingin lebih dulu diprioritaskan. Padahal, masyarakat yang berada di zona merah COVID-19 belum terlayani dengan baik. Untuk itu Ray menegaskan pihaknya sangat menentang atas rencana tersebut.

Ray Rangkuti kritik anggota DPR yang minta dites duluan soal corona
Direktur LIMA Ray Rangkuti dalam sebuah diskusi publik di Jakarta (MP/Gomes R)

"Jika ada Anggota DPR yang mengalami gejala terpapar Virus Corona, maka sebaiknya berinisiatif sesuai dengan petunjuk protokol penanganan Covid-19 yang dikeluarkan oleh Pemerintah," tegasnya.

Menurut Ray, anggota DPR seharusnya ikut membantu memberikan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis. Pasalnya, masyarakat sudah membangun solidaritas dengan melakukan penggalangan dana guna membantu tenaga medis.

"Entah bagaimana cara berpikir anggota DPR tiba-tiba mendapatkan fasilitas rapid test disaat banyak kebutuhan mendasar baik untuk petugas medis maupun masyarakat umum belum terpenuhi, harusnya sebagai wakil rakyat kan ikut membantu," sesal Ray.

Baca Juga:

Egois Ingin Duluan Tes Corona, Tingkah Anggota DPR Menyedihkan

Oleh karena itu Ray menegaskan rapid test harus diprioritaskan bagi pasien yang memang terindikasi mempunyai gejala terpapar COVID-19. Maka ia menilai rapid test untuk seluruh anggota DPR beserta keluarganya merupakan langkah yang berlebihan dan menambah beban luka rakyat.

"Harusnya untuk yang punya gejala lebih dulu, karena hal ini bisa menghemat keuangan negara atau dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lebih mendesak. Secara umum juga rapid test di Indonesia hanya ditujukan bagi mereka yang memiliki gejala awal Covid-19," tutup Ray.(Pon)

Baca Juga:

PKS Desak Test COVID-19 Anggota DPR dan Keluarga Dibatalkan

Kredit : ponco

berita-singlepost-mobile-banner-3

Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6