Aksi Penusukan Plt Kadis Parekraf DKI Jakarta Diduga Terencana Tersangka RH (baju orange), pelaku penusukan Plt Kadisparekaf DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya di Mako Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (11/2/2021). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

MerahPutih.com - Tersangka penusukan terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya, Rachmat Hidayat, diduga kuat sudah berencana melakukan penganiayaan.

"Ya (diduga direncanakan) karena belati pun sudah dibawa dari rumah," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Azis Andriansyah, di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (11/2).

Baca Juga

Tak Terima di PHK, Motif Pelaku Penusukan Anak Buah Anies Baswedan

Azis menyampaikan, tersangka sebenarnya sudah mulai emosi ketika bertemu dengan bagian kepegawaian dan mendapatkan jawaban kontrak kerjanya selesai, tanggal 8 Februari atau dua hari sebelum peristiwa penusukan.

Bahkan, dia sempat mengancam salah satu pegawai di bagian kepegawaian itu. "Nah pada tanggal 10 Februari itulah dia sudah mempersiapkan senjata tajam tersebut," katanya.

Menyoal kenapa tersangka yang memiliki empat orang anak ini diputus kontrak kerjanya, Azis menyampaikan, penyidik belum mendalaminya.

Polres Jakarta Selatan rilis pelaku penusukan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis (11/2). Foto: MP/Kanu
Polres Jakarta Selatan rilis pelaku penusukan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis (11/2). Foto: MP/Kanu

Sebelumnya, Rachmat mengancam menggunakan kata-kata ancaman kepada pegawai bidang kepegawaian tersebut.

"Menyampaikan ancaman kepada salah satu pegawai di kepegawaian. Menyampaikan 'hari ini bapak boleh selamat tetapi lain hari bapak bisa pulang tidak selamat'. Itu ancaman kepada orang lain di divisi kepegawaian," kata Azis.

Ancaman itu disampaikan pelaku pada 8 Februari 2021 atau dua hari sebelum melakukan penusukan terhadap Gumilar Ekalaya. Pelaku yang kini berstatus tersangka, mendatangi Bidang Kepegawaian DKI Jakarta untuk mencari tahu status pekerjaannya.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 351 ayat 2 tentang perbuatan penganiayaan yang mengakibatkan orang lain mengalami luka berat dengan ancaman lima tahun penjara dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. (Knu)

Baca Juga

Plt Kepala Dinas Parekraf DKI Ditusuk di Kantornya Sendiri

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ide JHL Group Berikan Penghargaan 'Pahlawan Kemanusiaan' untuk Nakes Dinilai Bentuk Perhatian
Indonesia
Ide JHL Group Berikan Penghargaan 'Pahlawan Kemanusiaan' untuk Nakes Dinilai Bentuk Perhatian

"Memang tepat diberi penghargaan nakes yang meninggal saat menangani pandemi;" jelas Trubus

Libur Nataru, Penumpang Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo Diprediksi Anjlok
Indonesia
Libur Nataru, Penumpang Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo Diprediksi Anjlok

"Kami memperkirakan jumlah penumpang pada akhir tahun khususnya Natal dan Tahun Baru 2021 akan turun akibat pandemi COVID-19," ujar Riyaman

Aktivitas Gibran Meningkat di Pilwakot Solo, Polresta Surakarta Perketat Pengamanan
Indonesia
Aktivitas Gibran Meningkat di Pilwakot Solo, Polresta Surakarta Perketat Pengamanan

Pengamanan dilakukan pada personel KPU dan pasangan cawali dan cawawali yang disahkan menjadi peserta Pilwakot Solo 2020.

Bawaslu Temukan Ratusan Akun Medsos Langgar Aturan Kampanye
Indonesia
Bawaslu Temukan Ratusan Akun Medsos Langgar Aturan Kampanye

Pada hari pertama masa tenang atau 6 Desember 2020, terdapat 76 akun resmi yang masih aktif di Pustaka Iklan Facebook

Polda Sumbar Kembali Selidiki Dugaan Korupsi MTQ Nasional
Indonesia
Polda Sumbar Kembali Selidiki Dugaan Korupsi MTQ Nasional

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumba, Kombes Pol Joko Sadono menjelaskan, penyelidikan dilakukan kembali setelah adanya laporan dalam masyarakat lagi.

Dampak Berbahaya dari Penegakan Protokol Kesehatan yang Semakin Kendor
Indonesia
Dampak Berbahaya dari Penegakan Protokol Kesehatan yang Semakin Kendor

Keadaban publik sulit ditegakkan jika kepala daerah tidak konsisten dalam menegakkan aturan protokol kesehatan.

Vaksinasi COVID-19 di Bandung Masuk Gelombang Kedua
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 di Bandung Masuk Gelombang Kedua

Vaksinasi bukan satu satunya penurun atau penolakan COVID-19. Ada cara-cara lain yang mendukung selain vaksinasi, yakni menjalankan protokol kesehatan 5M dan 1T.

KSPI Beberkan Sejumlah Mudarat dalam Omnibus Law
Indonesia
KSPI Beberkan Sejumlah Mudarat dalam Omnibus Law

Dijelaskan Said Iqbal, setidaknya ada sembilan alasan kaum buruh menolak omnibus law draft pemerintah, yang terangkum dalam 23 pertanyaan mendasar untuk menolak omnibus law.

Gegara Catut Nama Mega dan Anies, Guru SMPN 250 Jaksel Terancam Dipecat
Indonesia
Gegara Catut Nama Mega dan Anies, Guru SMPN 250 Jaksel Terancam Dipecat

"Saya udah minta diberi sanksi lain, sedang dipelajari, di antaranya tidak lagi dipekerjakan di SMPN 250," tuturnya.

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Islamic Village Tangerang
Indonesia
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Islamic Village Tangerang

Tim Densus pun juga langsung melakukan penggeledahan