Aktivis 98 Mau Jadi Menteri, Wiranto: Enggak Usah Ribut Menko Polhukam Wiranto (Dok. Sekretariat Kabinet)

MerahPutih.Com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengaku tak masalah dengam rencana Presiden Joko Widodo membuka peluang mengambil aktivis 98 menjadi menteri di kabinetnya. Sebab, hal itu tak perlu diributkan.

"Lho kok tanya saya. Itu sepenuhnya hak perogratif presiden," kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (18/6).

Menurut Wiranto, urusan kabinet masih bulan Oktober. Apalagi ia yakin Presiden Jokowi sudah memiliki berbagai pertimbangan untuk memilih pembantunya.

Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers di Jakarta
Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers di Jakarta (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

"Tergantung presiden bagaimana beliau sudah punya pertimbangan-pertimbangan dan saya kira beliau sudah punya satu rencana," terangnya.

"Jadi nggak usah diributkan dan nggak perlu diintervensi oleh siapapun dan masyarakat," sambung dia.

BACA JUGA: Anggota Polda Metro Jaya Laporkan Akun yang Catut Dirinya untuk Adu Domba TNI dan Polri

Wiranto: Kalau Ada yang Ricuh di Sidang MK, Itu Bukan Pendukung Prabowo

DPRD Tolak 2 Cawagub DKI Jagoan PKS, Taufik Gerindra Siap Ambil Alih

Presiden Jokowi mengatakan sudah banyak para aktivis 1998 yang berhasil menjadi Bupati, Wali Kota, hingga anggota DPR RI. Namun, diakui Jokowi, belum ada Aktivis 98 yang menjadi menterinya pada kepemimpinan periode pertama.

Mendengar sambutan Jokowi, massa yang hadir pun meneriaki nama Adian Napitupulu. Jokowi tidak membantah bahwa Adian terbuka peluang untuk mendapat jabatan di pemerintahan selanjutnya.(Knu)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH