K-Pop

Aksi K-Popers di COP28, Tolak Greenwashing Fesyen Mewah

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Jumat, 08 Desember 2023
Aksi K-Popers di COP28, Tolak Greenwashing Fesyen Mewah
Aksi daring digerakkan oleh Kpop4Planet, platform iklim oleh penggemar, sebagai bagian dari kampanye ‘Unboxed: High Fashion, High Carbon’. (Foto: Kpop4Planet)

PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar konferensi tahunan para pemimpin dunia untuk membahas penanganan perubahan iklim di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 30 November-12 Desember 2023. Disebut COP28 (Conference of the Parties), konferensi ini digelar untuk ke-28 kali.

Reuters (4/12) menyebut COP28 membuat rekor dari keterlibatan peserta. "Dan dengan rekor peserta terdaftar sebanyak 84.000 orang, Konferensi Para Pihak atau COP28 tahun ini jauh berbeda dibandingkan konferensi pertama di Berlin pada tahun 1995," sebut Reuters.

Tak hanya pemimpin dunia, konferensi ini juga mendapat perhatian dari para penggemar K-pop, termasuk fanbase di UEA. Mereka menyerukan pemimpin dunia dan perwakilan industri fesyen agar berhenti menggunakan bahan bakar fosil dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan dalam rantai pasok mereka.

Aksi mereka digelar secara daring di media sosial dan berlangsung beberapa hari sebelum pertemuan Piagam Industri Fesyen PBB untuk Aksi Iklim (UN Fashion Industry Charter for Climate Action) di COP.

Pertemuan itu dihadiri oleh para penandatangan Piagam serta perwakilan merek fesyen utama, termasuk grup industri mewah Perancis LVMH.

Baca juga:

Suarakan Krisis Iklim Lewat K-Pop, Lee Da-yeon Masuk Daftar BBC 100 Women

k-popers
Aksi mereka digelar secara daring di media sosial dan berlangsung beberapa hari sebelum pertemuan Piagam Industri Fesyen PBB untuk Aksi Iklim. (Foto: Kpop4Planet)

"Piagam ini dirancang agar industri fesyen bersatu dan menciptakan rencana yang jelas untuk mencapai emisi nol bersih (net-zero emission) pada tahun 2050, namun, menurut Vogue Business, Piagam tersebut belum berbuat banyak dalam menunjukkan aksi nyata," tulis Kpop4Planet, organisasi iklim untuk dan dari penggemar K-pop yang mencintai Bumi dan idola K-pop mereka, melalui rilis pers kepada Merahputih.com (6/12).

Aksi daring digerakkan oleh Kpop4Planet, platform iklim oleh penggemar, sebagai bagian dari kampanye ‘Unboxed: High Fashion, High Carbon’ untuk meminta rumah fesyen mewah seperti Chanel, Celine, Dior, dan Saint Laurent menetapkan target ambisius dan mengambil aksi iklim nyata dengan beralih ke energi terbarukan sepenuhnya pada 2030, termasuk di rantai pasok mereka.

Menurut laporan Kpop4Planet, keempat merek tersebut gagal dalam hal komitmen iklim dan investasi pada energi terbarukan untuk rantai pasok mereka.

“Penggemar K-pop tidak hanya peduli dengan aktivitas idola mereka sebagai duta merek mewah, tetapi juga dengan masa depan bumi yang akan mereka wariskan. Ini saatnya bagi rumah fesyen mewah untuk berhenti melakukan greenwashing,” kata Dayeon Lee, juru kampanye Kpop4Planet di Korea Selatan.

Rumah fesyen mewah seperti Chanel dan Dior telah lama memiliki bintang K-Pop untuk menjangkau pasar anak muda, terutama di Asia. Namun, saat Bumi terancam mencapai titik didih global, para penggemar menginginkan industri fesyen berhenti menyembunyikan komitmen iklim lemah mereka di balik para bintang.

“Sebagai penggemar yang berbasis di UEA – di mana COP28 akan berlangsung – kami berharap dengan menyebarkan kesadaran tentang aksi iklim, kami dapat berkontribusi secara positif dan menginspirasi Carat (pengggemar Seventeen) lainnya dan penggemar K-Pop untuk membicarakan isu iklim,” ujar Shia, pengurus fanbase Seventeen UEA, salah satu partisipan dalam aksi.

Penggemar K-Pop global melakukan aksi daring di Instagram, Twitter, dan TikTok dengan menandai (tag/mention) perwakilan industri fesyen dan pemimpin dunia yang disatukan oleh Piagam Industri Fesyen PBB untuk Aksi Iklim, untuk mendengarkan suara generasi masa depan.

Penggemar K-pop mengatakan bahwa mereka terinspirasi dari inisiatif idol mereka, seperti pidato Seventeen di UNESCO Youth Forum dan terpilihnya Blackpink sebagai duta COP26 pada 2021.

Baca juga:

Greenwashing pada Produk Kecantikan

kpopers
Penggemar K-pop mengatakan bahwa mereka terinspirasi dari inisiatif idol mereka. (Foto: Kpop4Planet)

Grup K-pop tersebut juga menerima penghargaanAnggota Orde Kerajaan Inggris atau Member of the Order of the British Empire (MBE) dari Raja Charles III, karena telah menyebarkan pesan lingkungan kepada audiens secara global.

Sejak diluncurkan pada Agustus 2023, petisi Kpop4Planet telah mengumpulkan tanda tangan lebih dari 11,700 penggemar K-pop dari 69 negara, termasuk Perancis, Amerika Serikat, Inggris, Korea Selatan, dan Indonesia.

Petisi tersebut dikirimkan sebagai bagian dari aksi protes truk internasional yang berlangsung selama Paris Fashion Week di bulan September. Hingga saat ini, belum ada tanggapan dari merek tersebut, kecuali Saint Laurent.

Penggemar K-Pop memilih COP28 sebagai waktu aksi yang tepat karena di sinilah para pemimpin dunia bertemu dengan pelaku industri fesyen.

“COP28 adalah tempat yang tepat untuk mereka menunjukkan posisinya sebagai pemimpin industri fesyen dengan mengambil aksi untuk lingkungan. Kami tidak akan berhenti sampai kami mendengar target pengurangan emisi absolut dari merek tersebut serta rencana untuk beralih ke energi terbarukan,” ujar Lee. (dru)

Baca juga:

Konten Kreator Dorong K-Popers Unjuk Kreativitas lewat K-Pop Ice Universe

#K-Pop
Bagikan
Bagikan