Aktivis PMII Tak Setuju Stafsus Milenial Dibubarkan Foto kolase Staf khusus Presiden Joko Widodo yang baru dari kalangan milenial. (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

MerahPutih.com - Dua Staf Khusus Milenial Presiden telah mengundurkan diri yakni Adamas Belva Syah Devara dan Andi Taufan Garuda Putra. Pasca mundurnya dua stafsus itu, kini muncul desakan agar Presiden membubarkan staf khusus yang berisi anak-anak muda itu.

Usulan datang dari Ketua Umum GP Ansor Gus Yaqut yang menilai keberadaan stafsus milenial nirfaedah. Usulan Gus Yaqut itu langsung ditanggapi Sekretaris Kaderisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Konawe Nikson Alexander. Nixon tak setuju dengan usulan Gus Yaqut.

Baca Juga:

Pelajaran Pahit dari Singkatnya Pengabdian 2 Stafsus Milenial Jokowi

“Kita harus menghargai apa yang menjadi keputusan dua stafsus milenial yang memundurkan diri. Itu bentuk pertanggungjawaban mereka dan sebagai konsekuensi atas kerjaan mereka yang dianggap salah. Bukan malah mengambil kesimpulan untuk membubarkan. Itu pikiran sempit,” ujarnya seperti dikutip bacaberita.co, Jumat (1/5).

Nixon menilai keberadaan stafsus milenial sangat bermanfaat khususnya bagi generasi muda.

Baca Juga:

Pelajaran Pahit dari Singkatnya Pengabdian 2 Stafsus Milenial Jokowi

“Mereka menjadi pintu bagi pemuda Indonesia untuk berkontribusi pada negara. Membantu pemerintah dalam memberdayakan generasi milenial Indonesia. Misalnya para santri. Apalagi di barisan itu ada gugus tugas pondok pesantren. Dan ada juga yang menangani pemberdayaan untuk saudara-saudara kita pemuda di timur,” kata dia.

Tak hanya itu, Nixon berharap, Gus Yaqut selaku ketua organisasi pemuda terbesar di Indonesia agar selalu memberi motivasi dan mengapresiasi pemuda yang ingin berkontribusi bagi negaranya. (*)

Baca Juga:

Respon Wakil Ketua MPR Terkait Mundurnya Dua Stafsus Milenial Jokowi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
#HOAKS/FAKTA: RSUD Waluyo Jati Ditutup karena Semua Petugas Diisolasi
Indonesia
#HOAKS/FAKTA: RSUD Waluyo Jati Ditutup karena Semua Petugas Diisolasi

Kabar itu tersebar melalui pesan berantai Whatsapp

[HOAKS atau FAKTA]: Donald Trump Dieksekusi Keluar dari Gedung Putih
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Donald Trump Dieksekusi Keluar dari Gedung Putih

Pria itu sebenarnya adalah Anthony Atamanuik yang membuat program “The President Show”.

Pemerintah Bangun Pusat Benih Untuk Atasi Bencana Ekologis
Indonesia
Pemerintah Bangun Pusat Benih Untuk Atasi Bencana Ekologis

Jokowi akan menyiapkan pembangunan lokasi pembibitan yang diperuntukkan bagi perbaikan hutan mangrove.

Gibran-Teguh dan Bajo Harus Membuka Rekening Khusus Dana Kampanye
Indonesia
Gibran-Teguh dan Bajo Harus Membuka Rekening Khusus Dana Kampanye

Batas terakhir pembuatan rekening khusus dana kampanye sesuai aturan PKPU setelah resmi ditetapkan paslon cawali dan cawawali pada Rabu (23/9).

BNN dan Bareskrim Polri Cokok 5 Kurir Pembawa 250 Kilogram Ganja
Indonesia
BNN dan Bareskrim Polri Cokok 5 Kurir Pembawa 250 Kilogram Ganja

Rencananya, kata dia, ganja-ganja tersebut akan didistribusikan ke para pemesan atau pembeli yang berada di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.

13 Juli Sekolah di DKI Dibuka, Berikut Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2020/2021
Indonesia
13 Juli Sekolah di DKI Dibuka, Berikut Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2020/2021

Hal itu tertera di dalam Keputusan Kepala Disdik Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 467 tentang Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2020/2021

DPR: Negara Kalah dengan Djoko Tjandra, Masa Satu Buronan Saja Susah Ditangkap
Indonesia
DPR: Negara Kalah dengan Djoko Tjandra, Masa Satu Buronan Saja Susah Ditangkap

Djoko Tjandra buron dan melarikan diri ke Papua Nugini setelah Mahkamah Agung (MA) menerima peninjauan kembali Kejagung.

New Normal Bikin Kehidupan Masyarakat Dikalahkan untuk Kepentingan Ekonomi
Indonesia
New Normal Bikin Kehidupan Masyarakat Dikalahkan untuk Kepentingan Ekonomi

Pemerintah juga harus memberikan jaminan daerah yang sudah dinyatakan aman atau zona hijau yang diberlakukan new normal

Tunggu Panggil Ulang Zulhas Mangkir, KPK Garap Petinggi Duta Palma Group
Indonesia
Tunggu Panggil Ulang Zulhas Mangkir, KPK Garap Petinggi Duta Palma Group

Ketum PAN Zulhas mangkir panggilan pemeriksaan KPK 6 Januari lalu.

Masyarakat Jangan Tunggu Penambahan Kasus Corona 5 Ribu Per Hari
Indonesia
Masyarakat Jangan Tunggu Penambahan Kasus Corona 5 Ribu Per Hari

Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia pada hari ini bertambah sebanyak 4.634.