Akses Terputus, Transportasi Perintis Mendesak Dibuka untuk 52 Pemda Terdampak Bencana di Sumatra

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Desember 2025
Akses Terputus, Transportasi Perintis Mendesak Dibuka untuk 52 Pemda Terdampak Bencana di Sumatra

Bencana di wilayah Sumatra/ dok BNPB

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah dinilai perlu segera membuka transportasi perintis layanan orang dan barang untuk mendukung 52 pemerintah daerah (pemda) di Sumatra yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor.

Transportasi perintis merupakan layanan angkutan yang dibuka untuk melayani daerah-daerah yang secara komersial belum menguntungkan atau belum terjangkau oleh angkutan reguler. Pada saat 52 pemda terdampak bencana alam, penyediaan transportasi perintis dinilai akan memberikan manfaat besar mulai dari fase tanggap darurat, transisi, hingga pemulihan.

"Layanan ini harus tersedia mulai dari fase darurat, transisi, hingga pemulihan. Selain itu, akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama untuk diselesaikan terlebih dahulu," kata Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, Selasa (9/12).

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor KP-DRJD 5958 Tahun 2024 tentang Penetapan Jaringan Trayek Angkutan Jalan Perintis Tahun 2025, ketiga provinsi di Sumatra yang terdampak bencana telah memiliki basis jaringan transportasi perintis yang mapan.

Baca juga:

KLH Persilahkan Gelondongan Kayu Banjir Sumatra Dimanfaatkan Pemda

Secara keseluruhan, terdapat 28 trayek angkutan jalan perintis yang tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Jaringan ini dapat segera diaktifkan dan dioptimalkan untuk mendukung mobilitas pascabencana.

Di Aceh, trayek perintis mencakup sejumlah rute pulang-pergi, yaitu Sinabang – Sibigo (188 km), Sinabang – Alafan (278 km), Meulaboh – Woyla – Teupin Peuraho (108 km), Meulaboh – Alue Kuyun (106 km), Blang Puuk – Ujung Fatihah (168 km), Subulussalam – Longkib (60 km), Gunung Meriah – Singkil (90 km), Panton Labu – Gampong Bantayan (32 km), SP 4 Kota Fajar – Mangamat (50 km), Pidie – Laweung (82 km), Kuala Simpang – Tenggulun (86 km), dan Gunung Meriah – Singkohor (54 km).

Di Sumatra Utara terdapat sembilan trayek perintis, termasuk yang menghubungkan wilayah Pulau Nias, yaitu Gunung Sitoli – Teluk Dalam (226 km), Gunung Sitoli – Lahewa (134 km), Lahewa – Afulu (54 km), Tani Jaya – Pangkalan Brandan (74 km), Pantai Buaya – Pangkalan Brandan (60 km), Sihosar – Kabanjahe (50 km), Pematang Raya – Bah Bolon (56 km), Pematang Raya – Nagari Dolok (52 km), dan Pematang Raya – Raya Bosi (22 km).

Baca juga:

Presiden Prabowo Melawat ke Pakistan di Tengah Bencana Sumatra, Teken Kerja Sama Pertahanan hingga Perdagangan

Sementara itu, Sumatra Barat memiliki tujuh trayek angkutan jalan perintis, beberapa di antaranya melayani wilayah terpencil dan kepulauan. Rute tersebut antara lain Padang Aro – Uluh Sulti (Kabupaten Solok Selatan, 124 km), Tapan – Indrapura – Air Haji – Balai Salasa – Kambang – Surantih – Batang Kapas – Painan (Kabupaten Pesisir Selatan, 270 km), Terminal Simpang Empat – Simpang 3 Ophir – Sungai Talang – Pasar Kapar – Pasar Sasak (Kabupaten Pasaman Barat, 50 km).

Kemudian Terminal Simpang Empat – Ujung Gading (Kabupaten Pasaman Barat, 100 km), Pariaman – Urek Kaji – P. Kambar – Parit Malintang – Kantor Bupati Pariaman (48 km), Poltekpel Sumbar – Pasar Usang – Lubuk Alung – Parit Melintang – Kantor Bupati Pariaman (Kabupaten Padang Pariaman, 62 km), serta Tua Pejat – Sioban (Kabupaten Kepulauan Mentawai, 90 km).

Transportasi perintis dinilai memiliki peran penting dalam pemulihan, terutama karena mampu menjangkau desa dan wilayah terpencil yang akses jalannya terputus akibat kerusakan jembatan maupun jalan parah.

"Untuk menjaga stabilitas ekonomi dan harga di daerah pedalaman, layanan angkutan barang perintis harus disediakan guna memastikan pasokan barang pokok tetap tersedia dan biaya logistik tidak melonjak," ujarnya.

Baca juga:

Update Terkini Korban Bencana Aceh-Sumatra: 961 Tewas, 5 Ribu Orang Terluka

Selain itu, untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat di 52 pemda terdampak, perlu dipertimbangkan penyediaan layanan angkutan gratis bagi warga mencakup angkutan perkotaan, angkutan pedesaan, dan angkutan antarkota.

"Penyediaan angkutan umum gratis akan memulihkan mobilitas warga untuk kembali bekerja, bersekolah, mengakses pasar, dan mengangkut hasil bumi tanpa terbebani biaya transportasi, sehingga mempercepat pemulihan ekonomi lokal," tuturnya.

Djoko menambahkan, bus perintis dapat dimanfaatkan sebagai angkutan sekolah sementara bagi siswa yang sekolahnya rusak atau jalur angkutan regulernya terhenti. Selain itu, layanan ini juga penting untuk akses ke fasilitas kesehatan.

"Secara keseluruhan, transportasi perintis berfungsi sebagai ‘urat nadi sementara’ yang memastikan konektivitas dasar tetap berjalan, mencegah daerah-daerah tersebut menjadi terisolasi total, dan mempercepat proses transisi dari fase darurat ke fase pemulihan," tambahnya. (Asp)

#Transportasi #Bencana Alam #Aceh #Sumatra
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Waspada, Aceh dan Sumut Terancam ‘Kiriman’ Bibit Siklon dari India
Bibit siklon tersebut berpotensi menimbulkan hujan deras, petir, hingga angin kencang. Hal tersebut dapat terjadi di siang ataupun malam hari.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Waspada, Aceh dan Sumut Terancam ‘Kiriman’ Bibit Siklon dari India
Indonesia
Rute Transjabodetabek Blok M-Bandung Dipertimbangkan, Begini Kata Pramono
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mempertimbangkan rute Transjabodetabek Blok M-Bandung dibuka.
Soffi Amira - Sabtu, 24 Oktober 2026
Rute Transjabodetabek Blok M-Bandung Dipertimbangkan, Begini Kata Pramono
Indonesia
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
pemerintah telah meningkatkan respons darurat gempa nasional dari Level IV menjadi Level III pada Jumat (23/10).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
Indonesia
Penumpang Transjabodetabek Melonjak, Pramono Pertimbangkan Buka Rute Baru
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mempertimbangkan rute baru Transjabodetabek. Hal itu disebabkan melonjaknya jumlah penumpang.
Soffi Amira - Kamis, 22 Oktober 2026
Penumpang Transjabodetabek Melonjak, Pramono Pertimbangkan Buka Rute Baru
Indonesia
Tarif Transjakarta Naik Mulai Januari 2027, Pramono Belum Umumkan Besarannya
Tarif Transjakarta bakal naik mulai 1 Januari 2027. Lalu, ada enam golongan masyarakat yang bisa naik gratis.
Soffi Amira - Rabu, 14 Oktober 2026
Tarif Transjakarta Naik Mulai Januari 2027, Pramono Belum Umumkan Besarannya
Indonesia
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Kementerian PU merampungkan tanggul darurat 200 meter di Padang setelah banjir bandang merendam 120 rumah. Simak rencana normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Bagikan