Aksi Curi Perhatian Pengendara Pakai Helm Rice Cooker Berakhir di Kantor Satlantas Adrai (43) dengan helm rice cooker-nya saat di kantor Satlantas Polres Pasuruan Kota. (Foto: MP/Budi Lentera)

MerahPutih.com - Gaya kocak seorang pengendara sepeda motor memakai helm model rice cooker, saat berkendara di jalanan Kota Pasuruan, tidak hanya mencuri perhatian pengguna jalan lain.

Gaya yang sempat viral di media sosial itu juga menarik perhatian polisi. Tak ayal, pengendara bernama Adrai (43), warga Kelurahan Doropayung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan tersebut dijemput Satlantas Polres Pasuruan Kota di rumahnya.

Adrai dinyatakan melanggar peraturan lalu lintas karena menggunakan helm yang tidak standar.

Baca Juga:

Profesi Paling Sering 'Minta Maaf', dari Kasir Minimarket sampai Polantas

"Ini menjadi perhatian orang lain, ini sangat berbahaya bagi pengendara yang lain," jelas Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman kepada wartawan, Jumat (28/5).

Arman tak menampik, aksi mengenakan helm model rice cooker memang mengundang gelak tawa para pengguna jalan. Tetapi, hal itu harus dihindari.

"Jangan sampai menjadi perhatian orang lain, sehingga orang lain tidak fokus kepada kendaraan dan jalan. Ini dapat membahayakan diri atau orang lain," tegasnya.

Akibat perbuatannya, Adrai diberi pembinaan di Mapolres Pasuruan Kota dan diberi helm standar nasional Indonesia (SNI).

Adrai (43) dengan helm rice cooker-nya saat di kantor Satlantas  Polres Pasuruan Kota. (Foto: MP/Budi Lentera)
Adrai (43) dengan helm rice cooker-nya saat di kantor Satlantas Polres Pasuruan Kota. (Foto: MP/Budi Lentera)

Sekadar diketahui, di jalanan memang marak pengendara pengguna jalan memakai helm modifikasi berbentuk perabotan rumah tangga. Mulai bentuk setrika, model tabung LPG melon, termasuk bentuk rice cooker seperti yang digunakan Adrai.

Nah, gaya Adrai sempat divideokan salah seorang pengguna jalan hingga tersebar di grup WhatsApp dan media sosial. Dalam video berdurasi 30 menit itu, Adrai tampak memakai helm bentuk rice cooker lengkap dengan cedok dan piring plastik di atasnya.

Sejumlah pengendara dan pengguna jalan terdengar tertawa saat melihat Andrai berhenti di traffic light Simpang Empat Purutrejo, Kota Pasuruan.

"Gaul helmnya, Pak," ucap lelaki yang tidak diketahui namanya saat merekam video tersebut dengan gelak tawa.

Baca Juga:

Kendaraan 'Negara Kekaisaran Sunda Nusantara' Ditilang, Polantas Koordinasi dengan Reserse

Adrai mangakui bahwa aksi gokil-nya itu dilakukan hanya untuk sekadar lucu-lucuan.

"Cuma sekadar lucu-lucuan. Saya tidak tahu kalau dilarang. Sekarang saya sudah tahu setelah diingatkan pak polisi," aku Adrai.

"Atas pelanggaran ini, saya menyesal," sambungnya. (Budi Lentera/ Jawa Timur)

Baca Juga:

Zaman Ini Masyarakat Sangat Kritis, Polantas Diminta Jauhi Gaya Hidup Hedonis

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR Sebut Kebijakan Pemerintah Soal BBM Tidak Jelas
Indonesia
DPR Sebut Kebijakan Pemerintah Soal BBM Tidak Jelas

Kebijakan pemerintah tentang penyediaan, pendistribusian dan harga jual bahan bakar minyak (BBM) sebagaimana disebutkan Perpres nomor 117 tahun 2021 dianggap tidak jelas.

Pengamat Sebut Formula E Kerek Popularitas dan Elektabilitas Anies
Indonesia
Pengamat Sebut Formula E Kerek Popularitas dan Elektabilitas Anies

"Sedikit banyak akan menaikkan popularitas dan elektabilitas Anies," kata Ujang saat dikonfirmasi MerahPutih.com, Senin (6/6).

Bantuan Mulai Mengalir ke Mantan Atlet Bulu Tangkis Verawaty Fajrin
Indonesia
Bantuan Mulai Mengalir ke Mantan Atlet Bulu Tangkis Verawaty Fajrin

Perawatan Verawaty di RS Dharmais akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan, sedangkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) turut mengupayakan perawatan terbaik dengan mengubah status anggota BPJS miliknya dari kelas 2 menjadi kelas 1.

Teror Keluarga Veronica Koman Bentuk Regresi Demokrasi Indonesia
Indonesia
Teror Keluarga Veronica Koman Bentuk Regresi Demokrasi Indonesia

Suatu negara demokrasi tidak mungkin lahir jika penegakan hukum, HAM, dan keadilan masih bisa terus diintervensi dan digembosi

Wagub DKI Imbau Reuni 212 Tak Digelar saat Pandemi COVID-19
Indonesia
Wagub DKI Imbau Reuni 212 Tak Digelar saat Pandemi COVID-19

Pemprov DKI Jakarta meminta pihak Persaudaraan Alumni 212 untuk menimbang kembali acara reuni akbar yang rencananya digelar awal Desember bulan depan.

Kelompok Teroris Kian Aktif Secara Daring di Masa Pandemi
Indonesia
Kelompok Teroris Kian Aktif Secara Daring di Masa Pandemi

Selama pandemi berlangsung, terdapat kenaikan 101 persen transaksi keuangan mencurigakan

Komisi B Sebut Lokasi Sirkuit Formula E Tempat Pembuangan Lumpur
Indonesia
Komisi B Sebut Lokasi Sirkuit Formula E Tempat Pembuangan Lumpur

"Dulu ini pembuangan lumpur kali segala macam, MRT, itu ke sini," ucap Pandapotan di kawasan Ancol saat peninjauan, Rabu (29/12).

Moeldoko: Saya ke Sana Ingin Lihat Spanduknya
Indonesia
Moeldoko: Saya ke Sana Ingin Lihat Spanduknya

Moeldoko saat itu baru selesai memberikan pidato kunci di Festival HAM 2021

Rio Waida Terhenti di Babak 16 Besar Corona Open Mexico 2021
Indonesia
Rio Waida Terhenti di Babak 16 Besar Corona Open Mexico 2021

Upaya peselancar Indonesia Rio Waida untuk masuk ke perempat final turnamen Corona Open Mexico 2021 harus terhenti.

Politikus PDIP Bandingkan Foto Erick Thohir di ATM dengan Gambar Anies Baswedan
Indonesia
Politikus PDIP Bandingkan Foto Erick Thohir di ATM dengan Gambar Anies Baswedan

Penampilan gambar Menteri BUMN, Erick Thohir di sejumlah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dinilai masih dalam batas kewajaran. Sehingga hal tersebut tidak perlu dijadikan polemik berkepanjangan. “Menurut saya masih dalam batas kewajaran dan etika,” kata anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Hanteru Sitorus kepada wartawan di Jakarta, Rabu (18/5).