Aksi Mahasiswa Papua Bawa Bendera Bintang Kejora Masuk Pidana Makar Puluhan mahasiswa Papua mengibarkan Bendera Bintang Kejora saat berunjuk rasa menuntut referendum di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/8). Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Sejumlah pemuda asal Papua nekat menggelar aksi menuntut referendum dan merdeka di depan Istana Negara. Aksi ini tergolong baru dan berani, mengingat kegiatannya yang diadakan di lingkungan ring 1 Indonesia hingga membawa bendera bintang kejora.

Pakar Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta menilai, ada indikasi, organisasi Papua Merdeka dan keterlibatan internasional membekingi aksi mereka.

Baca Juga

Tuntut Kemerdekaan, Mahasiswa Papua Paksa Temui Presiden Jokowi

"Indonesia haris hati-hati dalam kelompok papua. Kalau teroris sudah masuk musuh dunia. Berbeda dengan kelompok sparatis ini. Gak semua negara berpihak kepada Indonesia," kata Stanislaus kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (29/8).

Stanislaus melanjutkan, aksi yang melibatkan 100-an orang ini sudah kelewatan dan membahayakan bukan hanya keamanan namun pertahanan negara.

"Ini sudah jadi ancaman negara. Negara harus tegas. Masalah rasialisme di Surabaya lalu dibesar besarkan dan ditunggangi oleh kelompok ini," jelas Stanislaus.

Aksi mahasiswa Papua di depan Istana Negara dengan membawa bendera Bintang Kejora. Foto: MP/Kanu

Stanislaus bahkan menyebut, aksi mereka sudah masuk pidana makar.

Baca Juga

Demo di Depan Istana, Mahasiswa Papua Teriakan 'Papua Merdeka Papua Merdeka'

"Kalau mereka sudah menyuarakan bendera bendera itu layak pidana makar. Harus tegas dan dicari siapa otak dari gerakan ini," jelas lulusan Program Doktoral Universitas Indonesia ini.

Menurut Stanislaus, aksi mereka sebetulnya kecil. Namun, mereka memiliki beking dan dikenal sebagai ahli dalam pencitraan.

"Mereka tau lokasi mana yang layak disorot. Demo di tempat strategis. Bawa media. Mereka didukung orang orang yang ahli propaganda," imbuh dia.

Stanislaus pun mendukung langkah polisi yang persuasif selama aksi demo ini. Sebab, jika ditangkap, para mahasiswa OPM ini akan senang dan misi propaganda mereka berhasil

"Aksi Papua disorot di banyak mereka pancing polisi bersifat reaktif. Polisi bakal dihadapkan pada isu HAM. Mereka tujuanya," jelas Stanislaus seraya yakin mayoritas rakyat Papua menolak tujuan ini.

Sekelompok massa yang mengatasnamakan Komite Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialiseme dan Militerisme kembali menggelar aksi di depan Istana Negara. Foto: MP/Kanu
Sekelompok massa yang mengatasnamakan Komite Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialiseme dan Militerisme kembali menggelar aksi di depan Istana Negara. Foto: MP/Kanu

Sementara, Polri sendiri memastikan akan mengedepankan pendekatan persuasif dalam menangani demonstrasi warga Papua. Seperti diketahui, mingggu-minggu ini sering terjadi aksi demonstrasi berbau 'Papua Merdeka' yang dilalukan warga papua. Mereka membawa isu perlakukan rasis kepada mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Baca Juga

Ini Alasan Mahasiswa Papua Pembawa Bendera 'Bintang Kejora' Tak Ditangkap

Pada Rabu (28/8) sejumlah warga Papua melakukan demonstrasi di depan Mabes TNI AD dan di depan kantor Kemendagri, Jakarta Pusat. Mereka sempat dihalau personel kepolisian dan TNI, tapi aksi tetap berjalan. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH