Aksi PA 212 Cs Tolak UU Cipta Kerja Sisakan 17,5 Ton Sampah Ilustrasi - Puing-puing halte TransJakarta yang dirusak massa aksi usai kerusahan menolak UU Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020) (ANTARA/HO-Kelurahan Karet)

MerahPutih.com - Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta mengangkut sebanyak 17,5 ton sampah yang berasal dari aksi unjuk rasa elemen ormas Islam dan masyarakat yang berakhir ricuh pada Selasa (13/10).

Dinas LH mengerahkan 50 petugas kebersihan. Mereka melakukan pembersihan sampah di jalan dan fasilitas umum.

"Total sampah yang berhasil kami angkut 17,5 ton atau 47,43 meter kubik," ucap Kepala Dinas LH Andono Warih di Jakarta, Selasa (13/10).

Baca Juga:

Kerusuhan Meluas hingga Menteng, Polisi Minta Warga Tak Keluar Rumah

Selain ratusan personel, pihaknya juga mengerahkan puluhan armada. Rinciannya, 12 unit penyapu jalan otomatis (road sweeper), 12 unit pikap, 11 unit truk sampah anorganik, dan 25 unit truk sampah tiper.

Demo anarkis menolak UU Cipta Kerja, di kawasan Tugu Tani. (Foto: MP/Kanugrahan)
Demo anarkis menolak UU Cipta Kerja, di kawasan Tugu Tani. (Foto: MP/Kanugrahan)

Andono menjelaskan, ratusan petugas dan armada disebar ke beberapa lokasi konsentrasi sampah diantaranya, Jalan Medan Merdeka Barat tepatnya depan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Timur, Tugu Tani, sekitar Jalan Budi Kemuliaan, dan Kawasan Simpang Senen.

"Petugas kami siapkan dengan 650 karung dan 250 sapu. Kami terus lakukan penanganan sampah sampai tuntas," tandas Andono.

Baca Juga:

Pelajar Anarko Menyusup dan Bikin Rusuh Demo Hari Ini, Kapolda Metro: Harusnya Tidak Boleh

Untuk diketahui, aksi unjuk rasa elemen ormas islam berakhir kaos. Padahal, aksi penyampaian pendapat oleh PA 212, Bang Japar, GNPF Ulama, dan FPI berjalan damai sampai selesai.

Setelah elemen ormas islam rampung menggelar orasi, secara cepat masyarakat digandrungi remaja membuat situasi menjadi panas hingga akhirnya terjadi bentrok. (Asp)

Baca Juga:

Massa Demo UU Cipta Kerja Lemparkan Bola Berisi Cairan Kimia ke Polisi

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
SBY Peringatkan Jangan Utak-Atik Pancasila
Indonesia
SBY Peringatkan Jangan Utak-Atik Pancasila

Mantan Ketua Umum Demokrat ini memilih untuk menahan diri.

Bantah Ada 'Tarik Tambang' dengan Tri Rismaharini, Hasto PDIP: Semua Taat Keputusan Megawati
Indonesia
Bantah Ada 'Tarik Tambang' dengan Tri Rismaharini, Hasto PDIP: Semua Taat Keputusan Megawati

Yang ada adalah menarik rakyat agar bebas dari belenggu kemiskinan

Pertama Kali Sejak Pandemi, Seluruh Toko Apple di AS Kembali Buka
Dunia
Pertama Kali Sejak Pandemi, Seluruh Toko Apple di AS Kembali Buka

Apple menyatakan bahwa semua toko mereka yang berjumlah 270 toko di seluruh Amerika Serikat (AS) telah dibuka kembali pada Senin waktu setempat.

Sepakat PSBB Total, Ketua DPRD DKI Desak Anies Tindak Tegas Pelanggar Aturan
Indonesia
Sepakat PSBB Total, Ketua DPRD DKI Desak Anies Tindak Tegas Pelanggar Aturan

"Melihat kondisi terkini soal perkembangan penyebaran virus corona, memang sudah seharusnya dikembalikan seperti semula. Semua aturannya harus dikembalikan," ujar Prasetyo

Wagub DKI: UU Cipta Kerja Urusan Pemerintah Pusat
Indonesia
Wagub DKI: UU Cipta Kerja Urusan Pemerintah Pusat

Ahmad Riza Patria menyampaikan tak mau berkomentar lebih jauh mengenai Undang-undang (UU) Omnibus Las Cipta Kerja yang kini ramai di masyarakat.

Alasan Wakil Ketua DPR Azis Ingin Revisi UU Pemilu
Indonesia
Alasan Wakil Ketua DPR Azis Ingin Revisi UU Pemilu

UU nomor 7 tahun 2017 telah menyebabkan kondisi kompleksitas penyelenggaraan pemilu lima kotak yaitu Pemilihan Presiden, DPR, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Gebrakan Komjen Listyo, Tangkap Buronan Pembobol Bank Triliunan hingga Sabu 1,2 Ton
Indonesia
Gebrakan Komjen Listyo, Tangkap Buronan Pembobol Bank Triliunan hingga Sabu 1,2 Ton

Jokowi menyodorkan nama Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi calon tunggal Kapolri ke DPR.

FBI Deteksi Rencana Demo Bersenjata Saat Pelantikan Biden
Dunia
FBI Deteksi Rencana Demo Bersenjata Saat Pelantikan Biden

Garda Nasional diberi wewenang mengirim hingga 15.000 tentara ke Washington

Firli Perintahkan Anak Buah Ungkap Penyebar Sprindik Palsu Erick Thohir
Indonesia
Firli Perintahkan Anak Buah Ungkap Penyebar Sprindik Palsu Erick Thohir

"Deputi penindakan saya perintahkan untuk ungkap siapa pelakunya," tegas Ketua KPK Firli.

Menag: Jangan Gegabah Menilai Seseorang Radikal
Indonesia
Menag: Jangan Gegabah Menilai Seseorang Radikal

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta semua pihak untuk tidak sembarangan memberikan label radikal kepada seseorang atau kelompok.