Aksi Massa Tolak Pertemuan IMF-WB, Gubernur Koster: Itu Bukan Aspirasi Masyarakat Bali Gubernur Bali Wayan Koster (Foto: Twitter @wayankoster2014)

MerahPutih.Com - Sekelompok massa melakukan aksi demo menolak pertemuan tahunan IMF-World Bank di Nusa Dua, Bali. Terkait aksi tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa sejumlah pihak yang menolak pertemuan IMF-WB sesungguhanya tidak mewakili aspiraso masyarakat Bali.

"Aspirasi yang disampaikan dalam demonstrasi tersebut bukan merupakan aspirasi masyarakat karena masyarakat Bali terkenal sebagai masyarakat yang ramah dan santun, khususnya terhadap tamu yang datang ke Bali. Apalagi tamu yang datang dari berbagai negara," kata Gubernur Koster, di Denpasar, Selasa (9/10).

Wayan Kosteer menjelaskan Annual Meeting IMF-WB bukan sebuah pemborosan seperti yang dituding massa peserta aksi, sebab dampaknya jauh lebih besar bagi kemajuan pembangunan dan perekonomian Bali pada khususnya serta Indonesia pada umumnya.

"Ditunjuknya Bali sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan yang sangat besar maupun penting. Ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat Bali," ujarnya didampingi Sekda Bali Dewa Made Indra serta Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra itu.

Massa pendukung Wayan Koster
Massa pendukung Wayan Koster (Foto: Twitter @wayankoster2014)

Bali, lanjut Gubernur, memperoleh banyak manfaat langsung maupun tidak langsung, dampak jangka pendek maupun jangka panjang terhadap peningkatan pembangunan perekonomian.

"Kita telah memperoleh dukungan pembangunan infrastruktur strategis seperti pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, perluasan apron Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, percepatan dan penyelesaian pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana, dan penanganan TPA Sampah Regional Sarbagita," ujar Koster sebagaimana dilansir Antara.

Di samping itu, otomatis jumlah kunjungan wisatawan ke Bali akan meningkat lebih dari 34 ribu orang dan penambahan jumlah lapangan kerja mencapai 32.700 orang (meningkat 1,26 persen).

"Peningkatan PDRB di atas Rp1,2 triliun dan peningkatan pertumbuhan ekonomi Bali diprediksi mencapai lebih dari 6,5 persen. Prediksi pertumbuhan ekonomi tersebut sebelumnya berdasarkan asumsi jumlah delegasi 19.800 orang, dengan jumlah delegasi yang mencapai 34.232 orang, maka pertumbuhan ekonominya bisa lebih besar," katanya.

Yang tidak kalah penting, menurut orang nomor satu di Bali itu, dengan pertemuan IMF-WB, maka ada peningkatan promosi dan citra pariwisata Bali dan Indonesia dengan menjangkau 189 negara di dunia.

Masyarakat Bali, kata dia, semestinya juga bangga karena dengan pertemuan IMF-WB digelar di daerah setempat, pertemuan yang biasanya dihadiri paling banyak 14 ribuan delegasi setiap tahunnya, kini di Bali dihadiri lebih dari 34 ribu delegasi.

"Para delegasi selain berminat terhadap materi yang disampaikan dalam pertemuan, mereka hadir ke sini karena nilai tambah yang dimiliki Bali sebagai tujuan wisata dunia. Bahkan kalau pendaftaran tidak ditutup, kemungkinan jumlah delegasi yang ingin datang akan terus bertambah," tandas Gubernur Wayan Koster.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Direktur IMF Ajak Negara Peserta Sidang Tahunan IMF-Bank Dunia Bantu Lombok dan Sulteng



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH