LAPUT HUT 76 RI: Jago Revolusi Karawang-Bekasi
Aksi Bang Pi`ie Jago Revolusi Bang Pi'ie dan komplotannya pernah merampas senjata untuk melawan NICA. (Foto: Imperial War Museum)

SUARA letupan senjata memecah keheningan Gang Sentiong, Jakarta Pusat, 8 Desember 1945. Pos Angkatan Pemuda Indonesia (API) mengirim tembakan udara tanda bahaya. Mereka mengendus ada upaya khianat memberikan informasi tentang gerak-gerik pimpinan API. Kadung sudah kasip.

Mobil berbendara Palang Merah Indonesia (PMI) mengangkut Rachman Zakir dan Daan Anwar, Ketua dan Wakil Ketua API daerah Senen, terus melaju tak mengindahkan tanda. Keduanya disergap serdadu NICA.

Baca juga:

Bang Pi`ie Kecil-Kecil Buaya Pasar Senen

Sepersekian detik suara tembakan meredup, Bang Pi`ie (Imam Sjafei) langsung menggerakan pasukannya berisi copet, kecu, bromocorah, dan rampok, menyambangi sumber bahaya. Mereka merangsek daerah Kramat Laan (Kramat VIII) memutar jalan lewat belakang.

Berondongan peluru langsung dihadiahkan kepada pasukan NICA. Musuh kerepotan mengadang serangan. Serang kilat pasukan Bang Pi`ie membuat pasukan NICA mundur.

bang pi`ie
Situasi Pasar Senen di zaman revolusi. (Foto: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen)

"Dengan tergesa-gesa Letnan Belanda memerintahkan supaya Rachman Zakir dan Daan Anwar dihukum mati (dieksekusi). Regu eksekusi siap. Letnan Belanda mengatakan kepada kedua pemimpin API itu "Doe je laatste schietgebed" (Berdoalah kamu cepat-cepat untuk penghabisan kali)," tulis Alwi Shahab pada "In Memoriam, Daan Anwar Pejuang Daerah Senen," dikutip dari Republika.

Meski dua pucuk pimpinan API daerah Senen ditangkap, bahkan Rachman Zakir tewas dieksekusi, berkali-kali pasukan NICA dibuat kerepotan menghadapi serangan sporadis Bang Pi`ie sekomplotan di daerah Senen sampai Salemba.

Baca juga:

Masa Kecil 'Raja Copet Senen' Bang Pi`ie

Bang Pi`ie, sebagai tokoh utama Pasar Senen, mulai mempersiapkan pasukannya ketika NICA tiba di Jakarta, September 1945.

"Ketidaksukaan para jago Senen kepada aparat keamanan di masa Belanda, ditambah pengetahuan politik dari para pemuda revolusioner, membuat mereka bersemangat menghadapi musuh," kata Wenri Wanhar, penulis buku Gedoran Depok, Revolusi Sosial di Tepi Jakarta 1945-1955, kepada Merahputih.com.

bang pi`ie
Daerah Senen sampai Salemba menjadi palagan badan perjuangan melawan NICA. (Foto: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen)

Kedatangan NICA, lanjut Wenri, membuat curiga masyarakat lapisan bawah menduga mereka akan mementahkan Proklamasi Kemerdekaan, 17 Agustus 1945.

Situasi mulai memanas ketika pasukan NICA mulai berkeliaran atas nama pengendalian keamanan. Di Jakarta, mengutip Robert Cribb pada Gejolak Revolusi di Jakarta 1945-1949, dalam tempo singkat muncul komunitas orang-orang Belanda dengan skala cukup besar berdalih berupaya memulihkan keamanan dan kehidupan seperti masa sebelum perang.

Bang Pi`ie, Ketua Oesaha Pemuda Indonesia (OPI), menggerakan pasukannya ketika bentrokan terjadi antara para pemuda kontra eks serdadu Batalyon ke-10 KNIL dibantu tujuh kompi KNIL dari luar Jawa.

"Perang kota sering terjadi di sekitar kawasan Senen, Kramat, Salemba. Pasukan Bang Pi`ie selalu bikin susah NICA. Bahkan, aksi perampasan senjata sering terjadi," kata Wenri Wanhar.

bang pi`ie
Bang Pi`ie tampil sebagai komandan pertempuran seluruh Jakarta. (Foto: Kolase dari Foto Dokumen Keluarga Imam Sjafei)

Kemampuan menggunakan senjata didapat pasukan Bang Pi`ie, termasuk sang komandan, dari para pejuang sebelumnya beroleh pendidikan militer Jepang. "Beberapa anak buahnya ada bekas didikan PETA. Termasuk sekodannya, Mat Bendot," kata inisiator Wangsamudra tersebut.

Di tengah perang kota, antara pemuda dan kelaskaran melawan NICA, Bang Pi`ie tampil sebagai komandan pertempuran paling berpengaruh. Seluruh kekuatan dari Senen dikerahkan saat terjadi pertempuran. Ia diangkat menjadi komandan pertempuran seluruh Jakarta dengan markas di Kampung Rawa, Gang Sentiong, dan Utan Panjang.

Panasnya situasi di Jakarta membuat kedua pihak berunding. Mereka sepakat menghentikan perang kota. Sutan Sjahrir lantas menginstruksikan para pejuang mengosongkan Jakarta. Para jago tergabung di badan-badan perjuang kemudian hijrah menepi di luar kota. Mereka memusatkan kekuatan di Karawang-Bekasi. (Sam)

Baca juga:

Kenangan Indekos Pemuda Revolusioner di Lokasi Sumpah Pemuda

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Seperti Apa Tren Berwisata di 2022?
Travel
Seperti Apa Tren Berwisata di 2022?

Pihak wisata harus menetapkan standar CHSE.

Pembatasan Wisata Waterpark di Jakarta Mulai Dilonggarkan, Tapi...
Travel
Pembatasan Wisata Waterpark di Jakarta Mulai Dilonggarkan, Tapi...

pembatasan tempat wisata 'waterpark' di wilayah DKI Jakarta dikabarkan mengalami pelonggaran , meski tidak terlalu signifikan

Hamper Kedai Kopi Mantap Djiwa Hadirkan Minuman Unik Berwarna Biru
Kuliner
Jalur Pendakian Gunung Semeru Dibuka Kembali mulai 1 April 2021
Travel
Jalur Pendakian Gunung Semeru Dibuka Kembali mulai 1 April 2021

Keputusan tersebut berdasarkan dari pengumuman Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru nomor PG.08/T.8/BIDTEK/BIDTEK.1/KSA/3/2021.

Struktur Karang Hiasi Bawah Laut Bali
Travel
Struktur Karang Hiasi Bawah Laut Bali

Ribuan struktur karang berbagai jenis tersebut juga mulai ditenggelamkan,

Kemenparekraf Percepat Dana Hibah Pariwisata
Travel
Kemenparekraf Percepat Dana Hibah Pariwisata

Salah satu upaya mitigasi dan keberlangsungan para pelaku sektor pariwsata.

Hiburan Unik di Pasar Malam Negeri 'Aing'
Travel
Hiburan Unik di Pasar Malam Negeri 'Aing'

Hiburan di pasar malam Indonesia amat seru.

Temuan Kerangka di Kampung Tertua di Surabaya
Travel
Temuan Kerangka di Kampung Tertua di Surabaya

Lokasi tersebut dari sisi geografis ada di delta sungai antara Kalimas dan Pegirian.

Cegah Pemudik Masuk, Polda DIY Tutup Jalur Masuk diperbatasan DIY-Jateng
Travel
Cegah Pemudik Masuk, Polda DIY Tutup Jalur Masuk diperbatasan DIY-Jateng

Polisi mendirikan 10 pos penyekatan di jalur perbatasan di lima kabupaten/kota.